Judul RESOLUSI KONFLIK PENGELOLAAN ASET PASCA PEMBENTUKAN DAERAH OTONOMI BARU DI PROVINSI BANTEN GUNA MENDUKUNG KEAMANAN NASIONAL
Pengarang Mohamad Fahmi
Ichsan Malik
Panji Suwarno
Achmed Sukendro
Syamsunasir
bayu setiawan
Penerbitan Bogor : Universitas Pertahanan Republik Indonesia, 203
Subjek Keamanan Nasional -- resolusi konflik -- Damai dan Resolusi Konflik -- Peran Pemerintah -- Aset Daerah -- Provinsi Banten
Catatan Pembentukan daerah otonomi baru mempunyai sisi positif, salah satunya mempercepat pembangunan di berbagai bidang, peningkatan pelayanan kepada masyarakat, menstimulasi kemandirian daerah serta meningkatkan daya saing daerah otonomi. Namun pada sisi yang lain juga mempunyai dampak negatif, salah satunya konflik aset antara daerah induk dengan otonomi baru di Provinsi Banten yang melibatkan antara Kabupaten Serang dengan Kota Serang, Kabupaten Tangerang dengan Kota Tangerang, dan Kabupaten Tangerang dengan Kota Tangerang Selatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis terjadinya konflik, resolusi konflik dan pihak yang terlibat dalam penanganan konflik pengelolaan aset pasca pembentukan daerah otonomi baru di Provinsi Banten.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, studi pustaka dan dokumentasi dengan melibatkan informan seperti gubernur atau sekretaris daerah dan kepala bidang pengelola aset di beberapa Kabupaten/Kota di Provinsi Banten. Adapun hasil penelitian menunjukan bahwa konflik pengelolaan aset disebabkan oleh; [1] perbedaan persepsi antara daerah induk dengan daerah otonomi baru. [2] Minimnya anggaran daerah dan ketidaksiapan sarana dan prasarana ketika pemekaran dilaksanakan. Potensi ancaman non militer yang dapat terjadi berupa instabilitas politik lokal dan terganggunya roda perekonomian. [3] Upaya resolusi konflik yang telah dilakukan: Pertama, koordinasi antara daerah induk dengan otonomi baru. Kedua, Fasilitasi dan mediasi yang dilakukan oleh pemerintah Provinsi Banten. Ketiga, Pelibatan KPK melalui pencegahan dan pembinaan terkait pengelolaan aset daerah. . Ke depan, penelitian mengenai resolusi konflik pengelolaan aset maupun konflik lain dalam sistem pemerintahan harus terus dikembangkan sesuai dengan situasi dan kondisi perkembangan zaman.
Bentuk Karya Tidak ada kode yang sesuai
Target Pembaca Tidak ada kode yang sesuai

 
Informasi: Di sini Anda dapat mengakses seluruh konten digital yang tersedia untuk koleksi ini. Tombol "Baca Buku" di bawah sampul hanya menampilkan file pertama sebagai preview.
No Nama File Nama File Format Flash Format Aksi
1 116e7cf2077ab6ad8f0613f049c22811.pdf 116e7cf2077ab6ad8f0613f049c22811.pdf pdf Baca
2 baead9b57fcb3dfd6f1562134b870e1f.pdf baead9b57fcb3dfd6f1562134b870e1f.pdf pdf Baca
3 104b5ab52faf2255d2b7255685b8218d.pdf 104b5ab52faf2255d2b7255685b8218d.pdf pdf Baca
4 140b4e3122a29592fe18272f76f9d555.pdf 140b4e3122a29592fe18272f76f9d555.pdf pdf Baca
5 f7408c8031fc3eae17970bff8f560661.pdf f7408c8031fc3eae17970bff8f560661.pdf pdf Baca
Informasi: Di sini Anda dapat melihat ketersediaan eksemplar fisik koleksi ini di perpustakaan beserta lokasinya.
No No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan Aksi
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000000002782
005 20260213090031
008 260213################|##########|#|##
035 # # $a 0010-1225002782
041 $a id
082 # # $a NONE
100 0 # $a Mohamad Fahmi
245 1 # $a RESOLUSI KONFLIK PENGELOLAAN ASET PASCA PEMBENTUKAN DAERAH OTONOMI BARU DI PROVINSI BANTEN GUNA MENDUKUNG KEAMANAN NASIONAL
260 # # $a Bogor :$b Universitas Pertahanan Republik Indonesia,$c 203
500 # # $a Pembentukan daerah otonomi baru mempunyai sisi positif, salah satunya mempercepat pembangunan di berbagai bidang, peningkatan pelayanan kepada masyarakat, menstimulasi kemandirian daerah serta meningkatkan daya saing daerah otonomi. Namun pada sisi yang lain juga mempunyai dampak negatif, salah satunya konflik aset antara daerah induk dengan otonomi baru di Provinsi Banten yang melibatkan antara Kabupaten Serang dengan Kota Serang, Kabupaten Tangerang dengan Kota Tangerang, dan Kabupaten Tangerang dengan Kota Tangerang Selatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis terjadinya konflik, resolusi konflik dan pihak yang terlibat dalam penanganan konflik pengelolaan aset pasca pembentukan daerah otonomi baru di Provinsi Banten.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, studi pustaka dan dokumentasi dengan melibatkan informan seperti gubernur atau sekretaris daerah dan kepala bidang pengelola aset di beberapa Kabupaten/Kota di Provinsi Banten. Adapun hasil penelitian menunjukan bahwa konflik pengelolaan aset disebabkan oleh; [1] perbedaan persepsi antara daerah induk dengan daerah otonomi baru. [2] Minimnya anggaran daerah dan ketidaksiapan sarana dan prasarana ketika pemekaran dilaksanakan. Potensi ancaman non militer yang dapat terjadi berupa instabilitas politik lokal dan terganggunya roda perekonomian. [3] Upaya resolusi konflik yang telah dilakukan: Pertama, koordinasi antara daerah induk dengan otonomi baru. Kedua, Fasilitasi dan mediasi yang dilakukan oleh pemerintah Provinsi Banten. Ketiga, Pelibatan KPK melalui pencegahan dan pembinaan terkait pengelolaan aset daerah. . Ke depan, penelitian mengenai resolusi konflik pengelolaan aset maupun konflik lain dalam sistem pemerintahan harus terus dikembangkan sesuai dengan situasi dan kondisi perkembangan zaman.
650 4 $a Keamanan Nasional -- resolusi konflik -- Damai dan Resolusi Konflik -- Peran Pemerintah -- Aset Daerah -- Provinsi Banten
700 0 # $a Achmed Sukendro
700 0 # $a bayu setiawan
700 0 # $a Ichsan Malik
700 0 # $a Panji Suwarno
700 0 # $a Syamsunasir
Content Unduh katalog