Judul SEKURITISASI ORGANISASI PAPUA MERDEKA SEBAGAI TERORIS TERHADAP ESKALASI KONFLIK DI PAPUA
Pengarang An Nisaa Atila Thabrani
Arifuddin Uksan
Yulian Azhari
Anang Puji Utama
Halomoan Freddy Sitinjak Alexandra
Ichsan Malik
Penerbitan Bogor : Universitas Pertahanan Republik Indonesia, 2024
Subjek papua -- Konflik Papua -- Sekuritisasi -- Eskalasi Konflik
Catatan Konflik di Papua yang terus mengalami pergejolakan sejak tahun 2019 yang membuat Pemerintah Indonesia kemudian mensekuritisasi Organisasi Papua Merdeka sebagai teroris di tahun 2021. Secara teori, sekuritisasi memiliki objektif untuk mengeleminasi ancaman. Namun kenyataannya, sekuritisasi malah memperburuk situasi kekerasan di Papua. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana proses sekuritisasi yang dilakukan terhadap OPM sebagai teroris, pendekatan apa yang dilakukan dalam mengatasi ancaman OPM sebagai teroris, dan kaitan antara sekuritisasi terhadap OPM sebagai teroris dengan eskalasi konflik di Papua. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan sumber data wawancara, observasi, dokumentasi, dan sumber literatur lain. Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa proses sekuritisasi terhadap OPM melibatkan Pemerintah Indonesia sebagai aktor sekuritisasi, masyarakat Papua dan keamanan nasional sebagai objek yang dilindungi, teroris OPM sebagai ancaman eksistensial, dan upaya luar biasa yang belum signifikan. Adapun pendekatan yang dilakukan dalam mengatasi ancaman OPM mengandalkan kombinasi dari pendekatan hukum dan keamanan khususnya dalam menggelar operasi kontrateror terpadu yang mengutamakan interaksi interagensi dari Polri, TNI, dan BIN berdasarkan UU No. 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. Dinamika sekuritisasi OPM sebagai teroris terhadap eskalasi konflik di Papua sudah mencapai tahapan conflict episode, issue conflict, dan identity conflict, tetapi belum sampai di tahapan subordination conflict. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pelaksanaan sekuritisasi terhadap OPM dianggap cukup berhasil dalam menekan tingkat kekerasan di Papua. Saran dari penelitian ini adalah pendekatan humanisme seperti pembangunan dialog dan pendekatan kesejahteran tetap harus menjadi pendekatan utama yangdiambil oleh pemerintah dalam mengatasi konflik dengan OPM.Pendekatan mediasi humanisme yang dilakukan harus berorientasi padapemenuhan kebutuhan dasar manusia, termasuk penghapusan segalabentuk kekerasan dan ketidakadilan di Papua.
Bentuk Karya Tidak ada kode yang sesuai
Target Pembaca Tidak ada kode yang sesuai

 
Informasi: Di sini Anda dapat mengakses seluruh konten digital yang tersedia untuk koleksi ini. Tombol "Baca Buku" di bawah sampul hanya menampilkan file pertama sebagai preview.
No Nama File Nama File Format Flash Format Aksi
1 6fc44ca8be62bfbe93bc7affe05708fb.pdf 6fc44ca8be62bfbe93bc7affe05708fb.pdf pdf Baca
2 a7377f1d94bae5c469019750fdce90ba.pdf a7377f1d94bae5c469019750fdce90ba.pdf pdf Baca
3 eddb4e47b6468b06a1057397281336dc.pdf eddb4e47b6468b06a1057397281336dc.pdf pdf Baca
4 736023026ba455774adc03246cf6389a.pdf 736023026ba455774adc03246cf6389a.pdf pdf Baca
5 4d3f8ebef1b9cc01291d5028ecf5e628.pdf 4d3f8ebef1b9cc01291d5028ecf5e628.pdf pdf Baca
Informasi: Di sini Anda dapat melihat ketersediaan eksemplar fisik koleksi ini di perpustakaan beserta lokasinya.
No No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan Aksi
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000000002972
005 20260212112801
008 260212################|##########|#|##
035 # # $a 0010-1225002972
041 $a id
082 # # $a NONE
090 $a T.33.24.027
100 0 # $a An Nisaa Atila Thabrani
245 1 # $a SEKURITISASI ORGANISASI PAPUA MERDEKA SEBAGAI TERORIS TERHADAP ESKALASI KONFLIK DI PAPUA
260 # # $a Bogor :$b Universitas Pertahanan Republik Indonesia,$c 2024
500 # # $a Konflik di Papua yang terus mengalami pergejolakan sejak tahun 2019 yang membuat Pemerintah Indonesia kemudian mensekuritisasi Organisasi Papua Merdeka sebagai teroris di tahun 2021. Secara teori, sekuritisasi memiliki objektif untuk mengeleminasi ancaman. Namun kenyataannya, sekuritisasi malah memperburuk situasi kekerasan di Papua. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana proses sekuritisasi yang dilakukan terhadap OPM sebagai teroris, pendekatan apa yang dilakukan dalam mengatasi ancaman OPM sebagai teroris, dan kaitan antara sekuritisasi terhadap OPM sebagai teroris dengan eskalasi konflik di Papua. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan sumber data wawancara, observasi, dokumentasi, dan sumber literatur lain. Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa proses sekuritisasi terhadap OPM melibatkan Pemerintah Indonesia sebagai aktor sekuritisasi, masyarakat Papua dan keamanan nasional sebagai objek yang dilindungi, teroris OPM sebagai ancaman eksistensial, dan upaya luar biasa yang belum signifikan. Adapun pendekatan yang dilakukan dalam mengatasi ancaman OPM mengandalkan kombinasi dari pendekatan hukum dan keamanan khususnya dalam menggelar operasi kontrateror terpadu yang mengutamakan interaksi interagensi dari Polri, TNI, dan BIN berdasarkan UU No. 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. Dinamika sekuritisasi OPM sebagai teroris terhadap eskalasi konflik di Papua sudah mencapai tahapan conflict episode, issue conflict, dan identity conflict, tetapi belum sampai di tahapan subordination conflict. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pelaksanaan sekuritisasi terhadap OPM dianggap cukup berhasil dalam menekan tingkat kekerasan di Papua. Saran dari penelitian ini adalah pendekatan humanisme seperti pembangunan dialog dan pendekatan kesejahteran tetap harus menjadi pendekatan utama yangdiambil oleh pemerintah dalam mengatasi konflik dengan OPM.Pendekatan mediasi humanisme yang dilakukan harus berorientasi padapemenuhan kebutuhan dasar manusia, termasuk penghapusan segalabentuk kekerasan dan ketidakadilan di Papua.
650 4 $a papua -- Konflik Papua -- Sekuritisasi -- Eskalasi Konflik
700 0 # $a Anang Puji Utama
700 0 # $a Arifuddin Uksan
700 0 # $a Halomoan Freddy Sitinjak Alexandra
700 0 # $a Ichsan Malik
700 0 # $a Yulian Azhari
Content Unduh katalog