| Judul | REKAYASA SISTEM MANUFAKTUR POROS REGANG KELONGSONG MENGGUNAKAN PENDEKATAN PEMETAAN ALIRAN NILAI GUNA MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS INDUSTRI PERTAHANAN |
| Pengarang | MOH. FAKHRUDDIN FARHAN R. Djoko Andreas Navalino Jupriyanto Timbul Siahaan Ade Muhammad I nengah Putra A |
| Penerbitan | Bogor : Universitas Pertahanan Republik Indonesia, 2023 |
| Subjek | Industri Pertahanan -- Sistem Manufaktur -- Poros Regang Kelongsong -- Value Stream Mapping -- Waste Assessment Model -- Produktivitas |
| Catatan | Munisi merupakan produk utama PT. Pindad. Poros regang kelongsong merupakan salah satu alat bantu untuk memproduksi munisi yakni dalam membentuk kelongsong. Dalam 10 bulan terakhir, produksi perkakas pada departemen perkakas, tidak mampu mencapai target kumulatif setiap bulannya. Adanya gap antara target dan realisasi produksi pada departemen perkakas mengindikasikan adanya ketidakseimbangan dalam sistem manufaktur. Untuk menjawab permasalahan pada produksi poros regang kelongsong, digunakan metode deskriptif kuantitatif dalam menelitinya. Kondisi aktual berdasarkan value stream mapping didapatkan total cycle time sebesar 367.36 menit dan total lead time 3.94 hari. Adapun kondisi produktivitas aktual sebesar 78% dengan rata-rata produksi harian 168 buah dengan 27 operator dalam 8 jam kerja. Hasil penentuan waste menggunakan Waste Assessment Model (WAM), waste terbesar ialah overproduction dengan 28.17%. Adapun hasil pemilihan tools menggunakan VALSAT didapatkan bobot terbesar yaitu process activity mapping dan supply chain response matrix. Pada proses activity mapping terdapat 36 (51%) aktivitas yang termasuk value added, 34 (47%) aktivitas bersifat necessary non value added, dan 1 sisanya bersifat non value added. Rekayasa sistem manufaktur dilakukan dengan menerapkan lean manufacturing dengan membagi rata porsi pengerjaan antara mesin konvensional dan mesin CNC, memindahkan proses chrome pada bengkel perkakas, dan memindahkan mesin uji HRC pada area mesin heat treatment. Rekayasa tersebut baik untuk diimplementasikan karena mampu mengurangi 3023,4 detik. Terkait dengan kebutuhan 1 miliar munisi, dibutuhkan 50.000 buah poros. Dengan menggunakan perhitungan aktual, produksi harian bisa mencapai 80.38% dari total kebutuhan. Adapun bila dibandingkan dengan hasil produksi setelah perbaikan maka bisa mencapai 92% dari total kebutuhan. |
| Bentuk Karya | Tidak ada kode yang sesuai |
| Target Pembaca | Tidak ada kode yang sesuai |
Informasi: Di sini Anda dapat mengakses seluruh konten digital yang tersedia untuk koleksi ini.
Tombol "Baca Buku" di bawah sampul hanya menampilkan file pertama sebagai preview.
| No | Nama File | Nama File Format Flash | Format | Aksi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | eace3735e8bc0587de9c506f35081aa6.pdf | eace3735e8bc0587de9c506f35081aa6.pdf | Baca | |
| 2 | 39cfde4d208cfe90bf8792eefdbfecda.pdf | 39cfde4d208cfe90bf8792eefdbfecda.pdf | Baca | |
| 3 | d6c91f64d17cef3a1d7559c1141d8696.pdf | d6c91f64d17cef3a1d7559c1141d8696.pdf | Baca | |
| 4 | d52d898df85312d00c245057138f80da.pdf | d52d898df85312d00c245057138f80da.pdf | Baca | |
| 5 | a1aa8819b70571273e8891b640ee2a0d.pdf | a1aa8819b70571273e8891b640ee2a0d.pdf | Baca |
Informasi: Di sini Anda dapat melihat ketersediaan eksemplar fisik koleksi ini di perpustakaan beserta lokasinya.
| No | No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan | Aksi |
|---|
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000000002929 | ||
| 005 | 20260212115218 | ||
| 008 | 260212################|##########|#|## | ||
| 035 | # | # | $a 0010-1225002929 |
| 041 | $a id | ||
| 082 | # | # | $a NONE |
| 100 | 0 | # | $a MOH. FAKHRUDDIN FARHAN |
| 245 | 1 | # | $a REKAYASA SISTEM MANUFAKTUR POROS REGANG KELONGSONG MENGGUNAKAN PENDEKATAN PEMETAAN ALIRAN NILAI GUNA MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS INDUSTRI PERTAHANAN |
| 260 | # | # | $a Bogor :$b Universitas Pertahanan Republik Indonesia,$c 2023 |
| 500 | # | # | $a Munisi merupakan produk utama PT. Pindad. Poros regang kelongsong merupakan salah satu alat bantu untuk memproduksi munisi yakni dalam membentuk kelongsong. Dalam 10 bulan terakhir, produksi perkakas pada departemen perkakas, tidak mampu mencapai target kumulatif setiap bulannya. Adanya gap antara target dan realisasi produksi pada departemen perkakas mengindikasikan adanya ketidakseimbangan dalam sistem manufaktur. Untuk menjawab permasalahan pada produksi poros regang kelongsong, digunakan metode deskriptif kuantitatif dalam menelitinya. Kondisi aktual berdasarkan value stream mapping didapatkan total cycle time sebesar 367.36 menit dan total lead time 3.94 hari. Adapun kondisi produktivitas aktual sebesar 78% dengan rata-rata produksi harian 168 buah dengan 27 operator dalam 8 jam kerja. Hasil penentuan waste menggunakan Waste Assessment Model (WAM), waste terbesar ialah overproduction dengan 28.17%. Adapun hasil pemilihan tools menggunakan VALSAT didapatkan bobot terbesar yaitu process activity mapping dan supply chain response matrix. Pada proses activity mapping terdapat 36 (51%) aktivitas yang termasuk value added, 34 (47%) aktivitas bersifat necessary non value added, dan 1 sisanya bersifat non value added. Rekayasa sistem manufaktur dilakukan dengan menerapkan lean manufacturing dengan membagi rata porsi pengerjaan antara mesin konvensional dan mesin CNC, memindahkan proses chrome pada bengkel perkakas, dan memindahkan mesin uji HRC pada area mesin heat treatment. Rekayasa tersebut baik untuk diimplementasikan karena mampu mengurangi 3023,4 detik. Terkait dengan kebutuhan 1 miliar munisi, dibutuhkan 50.000 buah poros. Dengan menggunakan perhitungan aktual, produksi harian bisa mencapai 80.38% dari total kebutuhan. Adapun bila dibandingkan dengan hasil produksi setelah perbaikan maka bisa mencapai 92% dari total kebutuhan. |
| 650 | 4 | $a Industri Pertahanan -- Sistem Manufaktur -- Poros Regang Kelongsong -- Value Stream Mapping -- Waste Assessment Model -- Produktivitas | |
| 700 | 0 | # | $a Ade Muhammad |
| 700 | 0 | # | $a I nengah Putra A |
| 700 | 0 | # | $a Jupriyanto |
| 700 | 0 | # | $a R. Djoko Andreas Navalino |
| 700 | 0 | # | $a Timbul Siahaan |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :