Judul PEMBANGUNAN INKLUSIF SEBAGAI RESOLUSI KONFLIK PADA POTENSI KONFLIK BIDANG KETAHANAN SOSIALEKONOMI DI PENAJAM PASER UTARA CALON IBUKOTA NEGARA BARU REPUBLIK INDONESIA
Pengarang Andi Muhammad Ilham Rusali Masdar
Bambang Wahyudi
Agus Adriyanto
Eri R. Hidayat
Puguh Santoso
Pujo Widodo
Penerbitan Bogor : Universitas Pertahanan Republik Indonesia, 2023
Subjek resolusi konflik -- Potensi Konflik -- Damai dan Resolusi Konflik -- IKN baru -- Pembangunan Inklusif
Catatan Ibukota Negara baru Republik Indonesia akan segera berpindah dari DKI Jakarta menuju ke Kalimantan Timur tepatnya di Kabupaten Penajam Paser Utara dan wilayah di Kabupaten Kutai Kartanegara. Hal ini tentunya akan berdampak pada terciptanya gesekan akibat adanya pembangunan serta antara pendatang dan masyarakat lokal yang telah lama tinggal. Terdapat potensi-potensi konflik yang dapat berasal dari berbagai aspek seperti sosial, ekonomi, budaya, politik, dan ini tentunya akan berpengaruh pada ketahanan nasional Indonesia dalam mempersiapkan masa depan IKN baru. Tujuan dari penelitian ini atas dasar pembangunan IKN yang tentunya membutuhkan kajian yang lebih utuh mengenai potensi konflik sosialekonomi agar pemetaan dapat lebih jelas dan lebih mudah untuk menyiapkan resolusi konflik dengan konsep pembangunan inklusif sebelum dan ketika konflik itu sudah terjadi untuk itu digunakan teori pembangunan inklusif serta konflik, dan resolusi konflik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jumlah responden sebanyak 5 responden yang terdiri dari pejabat nasional dan daerah serta tokoh masyarakat setempat yang berfokus pada pembangunan inklusif sebagai resolusi konflik untuk ketahanan dibidang sosial-ekonomi di wilayah IKN baru. Hasil dari penelitian ini berupa potensi konflik sosial-ekonomi yang dikemas dalam sumber-sumber konflik berupa konflik struktural, konflik kepentingan, konflik nilai, konflik sosial psikologis, dan juga konflik data berupa lingkungan, adat istiadat, dan penghidupan masyarakat di IKN. Berdasarkan penelitian ini konsep pembangunan inklusif dapat diterapkan oleh pemerintah pusat dengan memerhatikan tiga komponen yaitu struktur sosial, kultur, dan juga proses sosial. Terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan sebagai tindakan resolusi konflik salah satunya dengan pendekatan pembangunan inklusif yang tentunya membutuhkan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat dalam proses pembangunannya.
Bentuk Karya Tidak ada kode yang sesuai
Target Pembaca Tidak ada kode yang sesuai

 
Informasi: Di sini Anda dapat mengakses seluruh konten digital yang tersedia untuk koleksi ini. Tombol "Baca Buku" di bawah sampul hanya menampilkan file pertama sebagai preview.
No Nama File Nama File Format Flash Format Aksi
1 80aaea2b8f324f3beee3a09385dd99b5.pdf 80aaea2b8f324f3beee3a09385dd99b5.pdf pdf Baca
2 9715d1d5a42ee3e5491f30c780e3de9e.pdf 9715d1d5a42ee3e5491f30c780e3de9e.pdf pdf Baca
3 6a6cc4b19ac186d08c4fbdbed32bf1fd.pdf 6a6cc4b19ac186d08c4fbdbed32bf1fd.pdf pdf Baca
4 61d8c3c35624279ceef6e973be1c4774.pdf 61d8c3c35624279ceef6e973be1c4774.pdf pdf Baca
5 721d6717fae551c36b9225f3bbdfe497.pdf 721d6717fae551c36b9225f3bbdfe497.pdf pdf Baca
Informasi: Di sini Anda dapat melihat ketersediaan eksemplar fisik koleksi ini di perpustakaan beserta lokasinya.
No No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan Aksi
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000000002748
005 20260213093639
008 260213################|##########|#|##
035 # # $a 0010-1225002748
041 $a id
082 # # $a NONE
100 0 # $a Andi Muhammad Ilham Rusali Masdar
245 1 # $a PEMBANGUNAN INKLUSIF SEBAGAI RESOLUSI KONFLIK PADA POTENSI KONFLIK BIDANG KETAHANAN SOSIALEKONOMI DI PENAJAM PASER UTARA CALON IBUKOTA NEGARA BARU REPUBLIK INDONESIA
260 # # $a Bogor :$b Universitas Pertahanan Republik Indonesia,$c 2023
500 # # $a Ibukota Negara baru Republik Indonesia akan segera berpindah dari DKI Jakarta menuju ke Kalimantan Timur tepatnya di Kabupaten Penajam Paser Utara dan wilayah di Kabupaten Kutai Kartanegara. Hal ini tentunya akan berdampak pada terciptanya gesekan akibat adanya pembangunan serta antara pendatang dan masyarakat lokal yang telah lama tinggal. Terdapat potensi-potensi konflik yang dapat berasal dari berbagai aspek seperti sosial, ekonomi, budaya, politik, dan ini tentunya akan berpengaruh pada ketahanan nasional Indonesia dalam mempersiapkan masa depan IKN baru. Tujuan dari penelitian ini atas dasar pembangunan IKN yang tentunya membutuhkan kajian yang lebih utuh mengenai potensi konflik sosialekonomi agar pemetaan dapat lebih jelas dan lebih mudah untuk menyiapkan resolusi konflik dengan konsep pembangunan inklusif sebelum dan ketika konflik itu sudah terjadi untuk itu digunakan teori pembangunan inklusif serta konflik, dan resolusi konflik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jumlah responden sebanyak 5 responden yang terdiri dari pejabat nasional dan daerah serta tokoh masyarakat setempat yang berfokus pada pembangunan inklusif sebagai resolusi konflik untuk ketahanan dibidang sosial-ekonomi di wilayah IKN baru. Hasil dari penelitian ini berupa potensi konflik sosial-ekonomi yang dikemas dalam sumber-sumber konflik berupa konflik struktural, konflik kepentingan, konflik nilai, konflik sosial psikologis, dan juga konflik data berupa lingkungan, adat istiadat, dan penghidupan masyarakat di IKN. Berdasarkan penelitian ini konsep pembangunan inklusif dapat diterapkan oleh pemerintah pusat dengan memerhatikan tiga komponen yaitu struktur sosial, kultur, dan juga proses sosial. Terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan sebagai tindakan resolusi konflik salah satunya dengan pendekatan pembangunan inklusif yang tentunya membutuhkan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat dalam proses pembangunannya.
650 4 $a resolusi konflik -- Potensi Konflik -- Damai dan Resolusi Konflik -- IKN baru -- Pembangunan Inklusif
700 0 # $a Agus Adriyanto
700 0 # $a Bambang Wahyudi
700 0 # $a Eri R. Hidayat
700 0 # $a Puguh Santoso
700 0 # $a Pujo Widodo
Content Unduh katalog