Judul PENCEGAHAN AKSI KEKERASAN MARITIM OLEH KELOMPOK ABU SAYYAF DI LAUT SULAWESI – SULU DALAM KERANGKA KEAMANAN MARITIM : (STUDI KASUS KAPAL TUNDA TB BRAHMA 12 – KAPAL TONGKANG BG ANAND 12)
Pengarang SALEH ARIFIN
Abdul Rivai Ras
Mardi Siswoyo
Penerbitan Bogor : Universitas Pertahanan Republik Indonesia, 2018
Subjek Keamanan Maritim -- Kekerasan Maritim (Maritime Violence) -- Perompakan Bersenjata Di Laut (Armed Robbery At S -- Kelompok Abu Sayyaf -- Kapal Tunda TB Brahma 12 - Kapal Tongkang BG Anan -- Jalur Pelayaran Laut Sulawesi – Laut Sulu
Catatan Indonesia sebagai negara maritim memandang bahwa keamanan maritim merupakan aspek penting dalam tata kelola domain kemaritiman. Stabilitas dan tatanan yang baik pada semua domain kemaritiman Indonesia menjadi tujuan akhir yang ingin dicapai. Insiden kekerasan maritim terhadap Kapal Tunda TB Brahma 12 – Kapal Tongkang BG Anand 12 merupakan catatan penting dalam tata kelola domain kemaritiman Indonesia meski tempat kejadian perkara (locus delictie) insiden tersebut bukan di perairan Indonesia, tetapi Indonesia berkepentingan terhadap peristiwa tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan berbagai upaya pencegahan yang dapat dilakukan oleh pemangku kepentingan (stakeholder) keamanan maritim Indonesia agar insiden kekerasan maritim seperti yang menimpa TB Brahma 12 – BG Anand 12 tidak terjadi kembali. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam (indepth interview) dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini menemukan bahwa sepanjang tahun 2016 kawasan perairan Laut Sulawesi – Sulu merupakan jalur pelayaran paling rawan se-Asia karena ketidakmampuan negara pantai mengontrol wilayah perairannya sehingga memungkinkan pelaku kekerasan maritim menggunakan perairan tersebut melakukan aktivitas ilegal yang mengganggu keamanan maritim. Penelitian ini menyimpulkan beberapa upaya yang dapat dilakukan aksi kekerasan maritim tidak terjadi kembali adalah penyelesaian konflik dalam negeri Filipina, penyelesaian sengketa batas maritim Indonesia-Malaysia dan Malaysia-Filipina, mengimplementasikan segera Patroli Maritim Trilateral Indomalphi yang telah disepakati, mengaktifkan dengan segera Pusat Komando Militer yang telah terbentuk didukung sistem pengawasan dan monitoring yang terintegrasi dan Tim Reaksi Cepat dengan kesiapsiagaan tinggi dan menggagas kemungkinan pelaksanaan cross border pursuit antara ketiga negara.
Bentuk Karya Tidak ada kode yang sesuai
Target Pembaca Tidak ada kode yang sesuai

 
Informasi: Di sini Anda dapat mengakses seluruh konten digital yang tersedia untuk koleksi ini. Tombol "Baca Buku" di bawah sampul hanya menampilkan file pertama sebagai preview.
No Nama File Nama File Format Flash Format Aksi
1 84adbd4849415e4ab21c5ba67c676ef2.pdf 84adbd4849415e4ab21c5ba67c676ef2.pdf pdf Baca
2 5a0248f9360cda6cf0f88067fd48c137.pdf 5a0248f9360cda6cf0f88067fd48c137.pdf pdf Baca
3 eebe5e88d363aa4d628c9df2c9405aea.pdf eebe5e88d363aa4d628c9df2c9405aea.pdf pdf Baca
4 e79de367db10ca6f87bc85b674a0ea0c.pdf e79de367db10ca6f87bc85b674a0ea0c.pdf pdf Baca
5 1d0315821276a23c44b6e12b2a170aa3.pdf 1d0315821276a23c44b6e12b2a170aa3.pdf pdf Baca
6 54e949ead2efa48921382acfeead1097.pdf 54e949ead2efa48921382acfeead1097.pdf pdf Baca
7 fc798b9c1632eb3420fd3f2975e2da9f.pdf fc798b9c1632eb3420fd3f2975e2da9f.pdf pdf Baca
8 f0b112703637112e0b015c49a62abda6.pdf f0b112703637112e0b015c49a62abda6.pdf pdf Baca
Informasi: Di sini Anda dapat melihat ketersediaan eksemplar fisik koleksi ini di perpustakaan beserta lokasinya.
No No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan Aksi
1 T1702 T.32.18.011 Dapat dipinjam Perpustakaan Sentul (Pusat) - Ruang Referensi Perpustakaan Universitas Pertahanan Tersedia -
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000000001882
005 20260213095720
008 260213################|##########|#|##
035 # # $a 0010-1225001882
041 $a id
082 # # $a T003
090 $a T.32.18.011
100 0 # $a SALEH ARIFIN
245 1 # $a PENCEGAHAN AKSI KEKERASAN MARITIM OLEH KELOMPOK ABU SAYYAF DI LAUT SULAWESI – SULU DALAM KERANGKA KEAMANAN MARITIM : (STUDI KASUS KAPAL TUNDA TB BRAHMA 12 – KAPAL TONGKANG BG ANAND 12)
260 # # $a Bogor :$b Universitas Pertahanan Republik Indonesia,$c 2018
500 # # $a Indonesia sebagai negara maritim memandang bahwa keamanan maritim merupakan aspek penting dalam tata kelola domain kemaritiman. Stabilitas dan tatanan yang baik pada semua domain kemaritiman Indonesia menjadi tujuan akhir yang ingin dicapai. Insiden kekerasan maritim terhadap Kapal Tunda TB Brahma 12 – Kapal Tongkang BG Anand 12 merupakan catatan penting dalam tata kelola domain kemaritiman Indonesia meski tempat kejadian perkara (locus delictie) insiden tersebut bukan di perairan Indonesia, tetapi Indonesia berkepentingan terhadap peristiwa tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan berbagai upaya pencegahan yang dapat dilakukan oleh pemangku kepentingan (stakeholder) keamanan maritim Indonesia agar insiden kekerasan maritim seperti yang menimpa TB Brahma 12 – BG Anand 12 tidak terjadi kembali. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam (indepth interview) dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini menemukan bahwa sepanjang tahun 2016 kawasan perairan Laut Sulawesi – Sulu merupakan jalur pelayaran paling rawan se-Asia karena ketidakmampuan negara pantai mengontrol wilayah perairannya sehingga memungkinkan pelaku kekerasan maritim menggunakan perairan tersebut melakukan aktivitas ilegal yang mengganggu keamanan maritim. Penelitian ini menyimpulkan beberapa upaya yang dapat dilakukan aksi kekerasan maritim tidak terjadi kembali adalah penyelesaian konflik dalam negeri Filipina, penyelesaian sengketa batas maritim Indonesia-Malaysia dan Malaysia-Filipina, mengimplementasikan segera Patroli Maritim Trilateral Indomalphi yang telah disepakati, mengaktifkan dengan segera Pusat Komando Militer yang telah terbentuk didukung sistem pengawasan dan monitoring yang terintegrasi dan Tim Reaksi Cepat dengan kesiapsiagaan tinggi dan menggagas kemungkinan pelaksanaan cross border pursuit antara ketiga negara.
650 4 $a Keamanan Maritim -- Kekerasan Maritim (Maritime Violence) -- Perompakan Bersenjata Di Laut (Armed Robbery At S -- Kelompok Abu Sayyaf -- Kapal Tunda TB Brahma 12 - Kapal Tongkang BG Anan -- Jalur Pelayaran Laut Sulawesi – Laut Sulu
700 0 # $a Abdul Rivai Ras
700 0 # $a Mardi Siswoyo
990 # # $a T1702/UNHAN/2018
Content Unduh katalog
 
Karya Terkait :
Analisis Kerjasama Sipil Militer Dalam Penanggulangan Bencana dan Bantuan Kemanusiaan Dalam Rangka Mendukung Keamanan Nasional Indonesia: Suatu studi pada penanganan darurat bencana gempa bumi Padang - Sumatera Barat Tahun 2009asus Penanggulangan Bencana Perkotaan Dalam Perspektif Kerangka Kerja V2R: Studi Kasus Partisipasi Partai Politik Dalam Upaya Mitigasi Bahaya Kebakaran di Kecamatan Tambora - Jakarta Barat Kerja Sama Keamanan Maritim Indonesia-Australia Dalam Rangka Pencegahan Imigran Ilegal Implementasi Container Security Intiative (CSI) Dalam Mengatasi Ancaman Terorime Global Dan Implikasinya Terhadap Indoensia Analisis Pelaksanaan Oprasi Search And Rescue (SAR) Di Laut:(Studi Perbandingan Manajemen Operasi SAR KM Bahuga JAYA Dan KM Marina Nusantara) Show More