Judul MODEL KONSORSIUM BARU DALAM MENGEMBANGKAN SISTEM PESAWAT TERBANG TANPA AWAK (PTTA) NASIONAL KELAS MEDIUM ALTITUDE LONG ENDURANCE (MALE) GUNA MEMBANGUN KEMANDIRIAN INDUSTRI PERTAHANAN DALAM RANGKA MEMPERKUAT SISTEM PERTAHANAN NEGARA
Pengarang AGUS BAYU UTAMA
suyono thamrin
Aris Sarjito
R. Djoko Andreas Navalino
Siswo Hadi Sumantri
Romie Oktovianus Bura
Kalamullah Ramli
Gita Amperiawan
Yazdi Ibrahim Jenie
Totok Imam Santoso
Penerbitan Bogor : Universitas Pertahanan Republik Indonesia, 2024
Subjek Industri Pertahanan -- Pesawat Terbang Tanpa Awak -- Analytical Hirarchy Proses (AHP) -- Model Konsorsium -- Medium Altitude Long Endurance (MALE)
Catatan Pengembangan sistem pesawat terbang tanpa awak (PTTA) kelas medium altitude long endurance (MALE) di Indonesia masuk dalam program strategis nasional untuk membangun kemandirian industri pertahanan bidang PTTA. Kementerian pertahanan Indonesia telah membuat kebijakan untuk penggunaan PTTA dalam operasi militer dan non militer satuan pasukannya. Rumusan masalah berawal dari program pengembangan sistem PTTA MALE combatan yang tidak berjalan dengan baik dan berhenti ditengah jalan. Tujuan dari penelitian ini adalah (i) memilih model pengembangan sistem PTTA kelas MALE yang paling sesuai di Indonesia, (ii) mengidentifikasi dan mengevaluasi program konsorsium pengembangan sistem PTTA kelas MALE, (iii) mengidentifikasi dan menganalisis kemampuan litbang nasional dalam pengembangan sistem PTTA Kelas MALE, (iv) membangun model pengembangan sistem PTTA Kelas MALE yang sesuai dengan kondisi kekinian. Metodologi penelitian menggunakan metode kualitatif. Data penelitian diperoleh melalui kuesioner, wawancara, observasi, focus group discussion (FGD), round table discussion (RTD), studi literatur dan dokumentasi lainnya. Metode analytical hierarchy process (AHP) digunakan sebagai alat pengambil keputusan. Pengolahan dan analisis data menggunakan google form, software Excel dan Nvivo 12. Hasil penelitian (i): Model konsorsium menjadi pilihan terbaik dalam pengembangan sistem PTTA kelas MALE di Indonesia, (ii) Dalam pengembangan sistem PTTA MALE Elang Hitam (EH) melalui konsorsium yang dimulai tahun 2017, sumber daya 7M (man, money, materials, methods, machines, markets dan minute) belum dikelola dengan baik, (iii) Dalam pengembangan sistem PTTA kelas MALE, Indonesia baru mampu membuat desain dan uji model di terowongan angin, (iv) Model konsorsium baru dalam mengembangkan sistem PTTA kelas MALE harus memperhatikan 14 poin penting berikut: anggaran, pimpinan program, komitmen pemerintah, koordinasi, teknologi kunci, sumber daya manusia, rencana program, kendali program, komunikasi, komponen lokal, pasar, sistem akuisisi, sertifikasi produk dan proses sistem rekayasa.
Bentuk Karya Tidak ada kode yang sesuai
Target Pembaca Tidak ada kode yang sesuai

 
Informasi: Di sini Anda dapat mengakses seluruh konten digital yang tersedia untuk koleksi ini. Tombol "Baca Buku" di bawah sampul hanya menampilkan file pertama sebagai preview.
No Nama File Nama File Format Flash Format Aksi
1 d6fb13133b6cd871929923a3276cba91.pdf d6fb13133b6cd871929923a3276cba91.pdf pdf Baca
2 72f6c111eac2a46b7f9368c5f724c655.pdf 72f6c111eac2a46b7f9368c5f724c655.pdf pdf Baca
3 1279b4d6555dcc1a57af694f999c7de6.pdf 1279b4d6555dcc1a57af694f999c7de6.pdf pdf Baca
4 728abbd88f499e7828c9c41c2824dca1.pdf 728abbd88f499e7828c9c41c2824dca1.pdf pdf Baca
5 019aa5c39721da85aabb3a6246f4cf58.pdf 019aa5c39721da85aabb3a6246f4cf58.pdf pdf Baca
Informasi: Di sini Anda dapat melihat ketersediaan eksemplar fisik koleksi ini di perpustakaan beserta lokasinya.
No No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan Aksi
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000000002957
005 20260212113135
008 260212################|##########|#|##
035 # # $a 0010-1225002957
041 $a id
082 # # $a NONE
100 0 # $a AGUS BAYU UTAMA
245 1 # $a MODEL KONSORSIUM BARU DALAM MENGEMBANGKAN SISTEM PESAWAT TERBANG TANPA AWAK (PTTA) NASIONAL KELAS MEDIUM ALTITUDE LONG ENDURANCE (MALE) GUNA MEMBANGUN KEMANDIRIAN INDUSTRI PERTAHANAN DALAM RANGKA MEMPERKUAT SISTEM PERTAHANAN NEGARA
260 # # $a Bogor :$b Universitas Pertahanan Republik Indonesia,$c 2024
500 # # $a Pengembangan sistem pesawat terbang tanpa awak (PTTA) kelas medium altitude long endurance (MALE) di Indonesia masuk dalam program strategis nasional untuk membangun kemandirian industri pertahanan bidang PTTA. Kementerian pertahanan Indonesia telah membuat kebijakan untuk penggunaan PTTA dalam operasi militer dan non militer satuan pasukannya. Rumusan masalah berawal dari program pengembangan sistem PTTA MALE combatan yang tidak berjalan dengan baik dan berhenti ditengah jalan. Tujuan dari penelitian ini adalah (i) memilih model pengembangan sistem PTTA kelas MALE yang paling sesuai di Indonesia, (ii) mengidentifikasi dan mengevaluasi program konsorsium pengembangan sistem PTTA kelas MALE, (iii) mengidentifikasi dan menganalisis kemampuan litbang nasional dalam pengembangan sistem PTTA Kelas MALE, (iv) membangun model pengembangan sistem PTTA Kelas MALE yang sesuai dengan kondisi kekinian. Metodologi penelitian menggunakan metode kualitatif. Data penelitian diperoleh melalui kuesioner, wawancara, observasi, focus group discussion (FGD), round table discussion (RTD), studi literatur dan dokumentasi lainnya. Metode analytical hierarchy process (AHP) digunakan sebagai alat pengambil keputusan. Pengolahan dan analisis data menggunakan google form, software Excel dan Nvivo 12. Hasil penelitian (i): Model konsorsium menjadi pilihan terbaik dalam pengembangan sistem PTTA kelas MALE di Indonesia, (ii) Dalam pengembangan sistem PTTA MALE Elang Hitam (EH) melalui konsorsium yang dimulai tahun 2017, sumber daya 7M (man, money, materials, methods, machines, markets dan minute) belum dikelola dengan baik, (iii) Dalam pengembangan sistem PTTA kelas MALE, Indonesia baru mampu membuat desain dan uji model di terowongan angin, (iv) Model konsorsium baru dalam mengembangkan sistem PTTA kelas MALE harus memperhatikan 14 poin penting berikut: anggaran, pimpinan program, komitmen pemerintah, koordinasi, teknologi kunci, sumber daya manusia, rencana program, kendali program, komunikasi, komponen lokal, pasar, sistem akuisisi, sertifikasi produk dan proses sistem rekayasa.
650 4 $a Industri Pertahanan -- Pesawat Terbang Tanpa Awak -- Analytical Hirarchy Proses (AHP) -- Model Konsorsium -- Medium Altitude Long Endurance (MALE)
700 0 # $a Aris Sarjito
700 0 # $a Gita Amperiawan
700 0 # $a Kalamullah Ramli
700 0 # $a R. Djoko Andreas Navalino
700 0 # $a Romie Oktovianus Bura
700 0 # $a Siswo Hadi Sumantri
700 0 # $a suyono thamrin
700 0 # $a Totok Imam Santoso
700 0 # $a Yazdi Ibrahim Jenie
Content Unduh katalog