| Judul | STRATEGI DIPLOMASI PERTAHANAN PENANGANAN KEJAHATAN LINTAS NEGARA DI PERBATASAN LAUT INDONESIA – MALAYSIA – FILIPINA |
| Pengarang | Mhd. Halkis Triyoga Budi Prasetyo Sutrimo Sumarlan Lukman Yudho Prakoso DENY WIRAWAN Budi Pramono |
| Penerbitan | Sentul, Bogor : Universitas Pertahanan Republik Indonesia, 2022 |
| Subjek | Prodi Diplomasi Pertahanan -- Kejahatan Lintas Negara -- Trilateral Cooperative Agreement -- Strategi Diplomasi Pertahanan -- Abu Sayyaf Group |
| Catatan | Kejahatan lintas negara khususnya terorisme yang dilakukan oleh Abu Sayyaf Group (ASG) dan afiliasinya di perbatasan Laut Indonesia – Malaysia – Filipina, dinilai oleh Indonesia sebagai ancaman yang dapat menganggu keutuhan wilayah NKRI. Karena kejahatan lintas negara terjadi di perbatasan tiga negara, maka tidak dapat dilakukan penanganan secara mandiri. Oleh karena itu Indonesia bersama dengan Malaysia dan Filipina melaksanakan diplomasi pertahanan untuk menangani kejahatan lintas negara yang dilakukan oleh ASG dan afiliasinya. Bentuk diplomasi pertahanan yang dilakukan adalah Trilateral Cooperative Arrangement (TCA). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis strategi pertahanan Indonesia dalam penanganan kejahatan lintas negara di perbatasan laut Indonesia – Malaysia - Filipina dan menganalisis diplomasi pertahanan Indonesia dalam penanganan kejahatan lintas negara di perbatasan laut Indonesia – Malaysia - Filipina. Penelitian ini menggunakan metode penelitian analisis kualitatif fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan studi pustaka. Kerjasama Trilateral Cooperative Agreement (TCA) merupakan respon dalam menangani kejahatan lintas negara di wilayah Laut Sulu-Sulawesi. Dengan berbagai rangkaian kegiatannya, kerjasama ini berperan penting dalam upaya menjaga keamanan dan stabilitas kawasan. Karena itu, strategi diplomasi pertahanan dalam penelitian ini dapat dikatakan telah memenuhi dua karakter utama diplomasi pertahanan, yaitu; diplomasi pertahanan untuk membangun saling percaya dan diplomasi pertahanan untuk membangun kapabilitas pertahanan dan hasil dari TCA adalah berkurangnya angka kejahatan lintas negara di perbatasan laut Indonesia, Malaysia dan Filipina. |
| Bentuk Karya | Tidak ada kode yang sesuai |
| Target Pembaca | Tidak ada kode yang sesuai |
Informasi: Di sini Anda dapat mengakses seluruh konten digital yang tersedia untuk koleksi ini.
Tombol "Baca Buku" di bawah sampul hanya menampilkan file pertama sebagai preview.
| No | Nama File | Nama File Format Flash | Format | Aksi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | 9590d9ea69a156750285985b3ce1835e.pdf | 9590d9ea69a156750285985b3ce1835e.pdf | Baca | |
| 2 | c8d424380771c47e31d4de3b755c2ebe.pdf | c8d424380771c47e31d4de3b755c2ebe.pdf | Baca | |
| 3 | e930b91f7afcc1e79b32dfd7266305d7.pdf | e930b91f7afcc1e79b32dfd7266305d7.pdf | Baca | |
| 4 | e73090a8b588c096f9339103925fe2f3.pdf | e73090a8b588c096f9339103925fe2f3.pdf | Baca | |
| 5 | eb60e97e981fd8bdb0c41c882abaa6c5.pdf | eb60e97e981fd8bdb0c41c882abaa6c5.pdf | Baca | |
| 6 | b153e6d7a9397277ca707e9ce68247f8.pdf | b153e6d7a9397277ca707e9ce68247f8.pdf | Baca | |
| 7 | 181493a3cdd66d876bf71b941c9d75a8.pdf | 181493a3cdd66d876bf71b941c9d75a8.pdf | Baca | |
| 8 | 23d943d352fed0fa6e834af3b88d7ee8.pdf | 23d943d352fed0fa6e834af3b88d7ee8.pdf | Baca |
Informasi: Di sini Anda dapat melihat ketersediaan eksemplar fisik koleksi ini di perpustakaan beserta lokasinya.
| No | No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan | Aksi |
|---|
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000000001703 | ||
| 005 | 20260213113225 | ||
| 008 | 260213################|##########|#|## | ||
| 035 | # | # | $a 0010-1225001703 |
| 041 | $a id | ||
| 082 | # | # | $a NONE |
| 100 | 0 | # | $a Mhd. Halkis |
| 245 | 1 | # | $a STRATEGI DIPLOMASI PERTAHANAN PENANGANAN KEJAHATAN LINTAS NEGARA DI PERBATASAN LAUT INDONESIA – MALAYSIA – FILIPINA |
| 260 | # | # | $a Sentul, Bogor :$b Universitas Pertahanan Republik Indonesia,$c 2022 |
| 500 | # | # | $a Kejahatan lintas negara khususnya terorisme yang dilakukan oleh Abu Sayyaf Group (ASG) dan afiliasinya di perbatasan Laut Indonesia – Malaysia – Filipina, dinilai oleh Indonesia sebagai ancaman yang dapat menganggu keutuhan wilayah NKRI. Karena kejahatan lintas negara terjadi di perbatasan tiga negara, maka tidak dapat dilakukan penanganan secara mandiri. Oleh karena itu Indonesia bersama dengan Malaysia dan Filipina melaksanakan diplomasi pertahanan untuk menangani kejahatan lintas negara yang dilakukan oleh ASG dan afiliasinya. Bentuk diplomasi pertahanan yang dilakukan adalah Trilateral Cooperative Arrangement (TCA). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis strategi pertahanan Indonesia dalam penanganan kejahatan lintas negara di perbatasan laut Indonesia – Malaysia - Filipina dan menganalisis diplomasi pertahanan Indonesia dalam penanganan kejahatan lintas negara di perbatasan laut Indonesia – Malaysia - Filipina. Penelitian ini menggunakan metode penelitian analisis kualitatif fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan studi pustaka. Kerjasama Trilateral Cooperative Agreement (TCA) merupakan respon dalam menangani kejahatan lintas negara di wilayah Laut Sulu-Sulawesi. Dengan berbagai rangkaian kegiatannya, kerjasama ini berperan penting dalam upaya menjaga keamanan dan stabilitas kawasan. Karena itu, strategi diplomasi pertahanan dalam penelitian ini dapat dikatakan telah memenuhi dua karakter utama diplomasi pertahanan, yaitu; diplomasi pertahanan untuk membangun saling percaya dan diplomasi pertahanan untuk membangun kapabilitas pertahanan dan hasil dari TCA adalah berkurangnya angka kejahatan lintas negara di perbatasan laut Indonesia, Malaysia dan Filipina. |
| 650 | 4 | $a Prodi Diplomasi Pertahanan -- Kejahatan Lintas Negara -- Trilateral Cooperative Agreement -- Strategi Diplomasi Pertahanan -- Abu Sayyaf Group | |
| 700 | 0 | # | $a Budi Pramono |
| 700 | 0 | # | $a DENY WIRAWAN |
| 700 | 0 | # | $a Lukman Yudho Prakoso |
| 700 | 0 | # | $a Sutrimo Sumarlan |
| 700 | 0 | # | $a Triyoga Budi Prasetyo |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :