Judul JURNALISME DAMAI DALAM PEMBERITAAN KONFLIK FRONT PEMBELA ISLAM - PEMERINTAH = (Sebuah Studi Analisis Teks Naratif terhadap Konten Talk Show Mata Najwa Terkait Insiden Penembakan Enam Anggota Front Pembela Islam)
Pengarang bayu setiawan
Ichsan Malik
Yulian Azhari
DIAN PUSPITA PAKPAHAN
Agus Adriyanto
Djayeng Tirto S
Penerbitan Bogor : Universitas Pertahanan Republik Indonesia, 2021
Subjek Konflik -- analisis teks naratif -- berita -- FPI -- konstruksi -- jurnalisme damai -- Prodi Damai Resolusi Konflik
Catatan Paradigma naratif memandang segenap peradaban manusia sebagai hasil proses narasi, di mana manusia, Sang ‘homo narrans’, merupakan pencipta dunia tersebut. Dalam konteksnya terhadap pemberitaan, berita dipandang sebagai sebuah narasi yang dirajut jurnalis (selaku storyteller) berdasarkan pengalaman individual dan sosial mengenai suatu kejadian yang terjadi di masyarakat. Dus, sebuah berita dipastikan mengandung unsur-unsur naratif, seperti struktur, alur, plot, fungsi-fungsi, dan nilai-nilai. Sementara itu, jurnalisme damai memandang berita sebagai sebuah hasil konstruksi media/jurnalis mengenai konflik yang sepatutnya dilakukan dengan caracara tertentu sehingga mampu membuka pemahaman masyarakat mengenai pentingnya penyelesaian masalah tanpa kekerasan. Dari segi penulisan berita, jurnalisme damai mengharapkan hadirnya penelaahan konflik secara mendalam, orientasi penyelesaian masalah, transparansi, humanisasi, dan kebenaran. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan kerangka kerja jurnalisme damai pada tayangan talk show Mata Najwa berjudul “Silang Versi FPI-Polisi” dalam menceritakan insiden penembakan enam Laskar FPI. Penelitian dilakukan secara kualitatif melalui analisis teks naratif terhadap struktur, alur, plot, karakter, fungsi, dan nilai. Penelitian menemukan bahwa tayangan Mata Najwa sudah menunjukkan sejumlah karakteristik jurnalisme damai, seperti berfokus pada penderitaan masyarakat, mengajukan penyelesaian masalah melalui cara-cara non kekerasan, dan mengekspos ketidakbenaran dari semua pihak yang bertikai. Meski demikian, di saat yang sama tayangan ini juga menunjukkan sejumlah ciri jurnalisme perang, yakni dengan meminimalisir peran salah satu aktor dalam proses pendefinisian konflik, menghilangkan potongan informasi penting yang dapat memperjelas konteks dan akar permasalahan konflik, serta menyajikan informasi mengenai luka-luka pada tubuh korban secara spekulatif. Tayangan ini menawarkan resolusi konflik berupa penegakan keadilan, penyelesaian masalah tanpa kekerasan, serta penindakan hukum bagi setiap pelaku kekerasan. Keywords: analisis teks naratif, berita, konflik, FPI, konstruksi, jurnalisme damai
Bentuk Karya Tidak ada kode yang sesuai
Target Pembaca Tidak ada kode yang sesuai

 
Informasi: Di sini Anda dapat mengakses seluruh konten digital yang tersedia untuk koleksi ini. Tombol "Baca Buku" di bawah sampul hanya menampilkan file pertama sebagai preview.
No Nama File Nama File Format Flash Format Aksi
1 6d17c6c6bb2a5d15235ed24191659349.pdf 6d17c6c6bb2a5d15235ed24191659349.pdf pdf Baca
2 642ae40a0e3e96db8a2560a73a6a896d.pdf 642ae40a0e3e96db8a2560a73a6a896d.pdf pdf Baca
3 cf288623ab6d5a6c1bc72db882567f00.pdf cf288623ab6d5a6c1bc72db882567f00.pdf pdf Baca
4 eee738c2dbc0db5e485b87a2162e6f37.pdf eee738c2dbc0db5e485b87a2162e6f37.pdf pdf Baca
5 37825c3948437efd334eb23c29c8e57d.pdf 37825c3948437efd334eb23c29c8e57d.pdf pdf Baca
6 d479aa1910537d8202385ac4845feb12.pdf d479aa1910537d8202385ac4845feb12.pdf pdf Baca
7 0abc7e09ed74dcb667f202693c6a24e8.pdf 0abc7e09ed74dcb667f202693c6a24e8.pdf pdf Baca
Informasi: Di sini Anda dapat melihat ketersediaan eksemplar fisik koleksi ini di perpustakaan beserta lokasinya.
No No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan Aksi
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000000001734
005 20260213112244
008 260213################|##########|#|##
035 # # $a 0010-1225001734
041 $a id
082 # # $a NONE
100 0 # $a bayu setiawan
245 1 # $a JURNALISME DAMAI DALAM PEMBERITAAN KONFLIK FRONT PEMBELA ISLAM - PEMERINTAH = (Sebuah Studi Analisis Teks Naratif terhadap Konten Talk Show Mata Najwa Terkait Insiden Penembakan Enam Anggota Front Pembela Islam)
260 # # $a Bogor :$b Universitas Pertahanan Republik Indonesia,$c 2021
500 # # $a Paradigma naratif memandang segenap peradaban manusia sebagai hasil proses narasi, di mana manusia, Sang ‘homo narrans’, merupakan pencipta dunia tersebut. Dalam konteksnya terhadap pemberitaan, berita dipandang sebagai sebuah narasi yang dirajut jurnalis (selaku storyteller) berdasarkan pengalaman individual dan sosial mengenai suatu kejadian yang terjadi di masyarakat. Dus, sebuah berita dipastikan mengandung unsur-unsur naratif, seperti struktur, alur, plot, fungsi-fungsi, dan nilai-nilai. Sementara itu, jurnalisme damai memandang berita sebagai sebuah hasil konstruksi media/jurnalis mengenai konflik yang sepatutnya dilakukan dengan caracara tertentu sehingga mampu membuka pemahaman masyarakat mengenai pentingnya penyelesaian masalah tanpa kekerasan. Dari segi penulisan berita, jurnalisme damai mengharapkan hadirnya penelaahan konflik secara mendalam, orientasi penyelesaian masalah, transparansi, humanisasi, dan kebenaran. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan kerangka kerja jurnalisme damai pada tayangan talk show Mata Najwa berjudul “Silang Versi FPI-Polisi” dalam menceritakan insiden penembakan enam Laskar FPI. Penelitian dilakukan secara kualitatif melalui analisis teks naratif terhadap struktur, alur, plot, karakter, fungsi, dan nilai. Penelitian menemukan bahwa tayangan Mata Najwa sudah menunjukkan sejumlah karakteristik jurnalisme damai, seperti berfokus pada penderitaan masyarakat, mengajukan penyelesaian masalah melalui cara-cara non kekerasan, dan mengekspos ketidakbenaran dari semua pihak yang bertikai. Meski demikian, di saat yang sama tayangan ini juga menunjukkan sejumlah ciri jurnalisme perang, yakni dengan meminimalisir peran salah satu aktor dalam proses pendefinisian konflik, menghilangkan potongan informasi penting yang dapat memperjelas konteks dan akar permasalahan konflik, serta menyajikan informasi mengenai luka-luka pada tubuh korban secara spekulatif. Tayangan ini menawarkan resolusi konflik berupa penegakan keadilan, penyelesaian masalah tanpa kekerasan, serta penindakan hukum bagi setiap pelaku kekerasan. Keywords: analisis teks naratif, berita, konflik, FPI, konstruksi, jurnalisme damai
650 4 $a Konflik -- analisis teks naratif -- berita -- FPI -- konstruksi -- jurnalisme damai -- Prodi Damai Resolusi Konflik
700 0 # $a Agus Adriyanto
700 0 # $a DIAN PUSPITA PAKPAHAN
700 0 # $a Djayeng Tirto S
700 0 # $a Ichsan Malik
700 0 # $a Yulian Azhari
Content Unduh katalog