Judul PENATAAN RUANG WILAYAH BERBASIS RISIKO BENCANA AKIBAT PERUBAHAN IKLIM DI KAWASAN PUNCAK KABUPATEN BOGOR
Pengarang Sobar Sutisna
Adi Subiyanto
Yuli Subiakto
Sugeng Triutomo
Mir’atul Azizah
I Dewa Ketut Kerta Widana
Penerbitan Bogor : Universitas Pertahanan Republik Indonesia, 2022
Subjek Manajemen Bencana -- Perubahan Iklim -- Kawasan Puncak -- Risiko Bencana -- Tata Ruang Wilayah
Catatan Pemanasan global terjadi di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Hal tersebut menyebabkan suhu bumi naik dan mengakibatkan perubahan iklim. Perubahan iklim pun berdampak pada peningkatan kejadian bencana. Bencana di Indonesia sepuluh tahun terakhir didominasi oleh bencana akibat perubahan iklim yaitu banjir, puting beliung dan longsor. Bencana ini juga berkaitan dengan pemanfaatan ruang wilayah. Kawasan Puncak Bogor merupakan salah satu area yang mempunyai fungsi sebagai area resapan air, namun di sisi lain terjadi alih fungsi lahan. Tujuan penelitian ini yaitu a. menganalisis tingkat risiko bencana akibat perubahan iklim di Kawasan Puncak Bogor terhadap keamanan nasional, b. menganalisis upaya Pemerintah Kabupaten Bogor dalam melaksanakan tata ruang wilayah berbasis risiko bencana akibat perubahan iklim di kawasan tersebut. Metode yang digunakan pada penelitian adalah kualitatif eksploratif.Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap subjek penelitian dan data sekunder dari berbagai sumber literatur. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: a. Kawasan Puncak Bogor merupakan wilayah yang mempunyai risiko bencana akibat perubahan iklim meliputi banjir, banjir bandang dan tanah longsor. Tanah longsor adalah bahaya paling dominan diantara ketiganya yaitu 52,89% luas wilayah Kawasan Puncak. Bahaya banjir dan banjir bandang tingkat risikonya tinggi, namun hanya terjadi pada wilayah aliran sungai yang relatif sempit. Peningkatan risiko bencana yang terjadi akan berpengaruh terhadap keamanan nasional karena Kawasan tersebut merupakan daerah hulu aliran sungai Ciliwung yang mengalir ke ibukota negara Jakarta. b. Upaya Pemerintah Kabupaten Bogor melaksanakan tata ruang wilayah di Kawasan Puncak Bogor berbasis risiko bencana yaitu dengan melaksanakan mitigasi berupa pembuatan sumur resapan dan penanaman pohon. Pemerintah Daerah juga telah berupaya keras untuk menertibkan pelanggaran Tata Ruang Wilayah. Dalam penelitian ini ditemukan 47,29% wilayah yang tidak sesuai peruntukan tata ruangnya, di antaranya 4,12% kawasan yang seharusnya digunakan untuk hutan lindung dan hutan konservasi. Hal ini menjadi tantangan bagi Pemerintah Kabupaten Bogor dan juga Pemerintah melalui Kementerian terkait.
Bentuk Karya Tidak ada kode yang sesuai
Target Pembaca Tidak ada kode yang sesuai

 
Informasi: Di sini Anda dapat mengakses seluruh konten digital yang tersedia untuk koleksi ini. Tombol "Baca Buku" di bawah sampul hanya menampilkan file pertama sebagai preview.
No Nama File Nama File Format Flash Format Aksi
1 7ddfbf68030e09c235d055e11a12a009.pdf 7ddfbf68030e09c235d055e11a12a009.pdf pdf Baca
2 42ab64a7f83acf90155e8fa3bb177952.pdf 42ab64a7f83acf90155e8fa3bb177952.pdf pdf Baca
3 5ec0985b77675a3e83c2109b742572ae.pdf 5ec0985b77675a3e83c2109b742572ae.pdf pdf Baca
4 8822e09a8e81c8b6aaa5db0f171d2eb2.pdf 8822e09a8e81c8b6aaa5db0f171d2eb2.pdf pdf Baca
5 6aee5cc0b361e8bedefba5f0cca809d3.pdf 6aee5cc0b361e8bedefba5f0cca809d3.pdf pdf Baca
6 261c622cb7d4a59489ef29f5979f18ab.pdf 261c622cb7d4a59489ef29f5979f18ab.pdf pdf Baca
7 41d870672fb9d05a59032e125522d1a1.pdf 41d870672fb9d05a59032e125522d1a1.pdf pdf Baca
8 fd174ac8735f633f62a9450548fc3383.pdf fd174ac8735f633f62a9450548fc3383.pdf pdf Baca
Informasi: Di sini Anda dapat melihat ketersediaan eksemplar fisik koleksi ini di perpustakaan beserta lokasinya.
No No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan Aksi
1 T.31.22.015 T.31.22.015 Dapat dipinjam Perpustakaan Sentul (Pusat) - Perpustakaan Universitas Pertahanan RI - Salemba Tersedia -
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000000001824
005 20260213111044
008 260213################|##########|#|##
035 # # $a 0010-1225001824
041 $a id
082 # # $a NONE
100 0 # $a Sobar Sutisna
245 1 # $a PENATAAN RUANG WILAYAH BERBASIS RISIKO BENCANA AKIBAT PERUBAHAN IKLIM DI KAWASAN PUNCAK KABUPATEN BOGOR
260 # # $a Bogor :$b Universitas Pertahanan Republik Indonesia,$c 2022
500 # # $a Pemanasan global terjadi di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Hal tersebut menyebabkan suhu bumi naik dan mengakibatkan perubahan iklim. Perubahan iklim pun berdampak pada peningkatan kejadian bencana. Bencana di Indonesia sepuluh tahun terakhir didominasi oleh bencana akibat perubahan iklim yaitu banjir, puting beliung dan longsor. Bencana ini juga berkaitan dengan pemanfaatan ruang wilayah. Kawasan Puncak Bogor merupakan salah satu area yang mempunyai fungsi sebagai area resapan air, namun di sisi lain terjadi alih fungsi lahan. Tujuan penelitian ini yaitu a. menganalisis tingkat risiko bencana akibat perubahan iklim di Kawasan Puncak Bogor terhadap keamanan nasional, b. menganalisis upaya Pemerintah Kabupaten Bogor dalam melaksanakan tata ruang wilayah berbasis risiko bencana akibat perubahan iklim di kawasan tersebut. Metode yang digunakan pada penelitian adalah kualitatif eksploratif.Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap subjek penelitian dan data sekunder dari berbagai sumber literatur. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: a. Kawasan Puncak Bogor merupakan wilayah yang mempunyai risiko bencana akibat perubahan iklim meliputi banjir, banjir bandang dan tanah longsor. Tanah longsor adalah bahaya paling dominan diantara ketiganya yaitu 52,89% luas wilayah Kawasan Puncak. Bahaya banjir dan banjir bandang tingkat risikonya tinggi, namun hanya terjadi pada wilayah aliran sungai yang relatif sempit. Peningkatan risiko bencana yang terjadi akan berpengaruh terhadap keamanan nasional karena Kawasan tersebut merupakan daerah hulu aliran sungai Ciliwung yang mengalir ke ibukota negara Jakarta. b. Upaya Pemerintah Kabupaten Bogor melaksanakan tata ruang wilayah di Kawasan Puncak Bogor berbasis risiko bencana yaitu dengan melaksanakan mitigasi berupa pembuatan sumur resapan dan penanaman pohon. Pemerintah Daerah juga telah berupaya keras untuk menertibkan pelanggaran Tata Ruang Wilayah. Dalam penelitian ini ditemukan 47,29% wilayah yang tidak sesuai peruntukan tata ruangnya, di antaranya 4,12% kawasan yang seharusnya digunakan untuk hutan lindung dan hutan konservasi. Hal ini menjadi tantangan bagi Pemerintah Kabupaten Bogor dan juga Pemerintah melalui Kementerian terkait.
650 4 $a Manajemen Bencana -- Perubahan Iklim -- Kawasan Puncak -- Risiko Bencana -- Tata Ruang Wilayah
700 0 # $a Adi Subiyanto
700 0 # $a I Dewa Ketut Kerta Widana
700 0 # $a Mir’atul Azizah
700 0 # $a Sugeng Triutomo
700 0 # $a Yuli Subiakto
Content Unduh katalog