| Judul | PENGOLAHAN PETA RAWAN BENCANA BANJIR DAN TANAH LONGSOR BERDASARKAN PEMODELAN CUACA DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI WILAYAH KABUPATEN BELU NUSA TENGGARA TIMUR |
| Pengarang | HEDE JACOBETH MANGNGI ULY GENTIO HARSONO Trismadi Sobar Sutisna Syachrul Arief Makmur Supriyatno |
| Penerbitan | Bogor : Universitas Pertahanan Republik Indonesia, 2023 |
| Subjek | TEKNOLOGI PENGINDERAAN |
| Catatan | Kejadian Cuaca Ekstrem yang sering dihadapi Indonesia, melanda Nusa Tenggara Timur pada April 2021. Siklon Tropis Seroja yang terjadi pada 45 April 2021 mengakibatkan bencana banjir dan tanah longsor di wilayah Nusa Tenggara Timur, khususnya Kabupaten Belu sebagai wilayah perbatasan negara. Siklon Tropis yang terjadi menimbulkan kerugian materil hingga korban jiwa. Salah satu penyebab kerugian materil dan korban jiwa ini adalah kurangnya pengetahuan pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi bencana hidrometeorologi khususnya banjir dan tanah longsor. Hal ini menjadi dasar dalam penelitian pemetaan ini. Beberapa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kemiringan lereng, curah hujan, tutupan lahan, jenis tanah, elevasi, kerapatan aliran sungai, dan geologi. Pengolahan data dilakukan dengan metode skorring dan pembobotan pada setiap parameter dan digunakan dalam perhitungan kerawanan banjir dan tanah longsor di Kabupaten Belu. Kondsi atmosfer Kabupaten Belu data terlihat dari pemodelan cuaca serta citra satelit yang ditampilkan oleh satelit Himawari-8. Hasil penelitian ini adalah peta kerawanan bencana banjir dan tanah longsor wilayah Kabupaten Belu dengan hasil diperoleh daerah dengan kategori sangat rawan dengan luas wilayah 7,1 km2 untuk bencana tanah longsor yaitu Kecamatan Lamaknen dan Lamaknen Selatan, dan untuk bencana banjir, wilayah dengan kategori sangat rawan meliputi Kakuluk Mesak, Raihat dan Raimanuk. Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam merumuskan system mitigasi bencana yang tepat dalam menghadapi potensi terjadinya siklon tropis yang mungkin akan terjadi kembali. Penelitian ini juga diharapkan dapat menambah khasanah pengetahuan dalam mitigasi bencana. |
| Bentuk Karya | Tidak ada kode yang sesuai |
| Target Pembaca | Tidak ada kode yang sesuai |
Informasi: Di sini Anda dapat mengakses seluruh konten digital yang tersedia untuk koleksi ini.
Tombol "Baca Buku" di bawah sampul hanya menampilkan file pertama sebagai preview.
| No | Nama File | Nama File Format Flash | Format | Aksi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | 91a0040311a60daa4c3381bb905a0398.pdf | 91a0040311a60daa4c3381bb905a0398.pdf | Baca | |
| 2 | 2876ad0973c15a398137ba6e61f7d3a2.pdf | 2876ad0973c15a398137ba6e61f7d3a2.pdf | Baca | |
| 3 | b5219bfe5fd1cc4db0234e7976aa4904.pdf | b5219bfe5fd1cc4db0234e7976aa4904.pdf | Baca | |
| 4 | 3c14ea23cbed2c4cfed17444f80b0d33.pdf | 3c14ea23cbed2c4cfed17444f80b0d33.pdf | Baca | |
| 5 | 24b2023adcd685d21773d194b6dc7a3a.pdf | 24b2023adcd685d21773d194b6dc7a3a.pdf | Baca |
Informasi: Di sini Anda dapat melihat ketersediaan eksemplar fisik koleksi ini di perpustakaan beserta lokasinya.
| No | No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan | Aksi |
|---|
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000000002672 | ||
| 005 | 20260213014839 | ||
| 008 | 260213################|##########|#|## | ||
| 035 | # | # | $a 0010-1225002672 |
| 041 | $a id | ||
| 082 | # | # | $a NONE |
| 100 | 0 | # | $a HEDE JACOBETH MANGNGI ULY |
| 245 | 1 | # | $a PENGOLAHAN PETA RAWAN BENCANA BANJIR DAN TANAH LONGSOR BERDASARKAN PEMODELAN CUACA DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI WILAYAH KABUPATEN BELU NUSA TENGGARA TIMUR |
| 260 | # | # | $a Bogor :$b Universitas Pertahanan Republik Indonesia,$c 2023 |
| 500 | # | # | $a Kejadian Cuaca Ekstrem yang sering dihadapi Indonesia, melanda Nusa Tenggara Timur pada April 2021. Siklon Tropis Seroja yang terjadi pada 45 April 2021 mengakibatkan bencana banjir dan tanah longsor di wilayah Nusa Tenggara Timur, khususnya Kabupaten Belu sebagai wilayah perbatasan negara. Siklon Tropis yang terjadi menimbulkan kerugian materil hingga korban jiwa. Salah satu penyebab kerugian materil dan korban jiwa ini adalah kurangnya pengetahuan pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi bencana hidrometeorologi khususnya banjir dan tanah longsor. Hal ini menjadi dasar dalam penelitian pemetaan ini. Beberapa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kemiringan lereng, curah hujan, tutupan lahan, jenis tanah, elevasi, kerapatan aliran sungai, dan geologi. Pengolahan data dilakukan dengan metode skorring dan pembobotan pada setiap parameter dan digunakan dalam perhitungan kerawanan banjir dan tanah longsor di Kabupaten Belu. Kondsi atmosfer Kabupaten Belu data terlihat dari pemodelan cuaca serta citra satelit yang ditampilkan oleh satelit Himawari-8. Hasil penelitian ini adalah peta kerawanan bencana banjir dan tanah longsor wilayah Kabupaten Belu dengan hasil diperoleh daerah dengan kategori sangat rawan dengan luas wilayah 7,1 km2 untuk bencana tanah longsor yaitu Kecamatan Lamaknen dan Lamaknen Selatan, dan untuk bencana banjir, wilayah dengan kategori sangat rawan meliputi Kakuluk Mesak, Raihat dan Raimanuk. Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam merumuskan system mitigasi bencana yang tepat dalam menghadapi potensi terjadinya siklon tropis yang mungkin akan terjadi kembali. Penelitian ini juga diharapkan dapat menambah khasanah pengetahuan dalam mitigasi bencana. |
| 650 | # | 4 | $a TEKNOLOGI PENGINDERAAN |
| 700 | 0 | # | $a GENTIO HARSONO |
| 700 | 0 | # | $a Makmur Supriyatno |
| 700 | 0 | # | $a Sobar Sutisna |
| 700 | 0 | # | $a Syachrul Arief |
| 700 | 0 | # | $a Trismadi |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :