Judul POTENSI KONFLIK TENAGA KERJA ERA MASYARAKAT EKONOMI ASEAN (MEA) DI INDONESIA
Pengarang UUN KUNARIAH
suyono thamrin
Bambang Wahyudi
Siswo Hadi Sumantri
Supandi
Surryanto D. W
Penerbitan Jakarta : Universitas Pertahanan Republik Indonesia, 2018
Subjek Prodi Damai dan Resolusi Konflik -- Potensi Konflik -- pencegahan konflik -- aktor konflik -- MEA
Catatan Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan menganalisis potensi konflik dan pencegahan konflik tenaga kerja era masyarakat ekonomi Asean (MEA) di Indonesia. Sampel penelitian terdiri dari pihak pemerintah, serikat pekerja, pengamat ekonomi dan perusahaan. Potensi konflik tenaga kerja era masyarakat ekonomi Asean (MEA) di Indonesia belum bersifat tebuka, tapi konflik dapat terjadi di masa depan berdasarkan pemetaan potensi konflik di lapangan antara lain: 1. Faktor Konflik yakni: a. akar konflik yaitu 1. Internal Indonesia meliputi: a. kebijakan dan aturan pemerintah, b. implementasi kebijakan, c. Pendidikan dan ketidaksiapan SDM Indonesia menghadapi MEA, 2. Eksternal Indonesia meliputi: a. unfair trade, pengiriman tenaga kerja terampil tidak sesuai dengan MRAs, b. Kesepakatan pemberlakuan Era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) sebagai instrument pembangunan ekonomi Kawasan ASEAN, dalam prakteknya dipersepsikan menimbulkan ketidakadilan bagi I Indonesia, b. Akselelator yaitu serbuan tenaga kerjaa asing karena tarikan investasi asing demi mempercepat pembangunan di bidang infrastruktur seperti tambang, pembangkit listrik dan smelter, c. Pemicu yaitu daya saing tenaga kerja indonesia yang masih rendah dibandingkan dengan negara negara anggota Asean lainnya. 2. Aktor Konflik yakni: a. Fungsional (pemerintah) , b. Provokator (pengusaha dan agent/makelar), c. Kelompok rentan (tenaga kerja lokal). Penanganan Pencegahan konflik tenaga kerja era MEA di Indonesia meliputi enam (6) aktor yang memiliki peran penting selaku stakeholder yaitu: pemerintah pusat dan daerah, pengusaha, dunia usaha, kalangan pekerja, dunia pendidikan dan masyarakat umum. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitik. Data penelitian didapatkan melalui wawancara, studi pustaka, dan observasi di lapangan. Analisis hasil penelitian dilakukan dengan teori kerangka dinamis dan pencegahan konflik (Ichsan Malik, 2015) dan Pengukuran eskalasi dengan teori Glasl’s Conflict Escalation Models dengan lima tahapan yaitu: hardening, debat dan polemic, tindakan bukan kata-kata, gambaran dan koalisi dan kehilangan muka.
Bentuk Karya Tidak ada kode yang sesuai
Target Pembaca Tidak ada kode yang sesuai

 
Informasi: Di sini Anda dapat mengakses seluruh konten digital yang tersedia untuk koleksi ini. Tombol "Baca Buku" di bawah sampul hanya menampilkan file pertama sebagai preview.
No Nama File Nama File Format Flash Format Aksi
1 6835a723af4b92b8bc4f748cd8820cc1.pdf 6835a723af4b92b8bc4f748cd8820cc1.pdf pdf Baca
2 b037a680f287b9e19114691124cd431a.pdf b037a680f287b9e19114691124cd431a.pdf pdf Baca
3 f57dd2ceaa3c35cdb464ca3887a1744b.pdf f57dd2ceaa3c35cdb464ca3887a1744b.pdf pdf Baca
4 ad5e13a977e2dcdbf8fd0dce24f0add6.pdf ad5e13a977e2dcdbf8fd0dce24f0add6.pdf pdf Baca
5 39e5bc06d4ac1ed9ffd3062ab9b1c0da.pdf 39e5bc06d4ac1ed9ffd3062ab9b1c0da.pdf pdf Baca
6 862ca27981554897825d9be4a21f4169.pdf 862ca27981554897825d9be4a21f4169.pdf pdf Baca
7 b2fa47da69d2d5037f8c716b25e0b58a.pdf b2fa47da69d2d5037f8c716b25e0b58a.pdf pdf Baca
8 fed094e2d4d434236dd0bdf45ddf3230.pdf fed094e2d4d434236dd0bdf45ddf3230.pdf pdf Baca
Informasi: Di sini Anda dapat melihat ketersediaan eksemplar fisik koleksi ini di perpustakaan beserta lokasinya.
No No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan Aksi
1 T.13.18.016 T.13.18.016 Dapat dipinjam Perpustakaan Sentul (Pusat) - Ruang Referensi Perpustakaan Universitas Pertahanan Tersedia -
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000000001918
005 20260213085908
008 260213################|##########|#|##
035 # # $a 0010-1225001918
041 $a id
082 # # $a NONE
090 $a T.13.18.016
100 0 # $a UUN KUNARIAH
245 1 # $a POTENSI KONFLIK TENAGA KERJA ERA MASYARAKAT EKONOMI ASEAN (MEA) DI INDONESIA
260 # # $a Jakarta :$b Universitas Pertahanan Republik Indonesia,$c 2018
500 # # $a Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan menganalisis potensi konflik dan pencegahan konflik tenaga kerja era masyarakat ekonomi Asean (MEA) di Indonesia. Sampel penelitian terdiri dari pihak pemerintah, serikat pekerja, pengamat ekonomi dan perusahaan. Potensi konflik tenaga kerja era masyarakat ekonomi Asean (MEA) di Indonesia belum bersifat tebuka, tapi konflik dapat terjadi di masa depan berdasarkan pemetaan potensi konflik di lapangan antara lain: 1. Faktor Konflik yakni: a. akar konflik yaitu 1. Internal Indonesia meliputi: a. kebijakan dan aturan pemerintah, b. implementasi kebijakan, c. Pendidikan dan ketidaksiapan SDM Indonesia menghadapi MEA, 2. Eksternal Indonesia meliputi: a. unfair trade, pengiriman tenaga kerja terampil tidak sesuai dengan MRAs, b. Kesepakatan pemberlakuan Era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) sebagai instrument pembangunan ekonomi Kawasan ASEAN, dalam prakteknya dipersepsikan menimbulkan ketidakadilan bagi I Indonesia, b. Akselelator yaitu serbuan tenaga kerjaa asing karena tarikan investasi asing demi mempercepat pembangunan di bidang infrastruktur seperti tambang, pembangkit listrik dan smelter, c. Pemicu yaitu daya saing tenaga kerja indonesia yang masih rendah dibandingkan dengan negara negara anggota Asean lainnya. 2. Aktor Konflik yakni: a. Fungsional (pemerintah) , b. Provokator (pengusaha dan agent/makelar), c. Kelompok rentan (tenaga kerja lokal). Penanganan Pencegahan konflik tenaga kerja era MEA di Indonesia meliputi enam (6) aktor yang memiliki peran penting selaku stakeholder yaitu: pemerintah pusat dan daerah, pengusaha, dunia usaha, kalangan pekerja, dunia pendidikan dan masyarakat umum. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitik. Data penelitian didapatkan melalui wawancara, studi pustaka, dan observasi di lapangan. Analisis hasil penelitian dilakukan dengan teori kerangka dinamis dan pencegahan konflik (Ichsan Malik, 2015) dan Pengukuran eskalasi dengan teori Glasl’s Conflict Escalation Models dengan lima tahapan yaitu: hardening, debat dan polemic, tindakan bukan kata-kata, gambaran dan koalisi dan kehilangan muka.
650 4 $a Prodi Damai dan Resolusi Konflik -- Potensi Konflik -- pencegahan konflik -- aktor konflik -- MEA
700 0 # $a Bambang Wahyudi
700 0 # $a Siswo Hadi Sumantri
700 0 # $a Supandi
700 0 # $a Surryanto D. W
700 0 # $a suyono thamrin
Content Unduh katalog