Judul POTENSI PEMANFAATAN KAPAL ILLEGAL FISHING YANG DIRAMPAS NEGARA GUNA MENINGKATKAN KETAHANAN EKONOMI NELAYAN TRADISONAL (STUDI DESA TANJUNG PASIR, KABUPATEN TANGERANG)
Pengarang BAMBANG PROSOJO WICAKSONO
Bambang Wahyudi
Aris Arif Mundayat
Penerbitan Bogor : Universitas Pertahanan Republik Indonesia, 2018
Subjek Ekonomi Pertahanan -- Kelembagaan Ekonomi -- Ketahanan Ekonomi -- Perikanan Tangkap -- Potensi Pemanfaatan Kapal Illegal Fishing
Catatan Sebagai negara maritim, Indonesia memiliki potensi perikanan tangkap yang luar biasa. Potensi perikanan diperkirakan 6,7 juta ton/tahun, sementara tingkat pemanfaatan baru mencapai 59 persen dari potensi lestari yang dimiliki. Ironisnya, 61,36 persen dari 26,58 juta jiwa penduduk miskin di Indonesia hidup di kawasan pesisir dan pedesaan. Kemiskinan yang terjadi pada nelayan dikarenakan sebagian besar nelayan masih menggunakan alat penangkapan tradisional, struktur armada penangkapan yang masih didominasi usaha kecil (38 persen kapal motor tempel) dengan area tangkap di bawah 4 mil, penanganan pasca panen yang rendah, sulitnya pengadaan logistik, kondisi overfishing, dinamika kelembagaan sistem produksi yang masih tergantung pada aktor non- formal, serta ketidakmampuan lembaga formal untuk memfasilitasi nelayan. Untuk meningkatkan produksi perikanan tangkap dan menyikapi wilayah pesisir yang overfishing, maka dibutuhkan armada kapal yang mampu mendorong produksi di area lepas pantai. Sehingga kondisi wilayah pesisir perlahan kembali sehat. Selama kurun waktu 2014-2017, sebanyak 363 kapal illegal fishing yang ditenggelamkan dengan tonase terbesar mencapai 4.306 GT. Melihat armada perikanan kita yang didominasi oleh kapal motor tempel, maka kapal-kapal illegal fishing diharapkan mampu menjadi bagian dari armada kapal nasional untuk mendorong produksi perikanan tangkap. Tujuan dari penelitian ini menganalisis potensi pemanfaatan kapal illegal fishing yang telah dirampas negara untuk digunakan terbangunnya kelembagaan ekonomi nelayan guna meningkatkan ekonomi nelayan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis teori kelembagaan ekonomi dan ketahanan ekonomi untuk melihat model kelembagaan nelayan yang ada saat ini. Hasil analisis dari penelitian ini menemukan bahwa kelembagaan ekonomi yang ada pada nelayan mengalami ketergantungan terhadap lembaga keuangan non-formal pada pengadaan modal produksi. Pemanfaatan kapal illegal fishing pada kondisi saat ini tidak akan optimal jika diberikan kepada nelayan secara langsung. Pemanfaatan kapal-kapal bisa dihibahkan kepada BUMN ataupun BUM Desa untuk mendorong produksi perikanan akan menciptakan penyerapan tenaga kerja. Sehingga kelembagaan ekonomi nelayan akan tercipta mengikuti peningkatan produksi.
Bentuk Karya Tidak ada kode yang sesuai
Target Pembaca Tidak ada kode yang sesuai

 
Informasi: Di sini Anda dapat mengakses seluruh konten digital yang tersedia untuk koleksi ini. Tombol "Baca Buku" di bawah sampul hanya menampilkan file pertama sebagai preview.
No Nama File Nama File Format Flash Format Aksi
1 f6f5cfe3964acc52ec7475bfec3173a3.pdf f6f5cfe3964acc52ec7475bfec3173a3.pdf pdf Baca
2 73d504cb5a40bec8d78c8eb9de211613.pdf 73d504cb5a40bec8d78c8eb9de211613.pdf pdf Baca
3 7b14cc6011c9d8b4cab97ed6392b2464.pdf 7b14cc6011c9d8b4cab97ed6392b2464.pdf pdf Baca
4 baeea36e96c79438e82076163e6d31fb.pdf baeea36e96c79438e82076163e6d31fb.pdf pdf Baca
5 6661208d038691190434180199aef760.pdf 6661208d038691190434180199aef760.pdf pdf Baca
6 892babf94a62e73fef13f07e23999f43.pdf 892babf94a62e73fef13f07e23999f43.pdf pdf Baca
7 d90871d4cd66da4476388b98717f1399.pdf d90871d4cd66da4476388b98717f1399.pdf pdf Baca
8 ebb25e0a4e8d2a44cf9d5cc253be1b19.pdf ebb25e0a4e8d2a44cf9d5cc253be1b19.pdf pdf Baca
Informasi: Di sini Anda dapat melihat ketersediaan eksemplar fisik koleksi ini di perpustakaan beserta lokasinya.
No No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan Aksi
1 T.23.19.008 T.23.19.008 Dapat dipinjam Perpustakaan Sentul (Pusat) - Ruang Referensi Perpustakaan Universitas Pertahanan Tersedia -
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000000002086
005 20260213091403
008 260213################|##########|#|##
035 # # $a 0010-1225002086
082 # # $a NONE
090 $a T.23..19.008
100 0 # $a BAMBANG PROSOJO WICAKSONO
245 1 # $a POTENSI PEMANFAATAN KAPAL ILLEGAL FISHING YANG DIRAMPAS NEGARA GUNA MENINGKATKAN KETAHANAN EKONOMI NELAYAN TRADISONAL (STUDI DESA TANJUNG PASIR, KABUPATEN TANGERANG)
260 # # $a Bogor :$b Universitas Pertahanan Republik Indonesia,$c 2018
500 # # $a Sebagai negara maritim, Indonesia memiliki potensi perikanan tangkap yang luar biasa. Potensi perikanan diperkirakan 6,7 juta ton/tahun, sementara tingkat pemanfaatan baru mencapai 59 persen dari potensi lestari yang dimiliki. Ironisnya, 61,36 persen dari 26,58 juta jiwa penduduk miskin di Indonesia hidup di kawasan pesisir dan pedesaan. Kemiskinan yang terjadi pada nelayan dikarenakan sebagian besar nelayan masih menggunakan alat penangkapan tradisional, struktur armada penangkapan yang masih didominasi usaha kecil (38 persen kapal motor tempel) dengan area tangkap di bawah 4 mil, penanganan pasca panen yang rendah, sulitnya pengadaan logistik, kondisi overfishing, dinamika kelembagaan sistem produksi yang masih tergantung pada aktor non- formal, serta ketidakmampuan lembaga formal untuk memfasilitasi nelayan. Untuk meningkatkan produksi perikanan tangkap dan menyikapi wilayah pesisir yang overfishing, maka dibutuhkan armada kapal yang mampu mendorong produksi di area lepas pantai. Sehingga kondisi wilayah pesisir perlahan kembali sehat. Selama kurun waktu 2014-2017, sebanyak 363 kapal illegal fishing yang ditenggelamkan dengan tonase terbesar mencapai 4.306 GT. Melihat armada perikanan kita yang didominasi oleh kapal motor tempel, maka kapal-kapal illegal fishing diharapkan mampu menjadi bagian dari armada kapal nasional untuk mendorong produksi perikanan tangkap. Tujuan dari penelitian ini menganalisis potensi pemanfaatan kapal illegal fishing yang telah dirampas negara untuk digunakan terbangunnya kelembagaan ekonomi nelayan guna meningkatkan ekonomi nelayan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis teori kelembagaan ekonomi dan ketahanan ekonomi untuk melihat model kelembagaan nelayan yang ada saat ini. Hasil analisis dari penelitian ini menemukan bahwa kelembagaan ekonomi yang ada pada nelayan mengalami ketergantungan terhadap lembaga keuangan non-formal pada pengadaan modal produksi. Pemanfaatan kapal illegal fishing pada kondisi saat ini tidak akan optimal jika diberikan kepada nelayan secara langsung. Pemanfaatan kapal-kapal bisa dihibahkan kepada BUMN ataupun BUM Desa untuk mendorong produksi perikanan akan menciptakan penyerapan tenaga kerja. Sehingga kelembagaan ekonomi nelayan akan tercipta mengikuti peningkatan produksi.
650 4 $a Ekonomi Pertahanan -- Kelembagaan Ekonomi -- Ketahanan Ekonomi -- Perikanan Tangkap -- Potensi Pemanfaatan Kapal Illegal Fishing
700 0 # $a Aris Arif Mundayat
700 0 # $a Bambang Wahyudi
Content Unduh katalog