| Judul | KARAKTERISTIK GEOSPASIAL WILAYAH RISIKO BENCANA TANAH LONGSOR DI KABUPATEN NGANJUK GUNA MENINGKATKAN SISTEM KEWASPADAAN DINI |
| Pengarang | Makmur Supriyatno Ernalem Bangun Sobar Sutisna Yuli Subiakto I Dewa Ketut Kerta Widana Titisari Haruming Tyas |
| Penerbitan | Bogor : Universitas Pertahanan Republik Indonesia, 2022 |
| Subjek | Manajemen Bencana -- Tanah Longsor -- Sistem Kewaspadaan Dini -- Karakteristik Geospasial |
| Catatan | Bencana hidrometeorologi mendominasi jumlah kejadian bencana di Indonesia pada tahun 2020. Tercatat sebanyak 4.624 kejadian bencana dari total 4.650 kejadian bencana adalah bencana hidrometeorologi. Salah satu daerah yang mengalami bencana tanah longsor di tahun 2020 adalah Kabupaten Nganjuk yang menimbulkan korban jiwa, kerugian materiil, dan dampak psikologis. Kondisi wilayah Kabupaten Nganjuk yang sebagian wilayahnya berada di kawasan Gunung Wilis menjadikannya rawan terhadap bencana tanah longsor. Kemudian tidak dimanfaatkannya situs geoportal Kabupaten Nganjuk menjadikan terhambatnya penyebaran informasi kepada masyarakat sehingga sistem kewaspadaan dini masyarakat terhadap bencana menjadi rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik geospasial wilayah risiko bencana tanah longsor di Kabupaten Nganjuk dan menganalisis pemanfaatan pemetaan tingkat kerawanan bencana tanah longsor di Kabupaten Nganjuk untuk meningkatkan sistem kewaspadaan dini. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan desain deskriptif analitik. Data penelitian menggunakan data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data dilaksanakan melalui wawancara dan memanfaatan data geospasial dengan software ArcGIS. Hasil penelitian menunjukkan terdapat lima kelas kerawanan bencana tanah longsor di Kabupaten Nganjuk: 1) kelas tidak rawan seluas 12.303,90 Ha; 2) kelas sedikit rawan seluas 82.153,74 Ha; 3) kelas rawan sedang seluas 26.822,28 Ha; 4) kelas rawan seluas 7.246,37; dan 5) kelas sangat rawan seluas 28,46 Ha berada di daerah Gunung Wilis. Pemetaan kawasan rawan bencana longsor diperlukan untuk meningkatkan sistem kewaspadaan dini melalui beberapa upaya seperti a) pengambilan kebijakan yang tepat; b) perencanaan tata ruang yang memperhatikan tingkat kerawanan bencana; c) mengetahui tingkat kerawanan bencana di Kabupaten Nganjuk; dan d) melakukan penyebaran informasi dan komunikasi kepada masyarakat untuk meningkatkan sistem kewaspadaan dini. |
| Bentuk Karya | Tidak ada kode yang sesuai |
| Target Pembaca | Tidak ada kode yang sesuai |
Informasi: Di sini Anda dapat mengakses seluruh konten digital yang tersedia untuk koleksi ini.
Tombol "Baca Buku" di bawah sampul hanya menampilkan file pertama sebagai preview.
| No | Nama File | Nama File Format Flash | Format | Aksi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | 07447dcbd579078db95bcd29b9e03a5a.pdf | 07447dcbd579078db95bcd29b9e03a5a.pdf | Baca | |
| 2 | 2240b1e8b663e874c13e299395e0f65d.pdf | 2240b1e8b663e874c13e299395e0f65d.pdf | Baca | |
| 3 | 41ee822f912941cf0c22755479300f5a.pdf | 41ee822f912941cf0c22755479300f5a.pdf | Baca | |
| 4 | bcaa6123d49d62d36deb4aa41c58b54d.pdf | bcaa6123d49d62d36deb4aa41c58b54d.pdf | Baca | |
| 5 | 3fa02c03619bd5388559a29af3505127.pdf | 3fa02c03619bd5388559a29af3505127.pdf | Baca | |
| 6 | 928c113c73b8761880eda218da5392b9.pdf | 928c113c73b8761880eda218da5392b9.pdf | Baca | |
| 7 | 71465f3bf08e059a96a2c60e5959d042.pdf | 71465f3bf08e059a96a2c60e5959d042.pdf | Baca | |
| 8 | 1b1b99fa422293163b636641da3b9afd.pdf | 1b1b99fa422293163b636641da3b9afd.pdf | Baca |
Informasi: Di sini Anda dapat melihat ketersediaan eksemplar fisik koleksi ini di perpustakaan beserta lokasinya.
| No | No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan | Aksi |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | T.31.22.022 | T.31.22.022 | Dapat dipinjam | Perpustakaan Sentul (Pusat) - Perpustakaan Universitas Pertahanan RI - Salemba | Tersedia | - |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000000001850 | ||
| 005 | 20260213101925 | ||
| 008 | 260213################|##########|#|## | ||
| 035 | # | # | $a 0010-1225001850 |
| 041 | $a id | ||
| 082 | # | # | $a NONE |
| 100 | 0 | # | $a Makmur Supriyatno |
| 245 | 1 | # | $a KARAKTERISTIK GEOSPASIAL WILAYAH RISIKO BENCANA TANAH LONGSOR DI KABUPATEN NGANJUK GUNA MENINGKATKAN SISTEM KEWASPADAAN DINI |
| 260 | # | # | $a Bogor :$b Universitas Pertahanan Republik Indonesia,$c 2022 |
| 500 | # | # | $a Bencana hidrometeorologi mendominasi jumlah kejadian bencana di Indonesia pada tahun 2020. Tercatat sebanyak 4.624 kejadian bencana dari total 4.650 kejadian bencana adalah bencana hidrometeorologi. Salah satu daerah yang mengalami bencana tanah longsor di tahun 2020 adalah Kabupaten Nganjuk yang menimbulkan korban jiwa, kerugian materiil, dan dampak psikologis. Kondisi wilayah Kabupaten Nganjuk yang sebagian wilayahnya berada di kawasan Gunung Wilis menjadikannya rawan terhadap bencana tanah longsor. Kemudian tidak dimanfaatkannya situs geoportal Kabupaten Nganjuk menjadikan terhambatnya penyebaran informasi kepada masyarakat sehingga sistem kewaspadaan dini masyarakat terhadap bencana menjadi rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik geospasial wilayah risiko bencana tanah longsor di Kabupaten Nganjuk dan menganalisis pemanfaatan pemetaan tingkat kerawanan bencana tanah longsor di Kabupaten Nganjuk untuk meningkatkan sistem kewaspadaan dini. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan desain deskriptif analitik. Data penelitian menggunakan data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data dilaksanakan melalui wawancara dan memanfaatan data geospasial dengan software ArcGIS. Hasil penelitian menunjukkan terdapat lima kelas kerawanan bencana tanah longsor di Kabupaten Nganjuk: 1) kelas tidak rawan seluas 12.303,90 Ha; 2) kelas sedikit rawan seluas 82.153,74 Ha; 3) kelas rawan sedang seluas 26.822,28 Ha; 4) kelas rawan seluas 7.246,37; dan 5) kelas sangat rawan seluas 28,46 Ha berada di daerah Gunung Wilis. Pemetaan kawasan rawan bencana longsor diperlukan untuk meningkatkan sistem kewaspadaan dini melalui beberapa upaya seperti a) pengambilan kebijakan yang tepat; b) perencanaan tata ruang yang memperhatikan tingkat kerawanan bencana; c) mengetahui tingkat kerawanan bencana di Kabupaten Nganjuk; dan d) melakukan penyebaran informasi dan komunikasi kepada masyarakat untuk meningkatkan sistem kewaspadaan dini. |
| 650 | 4 | $a Manajemen Bencana -- Tanah Longsor -- Sistem Kewaspadaan Dini -- Karakteristik Geospasial | |
| 700 | 0 | # | $a Ernalem Bangun |
| 700 | 0 | # | $a I Dewa Ketut Kerta Widana |
| 700 | 0 | # | $a Sobar Sutisna |
| 700 | 0 | # | $a Titisari Haruming Tyas |
| 700 | 0 | # | $a Yuli Subiakto |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :