| Judul | OPERASI ZENI TNI-AD DALAM MENGHADAPI ANCAMAN BIOLOGI PADA MASA PANDEMI COVID 19 SEBAGAI STRATEGI PENGUATAN PERTAHANAN NEGARA |
| Pengarang | WAHYUDHI ADRIAN Pujo Widodo Rudy Sutanto Mhd Halkis Ahmad G Dohamid DAVID YACOBUS |
| Penerbitan | Bogor : Universitas Pertahanan Republik Indonesia, 2023 |
| Subjek | TNI -- Ancaman -- Covid-19 -- Pandemi -- Peperangan Asimetris -- Nirmiliter -- Nubika -- Biologi |
| Catatan | Keterlibatan fungsi pertahanan militer dalam menghadapi ancaman nirmiliter bersifat tidak langsung dan lebih mengedepankan fungsi penangkalan. Namun dalam skala tertentu, pertahanan militer dapat terlibat dalam wujud yang lebih konkret atas dasar keputusan politik pemerintah atau atas permintaan dari unsur utama nirmiliter yang membutuhkannya, misalnya dalam mengatasi wabah penyakit yang meluas serta dalam mengatasi dampak bencana alam atau pencarian dan pertolongan (SAR). Pandemi Covid-19 yang mendunia ini adalah salah satu bentuk ancaman Nubika yang tidak jelas faktor penyebabnya, namun berdampak amat luar biasa, serta telah meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan masyarakat dunia, termasuk Indonesia, tentang betapa mengerikan dan tragis ancaman bahaya Nubika terhadap keselamatan bangsa dan negara, bahkan dunia. Pandemi Covid-19 hingga 2021 belum berakhir dan munculnya varian baru telah menyebabkan penyebaran virus menjadi lebih cepat dan lebih luas di berbagai negara. Pemerintah Indonesia terus berupaya menekan laju penularan virus melalui berbagai kebijakan pembatasan sosial, termasuk melibatkan TNI dalam membantu penanganan pandemi Covid-19. Salah satunya adalah keterlibatan Kompi Zeni Penjinak Bahan Peledak Ditzi TNI AD (Kizi Nubika) Pusziad sebagai satu-satunya unit strategis di Angkatan Darat Indonesia yang secara khusus menangani bahaya Nubika Ancaman biologi dapat menjadi perang asimetris dan merupakan ancaman besar bagi kesehatan manusia, hewan, dan tumbuhan. Penyakit menular dan bahan biologi berbahaya dapat menyebar dan memiliki dampak merugikan pada ekosistem dan ekonomi. TNI AD (Angkatan Darat) diharapkan dapat menjadi kekuatan utama dalam menghadapi ancaman biologi melalui pengembangan kapabilitas dan kemampuan dalam bidang bioskills, termasuk pemahaman tentang zoonosis, epidemiologi, deteksi dini, pencegahan, pengendalian, dan pemulihan dari ancaman biologi. TNI AD juga diharapkan dapat bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah, organisasi internasional, dan komunitas ilmiah, dalam upaya pengendalian ancaman biologi. |
| Bentuk Karya | Tidak ada kode yang sesuai |
| Target Pembaca | Tidak ada kode yang sesuai |
Informasi: Di sini Anda dapat mengakses seluruh konten digital yang tersedia untuk koleksi ini.
Tombol "Baca Buku" di bawah sampul hanya menampilkan file pertama sebagai preview.
| No | Nama File | Nama File Format Flash | Format | Aksi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | 7ad2122d20808a50dda165b4759911d1.pdf | 7ad2122d20808a50dda165b4759911d1.pdf | Baca | |
| 2 | 0366817781fbbecdf4ee6712fb2f1267.pdf | 0366817781fbbecdf4ee6712fb2f1267.pdf | Baca | |
| 3 | d4e5b84a30bbe8d9c5186a077a9802b6.pdf | d4e5b84a30bbe8d9c5186a077a9802b6.pdf | Baca | |
| 4 | dfe2e59f60f7eab38cd768b97b08f60a.pdf | dfe2e59f60f7eab38cd768b97b08f60a.pdf | Baca | |
| 5 | b256632d3846105182e064785ed9469f.pdf | b256632d3846105182e064785ed9469f.pdf | Baca |
Informasi: Di sini Anda dapat melihat ketersediaan eksemplar fisik koleksi ini di perpustakaan beserta lokasinya.
| No | No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan | Aksi |
|---|
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000000002785 | ||
| 005 | 20260213080850 | ||
| 008 | 260213################|##########|#|## | ||
| 035 | # | # | $a 0010-1225002785 |
| 041 | $a id | ||
| 082 | # | # | $a NONE |
| 100 | 0 | # | $a WAHYUDHI ADRIAN |
| 245 | 1 | # | $a OPERASI ZENI TNI-AD DALAM MENGHADAPI ANCAMAN BIOLOGI PADA MASA PANDEMI COVID 19 SEBAGAI STRATEGI PENGUATAN PERTAHANAN NEGARA |
| 260 | # | # | $a Bogor :$b Universitas Pertahanan Republik Indonesia,$c 2023 |
| 500 | # | # | $a Keterlibatan fungsi pertahanan militer dalam menghadapi ancaman nirmiliter bersifat tidak langsung dan lebih mengedepankan fungsi penangkalan. Namun dalam skala tertentu, pertahanan militer dapat terlibat dalam wujud yang lebih konkret atas dasar keputusan politik pemerintah atau atas permintaan dari unsur utama nirmiliter yang membutuhkannya, misalnya dalam mengatasi wabah penyakit yang meluas serta dalam mengatasi dampak bencana alam atau pencarian dan pertolongan (SAR). Pandemi Covid-19 yang mendunia ini adalah salah satu bentuk ancaman Nubika yang tidak jelas faktor penyebabnya, namun berdampak amat luar biasa, serta telah meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan masyarakat dunia, termasuk Indonesia, tentang betapa mengerikan dan tragis ancaman bahaya Nubika terhadap keselamatan bangsa dan negara, bahkan dunia. Pandemi Covid-19 hingga 2021 belum berakhir dan munculnya varian baru telah menyebabkan penyebaran virus menjadi lebih cepat dan lebih luas di berbagai negara. Pemerintah Indonesia terus berupaya menekan laju penularan virus melalui berbagai kebijakan pembatasan sosial, termasuk melibatkan TNI dalam membantu penanganan pandemi Covid-19. Salah satunya adalah keterlibatan Kompi Zeni Penjinak Bahan Peledak Ditzi TNI AD (Kizi Nubika) Pusziad sebagai satu-satunya unit strategis di Angkatan Darat Indonesia yang secara khusus menangani bahaya Nubika Ancaman biologi dapat menjadi perang asimetris dan merupakan ancaman besar bagi kesehatan manusia, hewan, dan tumbuhan. Penyakit menular dan bahan biologi berbahaya dapat menyebar dan memiliki dampak merugikan pada ekosistem dan ekonomi. TNI AD (Angkatan Darat) diharapkan dapat menjadi kekuatan utama dalam menghadapi ancaman biologi melalui pengembangan kapabilitas dan kemampuan dalam bidang bioskills, termasuk pemahaman tentang zoonosis, epidemiologi, deteksi dini, pencegahan, pengendalian, dan pemulihan dari ancaman biologi. TNI AD juga diharapkan dapat bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah, organisasi internasional, dan komunitas ilmiah, dalam upaya pengendalian ancaman biologi. |
| 650 | 4 | $a TNI -- Ancaman -- Covid-19 -- Pandemi -- Peperangan Asimetris -- Nirmiliter -- Nubika -- Biologi | |
| 700 | 0 | # | $a Ahmad G Dohamid |
| 700 | 0 | # | $a DAVID YACOBUS |
| 700 | 0 | # | $a Mhd Halkis |
| 700 | 0 | # | $a Pujo Widodo |
| 700 | 0 | # | $a Rudy Sutanto |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :