| Judul | ANALISIS KONTRIBUSI AGAMA DAN BUDAYA DAMAI PADA MASYARAKAT AMBARAWA YANG MULTIKULTUR SEBAGAI UPAYA MENJAGA KESELAMATAN BANGSA |
| Pengarang | MURYENTHI AMBARSARI I Wayan Midhio M. Halkis I Nyoman Astawa I Gede Sumertha Herlina Sarangih |
| Penerbitan | Bogor : Universitas Pertahanan Republik Indonesia, 2018 |
| Subjek | Damai dan Resolusi Konflik -- Budaya Damai -- Ambarawa -- Nilai-Nilai Agama -- Masyarakat Multiagama -- Multikulturalisme |
| Catatan | Ambarawa dikenal sebagai salah satu daerah yang damai di Indonesia. Meskipun Ambarawa diberkahi dengan masyarakat yang multikultural dan multiagama, tetapi masyarakat yang hidup di daerah ini menunjukkan interaksi yang damai di antara mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana perdamaian dapat tercipta dalam masyarakat yang multikultur melalui analisis terhadap budaya-budaya damai di Ambarawa dan kontribusi agama dalam menggalakan perdamaian dan keharmonisan. Fenomena damai di Ambarawa dipandang sebagai dampak dari berbagai praktik adat serta pemahaman nilai-nilai agama yang lebih dalam oleh masyarakat. Dengan kata lain, agama diyakini memainkan peran penting untuk membangun dan mengembangkan rasa kebersamaan, toleransi terhadap berbagai pihak, dan juga saling menghormati satu sama lain. Lebih lanjut, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian deskriptif analitis.Sedangkan untuk teknik pengumpulan data, peneliti akan menggunakan studi literatur, dokumentasi, dan wawancara. Secara keseluruhan, hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) terdapat dua budaya lokal di Ambarawa yang dapat dijadikan mekanisme lokal untuk menjaga perdamaian yaitu Sonjo dan Merti Dusun; (2) menurut perspektif fungsional yang dikembangkan oleh Emile Durkheim, agama dapat berkontribusi untuk membangun budaya perdamaian melalui fungsifungsinya; dan (3) budaya-budaya lokal tersebut dapat digunakan untuk memperkuat pertahanan Indonesia dalam skala kewilayahan. Bagaimanapun juga, sangat penting untuk belajar dari daerah yang sukses menjaga perdamaian untuk mencegah terjadinya konflik, karena konflik terlepas dari apapun ukurannya selalu memiliki kecenderungan untuk mendatangkan dampak negatif terutama jika mengarah pada kekerasan. |
| Bentuk Karya | Tidak ada kode yang sesuai |
| Target Pembaca | Tidak ada kode yang sesuai |
Informasi: Di sini Anda dapat mengakses seluruh konten digital yang tersedia untuk koleksi ini.
Tombol "Baca Buku" di bawah sampul hanya menampilkan file pertama sebagai preview.
| No | Nama File | Nama File Format Flash | Format | Aksi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | c3a03bd8a86551ab4c58e3c1e486190e.pdf | c3a03bd8a86551ab4c58e3c1e486190e.pdf | Baca | |
| 2 | fd5195a79c4ac7f81976943e32750cf8.pdf | fd5195a79c4ac7f81976943e32750cf8.pdf | Baca | |
| 3 | a1a9df9af9737e50df0fe7a93280bc78.pdf | a1a9df9af9737e50df0fe7a93280bc78.pdf | Baca | |
| 4 | a181252c62fbace4dd17a961b8b1edfd.pdf | a181252c62fbace4dd17a961b8b1edfd.pdf | Baca | |
| 5 | 90caf86d0dc8a83542e075c53c5a0c99.pdf | 90caf86d0dc8a83542e075c53c5a0c99.pdf | Baca | |
| 6 | 7f4c7b87ef61d01f99887b1f6046d190.pdf | 7f4c7b87ef61d01f99887b1f6046d190.pdf | Baca | |
| 7 | 58cd5b0982fa36823e79306f8b7e5975.pdf | 58cd5b0982fa36823e79306f8b7e5975.pdf | Baca | |
| 8 | 66bafd3991a47ed8e60563e387a6bcc2.pdf | 66bafd3991a47ed8e60563e387a6bcc2.pdf | Baca |
Informasi: Di sini Anda dapat melihat ketersediaan eksemplar fisik koleksi ini di perpustakaan beserta lokasinya.
| No | No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan | Aksi |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | T.33.18.022 | T.33.18.022 | Dapat dipinjam | Perpustakaan Sentul (Pusat) - Ruang Referensi Perpustakaan Universitas Pertahanan | Tersedia | - |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000000001910 | ||
| 005 | 20260213093755 | ||
| 008 | 260213################|##########|#|## | ||
| 035 | # | # | $a 0010-1225001910 |
| 041 | $a id | ||
| 082 | # | # | $a NONE |
| 090 | $a T.33.18.022 | ||
| 100 | 0 | # | $a MURYENTHI AMBARSARI |
| 245 | 1 | # | $a ANALISIS KONTRIBUSI AGAMA DAN BUDAYA DAMAI PADA MASYARAKAT AMBARAWA YANG MULTIKULTUR SEBAGAI UPAYA MENJAGA KESELAMATAN BANGSA |
| 260 | # | # | $a Bogor :$b Universitas Pertahanan Republik Indonesia,$c 2018 |
| 500 | # | # | $a Ambarawa dikenal sebagai salah satu daerah yang damai di Indonesia. Meskipun Ambarawa diberkahi dengan masyarakat yang multikultural dan multiagama, tetapi masyarakat yang hidup di daerah ini menunjukkan interaksi yang damai di antara mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana perdamaian dapat tercipta dalam masyarakat yang multikultur melalui analisis terhadap budaya-budaya damai di Ambarawa dan kontribusi agama dalam menggalakan perdamaian dan keharmonisan. Fenomena damai di Ambarawa dipandang sebagai dampak dari berbagai praktik adat serta pemahaman nilai-nilai agama yang lebih dalam oleh masyarakat. Dengan kata lain, agama diyakini memainkan peran penting untuk membangun dan mengembangkan rasa kebersamaan, toleransi terhadap berbagai pihak, dan juga saling menghormati satu sama lain. Lebih lanjut, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian deskriptif analitis.Sedangkan untuk teknik pengumpulan data, peneliti akan menggunakan studi literatur, dokumentasi, dan wawancara. Secara keseluruhan, hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) terdapat dua budaya lokal di Ambarawa yang dapat dijadikan mekanisme lokal untuk menjaga perdamaian yaitu Sonjo dan Merti Dusun; (2) menurut perspektif fungsional yang dikembangkan oleh Emile Durkheim, agama dapat berkontribusi untuk membangun budaya perdamaian melalui fungsifungsinya; dan (3) budaya-budaya lokal tersebut dapat digunakan untuk memperkuat pertahanan Indonesia dalam skala kewilayahan. Bagaimanapun juga, sangat penting untuk belajar dari daerah yang sukses menjaga perdamaian untuk mencegah terjadinya konflik, karena konflik terlepas dari apapun ukurannya selalu memiliki kecenderungan untuk mendatangkan dampak negatif terutama jika mengarah pada kekerasan. |
| 650 | 4 | $a Damai dan Resolusi Konflik -- Budaya Damai -- Ambarawa -- Nilai-Nilai Agama -- Masyarakat Multiagama -- Multikulturalisme | |
| 700 | 0 | # | $a Herlina Sarangih |
| 700 | 0 | # | $a I Gede Sumertha |
| 700 | 0 | # | $a I Nyoman Astawa |
| 700 | 0 | # | $a I Wayan Midhio |
| 700 | 0 | # | $a M. Halkis |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :