| Judul | ALTERNATIF PENCEGAHAN KONFLIK ATAS IMPLEMENTASI KEBIJAKAN IMPOR PANGAN PEMERINTAH INDONESIA DALAM RANGKA MEWUJUDKAN SWASEMBADA DAN KETAHANAN PANGAN DALAM NEGERI |
| Pengarang | bayu setiawan ANINDITA NUR HIDAYAH Gede Sumertha KY Agus Adriyanto Eri R. Hidayat Achmed Sukendro |
| Penerbitan | Bogor : Universitas Pertahanan Republik Indonesia, 2022 |
| Subjek | alternatif pencegahan konflik -- impor pangan -- polemik -- proyek food estate -- Prodi Damai Resolusi Konflik |
| Catatan | Polemik atas adanya keputusan impor pangan di Indonesia kerap terjadi, baik antar-kementerian/lembaga, maupun antara kementerian/lembaga (K/L) dan non-governmental organizations (NGOs) petani Indonesia. Bahkan, aksi demo dari NGOs dan petani tidak jarang terjadi untuk menolak dilakukannya impor pangan. Terlebih, saat ini Indonesia sedang mengerjakan proyek food estate yang melibatkan lebih banyak K/L, salah satunya yaitu Kementerian Pertahanan (Anwar, 2020). Hal ini dikhawatirkan pada koordinasi yang semakin kompleks, hingga memungkinkan terjadinya gejolak sosial, karena semakin banyaknya K/L yang terlibat dalam isu pangan. Oleh karenanya, tesis ini bertujuan untuk menganalisis alternatif pencegahan konflik atas implementasi kebijakan impor pangan dan menganalisis bagaimana food estate dapat secara efektif berperan mewujudkan swasembada dan ketahanan pangan di Indonesia. Tesis ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui wawancara, dengan narasumber antara lain Dosen Universitas Pertahanan Republik Indonesia, Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan Kementerian Perdagangan RI, Perum BULOG, serta Serikat Petani Indonesia. Peneliti menemukan beberapa opsi alternatif, namun pembentukan Badan Pangan Nasional (BPN) menjadi opsi terbaik untuk memperkecil kemungkinan munculnya polemik ketika pemerintah Indonesia memutuskan untuk impor pangan. Sementara, proyek food estate sendiri berpotensi besar untuk mewujudkan swasembada dan ketahanan pangan di Indonesia, dengan beberapa pertimbangan syarat, serta harus memperhatikan komoditas pangan yang benar-benar dibutuhkan. Baik tentang alternatif pencegahan konflik ataupun upaya mewujudkan swasembada dan ketahanan pangan, pada hakikatnya harus didasarkan pada koordinasi antar lembaga (interagency collaboration) yang baik agar tidak berpotensi menimbulkan polemik baru. Saran untuk penelitian lanjutan, sangat dimungkinkan untuk menganalisis alternatif penyelesaian konflik pada wilayah yang bersengketa akibat adanya proyek food estate. Kata Kunci: alternatif pencegahan konflik, impor pangan, polemik, proyek food estate |
| Bentuk Karya | Tidak ada kode yang sesuai |
| Target Pembaca | Tidak ada kode yang sesuai |
Informasi: Di sini Anda dapat mengakses seluruh konten digital yang tersedia untuk koleksi ini.
Tombol "Baca Buku" di bawah sampul hanya menampilkan file pertama sebagai preview.
| No | Nama File | Nama File Format Flash | Format | Aksi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | 87b24de10f8643a1b5a7a425a02dbd7c.pdf | 87b24de10f8643a1b5a7a425a02dbd7c.pdf | Baca | |
| 2 | 2e08250a03ff32f4f83a53fc7b4225df.pdf | 2e08250a03ff32f4f83a53fc7b4225df.pdf | Baca | |
| 3 | 1bd14aee57e2fc5b9b198e9881685859.pdf | 1bd14aee57e2fc5b9b198e9881685859.pdf | Baca | |
| 4 | f44ca5a9139452f706946d53f2c6e9b0.pdf | f44ca5a9139452f706946d53f2c6e9b0.pdf | Baca | |
| 5 | d52e01d33d8c7a1a6b83e401ac5a5fcd.pdf | d52e01d33d8c7a1a6b83e401ac5a5fcd.pdf | Baca | |
| 6 | c1c8e7c366f4deeea284c35420c74a46.pdf | c1c8e7c366f4deeea284c35420c74a46.pdf | Baca | |
| 7 | b583c51135bdf342566e2314c9c87f6c.pdf | b583c51135bdf342566e2314c9c87f6c.pdf | Baca | |
| 8 | 35aba07924757b7bc1a7f0908265f0e6.pdf | 35aba07924757b7bc1a7f0908265f0e6.pdf | Baca |
Informasi: Di sini Anda dapat melihat ketersediaan eksemplar fisik koleksi ini di perpustakaan beserta lokasinya.
| No | No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan | Aksi |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | T.33.22.002 | T.33.22.002 | Dapat dipinjam | Perpustakaan Sentul (Pusat) - Perpustakaan Universitas Pertahanan RI - Salemba | Tersedia | - |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000000001732 | ||
| 005 | 20260213112256 | ||
| 008 | 260213################|##########|#|## | ||
| 035 | # | # | $a 0010-1225001732 |
| 041 | $a id | ||
| 082 | # | # | $a NONE |
| 100 | 0 | # | $a bayu setiawan |
| 245 | 1 | # | $a ALTERNATIF PENCEGAHAN KONFLIK ATAS IMPLEMENTASI KEBIJAKAN IMPOR PANGAN PEMERINTAH INDONESIA DALAM RANGKA MEWUJUDKAN SWASEMBADA DAN KETAHANAN PANGAN DALAM NEGERI |
| 260 | # | # | $a Bogor :$b Universitas Pertahanan Republik Indonesia,$c 2022 |
| 500 | # | # | $a Polemik atas adanya keputusan impor pangan di Indonesia kerap terjadi, baik antar-kementerian/lembaga, maupun antara kementerian/lembaga (K/L) dan non-governmental organizations (NGOs) petani Indonesia. Bahkan, aksi demo dari NGOs dan petani tidak jarang terjadi untuk menolak dilakukannya impor pangan. Terlebih, saat ini Indonesia sedang mengerjakan proyek food estate yang melibatkan lebih banyak K/L, salah satunya yaitu Kementerian Pertahanan (Anwar, 2020). Hal ini dikhawatirkan pada koordinasi yang semakin kompleks, hingga memungkinkan terjadinya gejolak sosial, karena semakin banyaknya K/L yang terlibat dalam isu pangan. Oleh karenanya, tesis ini bertujuan untuk menganalisis alternatif pencegahan konflik atas implementasi kebijakan impor pangan dan menganalisis bagaimana food estate dapat secara efektif berperan mewujudkan swasembada dan ketahanan pangan di Indonesia. Tesis ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui wawancara, dengan narasumber antara lain Dosen Universitas Pertahanan Republik Indonesia, Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan Kementerian Perdagangan RI, Perum BULOG, serta Serikat Petani Indonesia. Peneliti menemukan beberapa opsi alternatif, namun pembentukan Badan Pangan Nasional (BPN) menjadi opsi terbaik untuk memperkecil kemungkinan munculnya polemik ketika pemerintah Indonesia memutuskan untuk impor pangan. Sementara, proyek food estate sendiri berpotensi besar untuk mewujudkan swasembada dan ketahanan pangan di Indonesia, dengan beberapa pertimbangan syarat, serta harus memperhatikan komoditas pangan yang benar-benar dibutuhkan. Baik tentang alternatif pencegahan konflik ataupun upaya mewujudkan swasembada dan ketahanan pangan, pada hakikatnya harus didasarkan pada koordinasi antar lembaga (interagency collaboration) yang baik agar tidak berpotensi menimbulkan polemik baru. Saran untuk penelitian lanjutan, sangat dimungkinkan untuk menganalisis alternatif penyelesaian konflik pada wilayah yang bersengketa akibat adanya proyek food estate. Kata Kunci: alternatif pencegahan konflik, impor pangan, polemik, proyek food estate |
| 650 | 4 | $a alternatif pencegahan konflik -- impor pangan -- polemik -- proyek food estate -- Prodi Damai Resolusi Konflik | |
| 700 | 0 | # | $a Achmed Sukendro |
| 700 | 0 | # | $a Agus Adriyanto |
| 700 | 0 | # | $a ANINDITA NUR HIDAYAH |
| 700 | 0 | # | $a Eri R. Hidayat |
| 700 | 0 | # | $a Gede Sumertha KY |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :