| Judul | PERAN INSTANSI PENEGAK HUKUM DALAM MENGATASI PEROMPAKAN BERSENJATA TERHADAP NELAYAN TRADISIONAL DI PERAIRAN PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2016-2017 |
| Pengarang | AHMAD PRAWIRA DHAHIYAT SYAIFUL ANWAR Halkis |
| Penerbitan | Bogor : Universitas Pertahanan Republik Indonesia, 2018 |
| Subjek | Keamanan Maritim -- Nelayan -- Peran -- Perompak Bersenjata |
| Catatan | Provinsi Lampung merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki segudang potensi maritim. Provinsi tersebut sangat mencerminkan pembangunan pemerintah saat ini yaitu Poros Maritim Dunia. Kondisi ini sangat menguntungkan bagi stakeholder sektor maritim di laut, salah satunya adalah nelayan tradisional. Namun, nelayan mengalami kendala dan gangguan keamanan laut di perairan tersebut yaitu perompakan bersenjata. Permasalahan penegakan hukum menjadi kendala pemerintah pusat, tumpang tindih dasar peraturan hukum menjadi permasalahan utama penanganan keamanan maritim Indonesia. Melihat fakta tersebut, penelitian ini ingin melihat penanganan kasus dilihat dari peran maupun koordinasi instansi penegak hukum yang memiliki wewenang dan tupoksi penegakan hukum di laut yaitu TNI AL, Polri (Ditpolair), dan Bakamla. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dan koordinasi instansi penegak hukum dalam upaya pemberantasan perompakan bersenjata di perairan provinsi Lampung. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif deskriptif melalui pendekatan kualititatif analisis. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sekunder. Hasil penelitian menjelaskan bahwa bentuk kejahatan maritim di perairan Lampung adalah kejahatan lokal. Peran Instansi penegak hukum, baik TNI AL dan Polair telah menjalankan tugas dan fungsi masing-masing melalui operasi patroli rutin dan bersama serta melalui pendidikan dan penyuluhan terhadap masyarakat pesisir sebagai upaya penanggulangan dan pencegahan perompakan bersenjata sehingga mencapai Peranan Nyata (Anacted Role). Bakamla belum menjalankan tugas dan fungsi di tingkat daerah, berfokus pada wilayah-wilayah perbatasandan masih menghadapi kendala lainnya, sehingga mencapai Peranan Konflik (Role Conclict). Koordinasi telah dijalankan dengan baik oleh TNI AL, Polair, Bakamla masuk ke dalam level Group karena masing-masing instansi masih bergerak secara parsial |
| Bentuk Karya | Tidak ada kode yang sesuai |
| Target Pembaca | Tidak ada kode yang sesuai |
Informasi: Di sini Anda dapat mengakses seluruh konten digital yang tersedia untuk koleksi ini.
Tombol "Baca Buku" di bawah sampul hanya menampilkan file pertama sebagai preview.
| No | Nama File | Nama File Format Flash | Format | Aksi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | 69856234f11efb8a56881507c2b931cb.pdf | 69856234f11efb8a56881507c2b931cb.pdf | Baca | |
| 2 | d8907a1bac1ea153d9a91f351b8263c2.pdf | d8907a1bac1ea153d9a91f351b8263c2.pdf | Baca | |
| 3 | 5e0bb3a577aa4a692840bda11d2ae3cb.pdf | 5e0bb3a577aa4a692840bda11d2ae3cb.pdf | Baca | |
| 4 | 3785d1559d55462e529ecda01a751adb.pdf | 3785d1559d55462e529ecda01a751adb.pdf | Baca | |
| 5 | 6a79b06d5f2f035b20945fe68a1a044c.pdf | 6a79b06d5f2f035b20945fe68a1a044c.pdf | Baca | |
| 6 | 40865f5b31f096f37ee0596ce4ae6add.pdf | 40865f5b31f096f37ee0596ce4ae6add.pdf | Baca | |
| 7 | 2a1c6d13baed0afa094b3261627ea7c7.pdf | 2a1c6d13baed0afa094b3261627ea7c7.pdf | Baca | |
| 8 | 9ba0fe7b72b05ae9606faaf7ba983bb7.pdf | 9ba0fe7b72b05ae9606faaf7ba983bb7.pdf | Baca |
Informasi: Di sini Anda dapat melihat ketersediaan eksemplar fisik koleksi ini di perpustakaan beserta lokasinya.
| No | No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan | Aksi |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | T1697 | T.32.18.004 | Dapat dipinjam | Perpustakaan Sentul (Pusat) - Ruang Referensi Perpustakaan Universitas Pertahanan | Tersedia | - |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000000001890 | ||
| 005 | 20260213095829 | ||
| 008 | 260213################|##########|#|## | ||
| 035 | # | # | $a 0010-1225001890 |
| 041 | $a id | ||
| 082 | # | # | $a T003 |
| 090 | $a T.32.18.004 | ||
| 100 | 0 | # | $a AHMAD PRAWIRA DHAHIYAT |
| 245 | 1 | # | $a PERAN INSTANSI PENEGAK HUKUM DALAM MENGATASI PEROMPAKAN BERSENJATA TERHADAP NELAYAN TRADISIONAL DI PERAIRAN PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2016-2017 |
| 260 | # | # | $a Bogor :$b Universitas Pertahanan Republik Indonesia,$c 2018 |
| 500 | # | # | $a Provinsi Lampung merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki segudang potensi maritim. Provinsi tersebut sangat mencerminkan pembangunan pemerintah saat ini yaitu Poros Maritim Dunia. Kondisi ini sangat menguntungkan bagi stakeholder sektor maritim di laut, salah satunya adalah nelayan tradisional. Namun, nelayan mengalami kendala dan gangguan keamanan laut di perairan tersebut yaitu perompakan bersenjata. Permasalahan penegakan hukum menjadi kendala pemerintah pusat, tumpang tindih dasar peraturan hukum menjadi permasalahan utama penanganan keamanan maritim Indonesia. Melihat fakta tersebut, penelitian ini ingin melihat penanganan kasus dilihat dari peran maupun koordinasi instansi penegak hukum yang memiliki wewenang dan tupoksi penegakan hukum di laut yaitu TNI AL, Polri (Ditpolair), dan Bakamla. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dan koordinasi instansi penegak hukum dalam upaya pemberantasan perompakan bersenjata di perairan provinsi Lampung. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif deskriptif melalui pendekatan kualititatif analisis. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sekunder. Hasil penelitian menjelaskan bahwa bentuk kejahatan maritim di perairan Lampung adalah kejahatan lokal. Peran Instansi penegak hukum, baik TNI AL dan Polair telah menjalankan tugas dan fungsi masing-masing melalui operasi patroli rutin dan bersama serta melalui pendidikan dan penyuluhan terhadap masyarakat pesisir sebagai upaya penanggulangan dan pencegahan perompakan bersenjata sehingga mencapai Peranan Nyata (Anacted Role). Bakamla belum menjalankan tugas dan fungsi di tingkat daerah, berfokus pada wilayah-wilayah perbatasandan masih menghadapi kendala lainnya, sehingga mencapai Peranan Konflik (Role Conclict). Koordinasi telah dijalankan dengan baik oleh TNI AL, Polair, Bakamla masuk ke dalam level Group karena masing-masing instansi masih bergerak secara parsial |
| 650 | 4 | $a Keamanan Maritim -- Nelayan -- Peran -- Perompak Bersenjata | |
| 700 | 0 | # | $a Halkis |
| 700 | 0 | # | $a SYAIFUL ANWAR |
| 990 | # | # | $a T1697/UNHAN/2018 |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :