Judul MANAJEMEN RISIKO KEAMANAN INFORMASI DALAM MEMINIMALISASI ANCAMAN SIBER PADA PUSAT DATA DAN TEKNOLOGI INFORMASI KOMUNIKASI BADAN SIBER DAN SANDI NEGARA GUNA MENINGKATKAN PERTAHANAN DAN KEAMANAN SIBER
Pengarang JEFFERSON BENYAMIN
Lutfi Adin Affandi
Editha Praditya Duarte
Nora Lelyana
Much Mualim
Hikmat Zakky Almubaroq
Penerbitan Bogor : Universitas Pertahanan Republik Indonesia, 2023
Subjek -- Manajemen Pertahanan -- Ancaman Siber -- manajemen risiko -- ISO/IEC 27005 -- NIST 800-30 Revisi 1 -- Pusat Data dan Teknologi Informasi Komunikasi Bada
Catatan Ancaman siber sekarang sudah sangat meresahkan semua pihak. Ancaman siber perlu diantisipasi agar tidak menimbulkan dampak buruk bagi kelangsungan proses bisnis suatu organisasi. Pusat Data dan Teknologi Informasi Komunikasi (Pusdatik) Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mempunyai tugas perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan pelaporan di bidang data dan teknologi informasi komunikasi. Kondisi saat ini penerapan manajemen risiko Pusdatik BSSN masih belum optimal dikarenakan aturan maupun pedoman yang ada saat ini masih minim, adanya insiden yang pernah terjadi seperti salah prosedur maintenance UPS, serta adanya insiden yang terjadi pada website JDIH disebabkan serangan siber. Oleh karena itu, diperlukan manajemen risiko yang baik terhadap aset dan layanan Pusdatik BSSN untuk meminimalisasi ancaman siber. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi risiko, menganalisis risiko, serta merencanakan penanganan dan penerimaan risiko dalam meminimalisasi ancaman siber pada Pusdatik BSSN. Penelitian ini menggunakan metode analitis kualitatif dengan pendekatan ISO/IEC 27005 dan NIST 800-30 Revisi 1. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan bahwa 14 aset teridentifikasi sebanyak 13 potensi ancaman, serta terdapat 27 skenario risiko, dimana 14 skenario risiko dapat diterima dan 13 skenario risiko harus dimitigasi. Pada tahap penanganan risiko dan penerimaan risiko, 13 skenario risiko yang dimitigasi diberikan strategi penanganan risiko modifikasi dan 36 rekomendasi kontrol, serta terdapat tiga pihak yang terlibat dan bertangung jawab dalam pengelolaan risiko yaitu Bidang Manajemen Risiko dan Kelangsungan TIK, Bidang Infrastruktur, dan Vendor. Hasil dari penelitian ini adalah dokumen manajemen risiko keamanan informasi yang disertakan dengan rekomendasi kontrol keamanan informasi.
Bentuk Karya Tidak ada kode yang sesuai
Target Pembaca Tidak ada kode yang sesuai

 
Informasi: Di sini Anda dapat mengakses seluruh konten digital yang tersedia untuk koleksi ini. Tombol "Baca Buku" di bawah sampul hanya menampilkan file pertama sebagai preview.
No Nama File Nama File Format Flash Format Aksi
1 ed7e48b6feb80f79c6f9c26098a70169.pdf ed7e48b6feb80f79c6f9c26098a70169.pdf pdf Baca
2 15997a9c9e960783d070b29ddf07f619.pdf 15997a9c9e960783d070b29ddf07f619.pdf pdf Baca
3 745a1f0cb78324c30dbeaffc7ffae35f.pdf 745a1f0cb78324c30dbeaffc7ffae35f.pdf pdf Baca
4 79c3d4b20efa9c49a5a7addff7d2e191.pdf 79c3d4b20efa9c49a5a7addff7d2e191.pdf pdf Baca
5 f4f44bfcd5d99e07a3fda65db92153a8.pdf f4f44bfcd5d99e07a3fda65db92153a8.pdf pdf Baca
Informasi: Di sini Anda dapat melihat ketersediaan eksemplar fisik koleksi ini di perpustakaan beserta lokasinya.
No No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan Aksi
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000000002829
005 20260212025427
008 260212################|##########|#|##
035 # # $a 0010-1225002829
041 $a id
082 # # $a NONE
100 0 # $a JEFFERSON BENYAMIN
245 1 # $a MANAJEMEN RISIKO KEAMANAN INFORMASI DALAM MEMINIMALISASI ANCAMAN SIBER PADA PUSAT DATA DAN TEKNOLOGI INFORMASI KOMUNIKASI BADAN SIBER DAN SANDI NEGARA GUNA MENINGKATKAN PERTAHANAN DAN KEAMANAN SIBER
260 # # $a Bogor :$b Universitas Pertahanan Republik Indonesia,$c 2023
500 # # $a Ancaman siber sekarang sudah sangat meresahkan semua pihak. Ancaman siber perlu diantisipasi agar tidak menimbulkan dampak buruk bagi kelangsungan proses bisnis suatu organisasi. Pusat Data dan Teknologi Informasi Komunikasi (Pusdatik) Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mempunyai tugas perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan pelaporan di bidang data dan teknologi informasi komunikasi. Kondisi saat ini penerapan manajemen risiko Pusdatik BSSN masih belum optimal dikarenakan aturan maupun pedoman yang ada saat ini masih minim, adanya insiden yang pernah terjadi seperti salah prosedur maintenance UPS, serta adanya insiden yang terjadi pada website JDIH disebabkan serangan siber. Oleh karena itu, diperlukan manajemen risiko yang baik terhadap aset dan layanan Pusdatik BSSN untuk meminimalisasi ancaman siber. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi risiko, menganalisis risiko, serta merencanakan penanganan dan penerimaan risiko dalam meminimalisasi ancaman siber pada Pusdatik BSSN. Penelitian ini menggunakan metode analitis kualitatif dengan pendekatan ISO/IEC 27005 dan NIST 800-30 Revisi 1. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan bahwa 14 aset teridentifikasi sebanyak 13 potensi ancaman, serta terdapat 27 skenario risiko, dimana 14 skenario risiko dapat diterima dan 13 skenario risiko harus dimitigasi. Pada tahap penanganan risiko dan penerimaan risiko, 13 skenario risiko yang dimitigasi diberikan strategi penanganan risiko modifikasi dan 36 rekomendasi kontrol, serta terdapat tiga pihak yang terlibat dan bertangung jawab dalam pengelolaan risiko yaitu Bidang Manajemen Risiko dan Kelangsungan TIK, Bidang Infrastruktur, dan Vendor. Hasil dari penelitian ini adalah dokumen manajemen risiko keamanan informasi yang disertakan dengan rekomendasi kontrol keamanan informasi.
650 4 $a -- Manajemen Pertahanan -- Ancaman Siber -- manajemen risiko -- ISO/IEC 27005 -- NIST 800-30 Revisi 1 -- Pusat Data dan Teknologi Informasi Komunikasi Bada
700 0 # $a Editha Praditya Duarte
700 0 # $a Hikmat Zakky Almubaroq
700 0 # $a Lutfi Adin Affandi
700 0 # $a Much Mualim
700 0 # $a Nora Lelyana
Content Unduh katalog