Judul DIPLOMASI PERTAHANAN SINGAPURA TERHADAP INDONESIA UNTUK MENYEPAKATI DEFENSE COOPERATION AGREEMENT TAHUN 2007-2017
Pengarang Afrizal Hendra
JANA MILIA
Muhammad Halkis
Surryanto
Yandry Kurniawan
Wibisono Poespitohadi
Penerbitan Bogor : Universitas Pertahanan Republik Indonesia, 2018
Subjek diplomasi pertahanan -- Kepentingan Nasional -- Ekstradisi -- Defense Cooperation Agreement
Catatan Penelitian ini berupaya untuk menganalisis mengapa diplomasi pertahanan Singapura terhadap Indonesia untuk menyepakati defense cooperation agreement tahun 2007 hingga 2017 belum berhasil dilakukan. Perjanjian kerjasama pertahanan antara Indonesia dan Singapura ini ditandatangani tanggal 27 April 2007 di Tampak Siring, Bali oleh kedua Menteri Pertahanan yang menandai kesepakatan dalam berbagai kerjasama pertahanan dalam isi DCA tersebut. Perjanjian pertahanan tersebut merupakan lanjutan dari kerjasama pertahanan yang telah berlangsung sejak 1995 dan berakhir tahun 2003 yaitu Military Training Area. Ditambah juga DCA yang merupakan inisiasi dari Singapura tersebut malah dipaketkan dengan perjanjian ekstradisi. Seteah ditandatangani dan dibawa ke Internal Indonesia malah tidak menyetujui perjanjian tersebut dengan tidak meratifikasiperjanjian tersebut oleh DPR RI. Untuk itu, penelitian ini akan membahas mengenai faktor atau variabel apa yang menjadikan diplomasi pertahanan khususnya Singapura gagal dilakukan. Penelitian ini menggunakan perspektif liberalisme, konsep diplomasi pertahanan, dan diplomasi bilateral. Metode penelitian yang digunakan ialah metode deskriptif analitis. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan 7 informan yang meliputi, akademisi, praktisi, dan pakar di bidang terkait. Data yang digunakan juga diperoleh dari berbagai literatur. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa diplomasi pertahanan yang dilakukan Singapura untuk menyepakati DCA tidak berhasil dikarenakan terdapat perbedaan pandangan mengenai kepentingan nasional antara Indonesia dan Singapura. Perbedaan pandangan tersebut berada di internal Indonesia antara Pemerintah RI dan DPR RI. Dimana Pemerintah mengedepankan keuntungan sedangkan DPR RI mengedepankan kedaulatan.
Bentuk Karya Tidak ada kode yang sesuai
Target Pembaca Tidak ada kode yang sesuai

 
Informasi: Di sini Anda dapat mengakses seluruh konten digital yang tersedia untuk koleksi ini. Tombol "Baca Buku" di bawah sampul hanya menampilkan file pertama sebagai preview.
No Nama File Nama File Format Flash Format Aksi
1 f3d358333fa213b80a16c0be5a7e3da6.pdf f3d358333fa213b80a16c0be5a7e3da6.pdf pdf Baca
2 518419c252b3dd1ef5771127391bf0ce.pdf 518419c252b3dd1ef5771127391bf0ce.pdf pdf Baca
3 db36d433e675af474869a39c7d70c4e5.pdf db36d433e675af474869a39c7d70c4e5.pdf pdf Baca
4 b2ff1e66857e8319cbe33d884a393439.pdf b2ff1e66857e8319cbe33d884a393439.pdf pdf Baca
5 0bbfdaf1f4e86412e886d1fe78bb6186.pdf 0bbfdaf1f4e86412e886d1fe78bb6186.pdf pdf Baca
6 ae3d04689707eb2ef71fcb35e2dae120.pdf ae3d04689707eb2ef71fcb35e2dae120.pdf pdf Baca
7 f6f1ea1f562e1716757f1785f1478fbf.pdf f6f1ea1f562e1716757f1785f1478fbf.pdf pdf Baca
8 e94baa6c3bd794b9946847d402b13c7a.pdf e94baa6c3bd794b9946847d402b13c7a.pdf pdf Baca
Informasi: Di sini Anda dapat melihat ketersediaan eksemplar fisik koleksi ini di perpustakaan beserta lokasinya.
No No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan Aksi
1 T1825 T.13.18.019 Dapat dipinjam Perpustakaan Sentul (Pusat) - Ruang Referensi Perpustakaan Universitas Pertahanan Tersedia -
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000000002058
005 20260213091922
008 260213################|##########|#|##
035 # # $a 0010-1225002058
041 $a id
082 # # $a NONE
100 0 # $a Afrizal Hendra
245 1 # $a DIPLOMASI PERTAHANAN SINGAPURA TERHADAP INDONESIA UNTUK MENYEPAKATI DEFENSE COOPERATION AGREEMENT TAHUN 2007-2017
260 # # $a Bogor :$b Universitas Pertahanan Republik Indonesia,$c 2018
500 # # $a Penelitian ini berupaya untuk menganalisis mengapa diplomasi pertahanan Singapura terhadap Indonesia untuk menyepakati defense cooperation agreement tahun 2007 hingga 2017 belum berhasil dilakukan. Perjanjian kerjasama pertahanan antara Indonesia dan Singapura ini ditandatangani tanggal 27 April 2007 di Tampak Siring, Bali oleh kedua Menteri Pertahanan yang menandai kesepakatan dalam berbagai kerjasama pertahanan dalam isi DCA tersebut. Perjanjian pertahanan tersebut merupakan lanjutan dari kerjasama pertahanan yang telah berlangsung sejak 1995 dan berakhir tahun 2003 yaitu Military Training Area. Ditambah juga DCA yang merupakan inisiasi dari Singapura tersebut malah dipaketkan dengan perjanjian ekstradisi. Seteah ditandatangani dan dibawa ke Internal Indonesia malah tidak menyetujui perjanjian tersebut dengan tidak meratifikasiperjanjian tersebut oleh DPR RI. Untuk itu, penelitian ini akan membahas mengenai faktor atau variabel apa yang menjadikan diplomasi pertahanan khususnya Singapura gagal dilakukan. Penelitian ini menggunakan perspektif liberalisme, konsep diplomasi pertahanan, dan diplomasi bilateral. Metode penelitian yang digunakan ialah metode deskriptif analitis. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan 7 informan yang meliputi, akademisi, praktisi, dan pakar di bidang terkait. Data yang digunakan juga diperoleh dari berbagai literatur. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa diplomasi pertahanan yang dilakukan Singapura untuk menyepakati DCA tidak berhasil dikarenakan terdapat perbedaan pandangan mengenai kepentingan nasional antara Indonesia dan Singapura. Perbedaan pandangan tersebut berada di internal Indonesia antara Pemerintah RI dan DPR RI. Dimana Pemerintah mengedepankan keuntungan sedangkan DPR RI mengedepankan kedaulatan.
650 4 $a diplomasi pertahanan -- Kepentingan Nasional -- Ekstradisi -- Defense Cooperation Agreement
700 0 # $a JANA MILIA
700 0 # $a Muhammad Halkis
700 0 # $a Surryanto
700 0 # $a Wibisono Poespitohadi
700 0 # $a Yandry Kurniawan
Content Unduh katalog