Judul PENENTUAN LOKASI POS PENGAMANAN DALAMMENDUKUNG OPERASI TERITORIAL DI WILAYAH KABUPATEN PUNCAK, PAPUA TENGAH
Pengarang MUHAMMAD HAFIZH SYAFI'I
Asep Adang Supriyadi
Aris Poniman
Sukendra Martha
Rudy Agus Gemilang Gultom
Makmur Supriyatno
Penerbitan Bogor : Universitas Pertahanan Republik Indonesia, 2023
Subjek Pertahanan Negara -- Teknologi Penginderaan -- Sistem Informasi Geografis -- Intelijen Geospasial -- Kelompok Separatis Teroris Papua -- Pos Pengamanan
Catatan Kondisi keamanan dan kehidupan bermasyarakat di wilayah Papua sampai saat ini belum kondusif. Hal ini dipicu oleh adanya konflik yang berkepanjangan antara Pemerintah Republik Indonesia dengan Kelompok Separatis Teroris Papua (KSTP) yang menginginkan berpisah dari kedaulatan Negara kesatuan Republik Indonesia dan mengancam pertahanan negara. Tindakan penyerangan yang dilakukan oleh gerakan separatis di Papua menyerang masyarakat sipil dan aparat keamanan hingga saat ini masih sering terjadi. Kabupaten puncak merupakan salah satu daerah dengan tingkat penyerangan tertinggi di Papua sehingga diperlukan analisis spasial dalam penempatan pos pengamanan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan rekomendasi penempatan pos pengamanan yang akan ditempati oleh pasukan keamanan dalam rangka mendukung operasi teritorial di Kabupaten Puncak. Metode penelitian dengan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan Geospatial Intelligence dan sistem informasi geografis antara lain; analisis tutupan lahan, AHP, Geographic Profiling, dan Analisis multikriteria.Berdasarkan analisis pengaruh parameter yang dilakukan dengan menggunakan metode AHP, didapatkan bahwa lokasi kejadian penyerangan merupakan faktor utama dalam penentuan penempatan pos pengamanan wilayah. Zona dengan kepadatan kejadian penyerangan didominasi dengan area terbangun dan juga padang rumput. Kedua areal ini merupakan areal dengan tingkat aktivitas manusia yang cukup signifikan sehingga dapat dijadikan wilayah sasaran bagi KSTP yang ingin melakukan kegiatan yang mengganggu hingga mengancam masyarakat. Secara geografis, penempatan pos pengamanan yang disarankan berada dekat dengan lokasi publik yang memiliki tingkat aktivitas manusia yang tinggi seperti fasilitas umum dan wilayah pemukiman warga. Terdapat 5 area yang dapat dijadikan tempat pembangunan pos pengamanan di wilayah Kabupaten Puncak. 5 tempat tersebut berada di Desa Aminggaru, Nipuraloma, Yenggernok, Erogama, dan Milawak.
Bentuk Karya Tidak ada kode yang sesuai
Target Pembaca Tidak ada kode yang sesuai

 
Informasi: Di sini Anda dapat mengakses seluruh konten digital yang tersedia untuk koleksi ini. Tombol "Baca Buku" di bawah sampul hanya menampilkan file pertama sebagai preview.
No Nama File Nama File Format Flash Format Aksi
1 a3ccc65e08451b346ebddfb81b054975.pdf a3ccc65e08451b346ebddfb81b054975.pdf pdf Baca
2 36e3b55573fd8f6254f13f2e38183e97.pdf 36e3b55573fd8f6254f13f2e38183e97.pdf pdf Baca
3 157216d433255ff54bb41493fba34c96.pdf 157216d433255ff54bb41493fba34c96.pdf pdf Baca
4 5f21058e51636dbd50db2de18db85e69.pdf 5f21058e51636dbd50db2de18db85e69.pdf pdf Baca
5 46793e4793ca460e801818102a7845cf.pdf 46793e4793ca460e801818102a7845cf.pdf pdf Baca
Informasi: Di sini Anda dapat melihat ketersediaan eksemplar fisik koleksi ini di perpustakaan beserta lokasinya.
No No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan Aksi
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000000002674
005 20260213014638
008 260213################|##########|#|##
035 # # $a 0010-1225002674
041 $a id
082 # # $a NONE
100 0 # $a MUHAMMAD HAFIZH SYAFI'I
245 1 # $a PENENTUAN LOKASI POS PENGAMANAN DALAMMENDUKUNG OPERASI TERITORIAL DI WILAYAH KABUPATEN PUNCAK, PAPUA TENGAH
260 # # $a Bogor :$b Universitas Pertahanan Republik Indonesia,$c 2023
500 # # $a Kondisi keamanan dan kehidupan bermasyarakat di wilayah Papua sampai saat ini belum kondusif. Hal ini dipicu oleh adanya konflik yang berkepanjangan antara Pemerintah Republik Indonesia dengan Kelompok Separatis Teroris Papua (KSTP) yang menginginkan berpisah dari kedaulatan Negara kesatuan Republik Indonesia dan mengancam pertahanan negara. Tindakan penyerangan yang dilakukan oleh gerakan separatis di Papua menyerang masyarakat sipil dan aparat keamanan hingga saat ini masih sering terjadi. Kabupaten puncak merupakan salah satu daerah dengan tingkat penyerangan tertinggi di Papua sehingga diperlukan analisis spasial dalam penempatan pos pengamanan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan rekomendasi penempatan pos pengamanan yang akan ditempati oleh pasukan keamanan dalam rangka mendukung operasi teritorial di Kabupaten Puncak. Metode penelitian dengan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan Geospatial Intelligence dan sistem informasi geografis antara lain; analisis tutupan lahan, AHP, Geographic Profiling, dan Analisis multikriteria.Berdasarkan analisis pengaruh parameter yang dilakukan dengan menggunakan metode AHP, didapatkan bahwa lokasi kejadian penyerangan merupakan faktor utama dalam penentuan penempatan pos pengamanan wilayah. Zona dengan kepadatan kejadian penyerangan didominasi dengan area terbangun dan juga padang rumput. Kedua areal ini merupakan areal dengan tingkat aktivitas manusia yang cukup signifikan sehingga dapat dijadikan wilayah sasaran bagi KSTP yang ingin melakukan kegiatan yang mengganggu hingga mengancam masyarakat. Secara geografis, penempatan pos pengamanan yang disarankan berada dekat dengan lokasi publik yang memiliki tingkat aktivitas manusia yang tinggi seperti fasilitas umum dan wilayah pemukiman warga. Terdapat 5 area yang dapat dijadikan tempat pembangunan pos pengamanan di wilayah Kabupaten Puncak. 5 tempat tersebut berada di Desa Aminggaru, Nipuraloma, Yenggernok, Erogama, dan Milawak.
650 4 $a Pertahanan Negara -- Teknologi Penginderaan -- Sistem Informasi Geografis -- Intelijen Geospasial -- Kelompok Separatis Teroris Papua -- Pos Pengamanan
700 0 # $a Aris Poniman
700 0 # $a Asep Adang Supriyadi
700 0 # $a Makmur Supriyatno
700 0 # $a Rudy Agus Gemilang Gultom
700 0 # $a Sukendra Martha
Content Unduh katalog