| Judul | RESOLUSI KONFLIK WILAYAH PERBATASAN KABUPATEN SIKKA DAN KABUPATEN FLORES TIMUR MELALUI PENGUATAN NILAI BUDAYA “ATA DIKE” DALAM RANGKA KEAMANAN NASIONAL |
| Pengarang | Andreas Gama Lusi Achmed Sukendro Djayeng Tirto S Yulian Azhari Adnan Madjid Arifuddin Uksan |
| Penerbitan | Bogor : Universitas Pertahanan Republik Indonesia, 2024 |
| Subjek | Keamanan Nasional -- Konflik Sosial -- resolusi konflik -- Budaya |
| Catatan | Penelitian ini dilakukan di wilayah perbatasan Kabupaten Sikka dan Kabupaten Flores Timur, masing-masing di Desa Hikong Kecamatan Talibura Kabupaten Sikka juga di Desa Boru dan Desa Boru Kedang Kecamatan Wulanggitang Kabupaten Flores Timur Provinsi Nusa Tenggara Timur. Tujuan penelitian ini untuk Menganalisis dinamika konflik antarwarga masyarakat, peran pemerintah dan eksplorasi model ideal implementasi resolusi konflik wilayah perbatasan Kabupaten Sikka dan Kabupaten Flores Timur melalui penguatan nilai budaya “Ata Dike” dalam rangka keamanan nasional. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif. Data penelitian bersumber dari hasil wawancara, Observasi dan studi dokumentasi serta referensi yang relevan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini selain konsep keamanan nasional dan konsep “Ata Dike” juga beberapa teori yaitu; teori peran, konflik, resolusi konflik, teori moral dan interaksionisme simbolik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resolusi konflik wilalayah perbatasan Kabupaten Sikka dan Kabupaten Flores Timur melalui penguatan nilai budaya “Ata Dike” dipandang efektif karena berlandaskan nilai-nilai moral; kejujuran, kebenaran dan keadilan. Model ideal implementasi penguatan nilai budaya itu dalam bentuk ritual; “blatang tanah” (pendinginan tanah pasca konflik) penguatan nilai kejujuran, “pati eha” dan “ge mahe” (ritual persatuan dan perdamaian di rumah adat) penguatan nilai kebenaran dan “lipong tali” (pasang tali) berkaitan dengan penguatan nilai keadilan. Ritual simbolik ini penting dikuatkan untuk memelihara, merawat dan menjaga perdamaian masyarakat adat “Nian Nue wari, Tanah Kerapu”, (kita satu dan sama atas tanah ini). |
| Bentuk Karya | Tidak ada kode yang sesuai |
| Target Pembaca | Tidak ada kode yang sesuai |
Informasi: Di sini Anda dapat mengakses seluruh konten digital yang tersedia untuk koleksi ini.
Tombol "Baca Buku" di bawah sampul hanya menampilkan file pertama sebagai preview.
| No | Nama File | Nama File Format Flash | Format | Aksi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | 108f438a7ee46ff6628b390905aa0153.pdf | 108f438a7ee46ff6628b390905aa0153.pdf | Baca | |
| 2 | fce4cbb3a92806a03dfe0efe2a11699d.pdf | fce4cbb3a92806a03dfe0efe2a11699d.pdf | Baca | |
| 3 | a8750470da8db2fc6629bbd72bee1cb2.pdf | a8750470da8db2fc6629bbd72bee1cb2.pdf | Baca | |
| 4 | 0fa4df046c7584baa5aa4576448eb44c.pdf | 0fa4df046c7584baa5aa4576448eb44c.pdf | Baca | |
| 5 | 5c1c272ae6ca433e5c729f59c0f3ce0a.pdf | 5c1c272ae6ca433e5c729f59c0f3ce0a.pdf | Baca |
Informasi: Di sini Anda dapat melihat ketersediaan eksemplar fisik koleksi ini di perpustakaan beserta lokasinya.
| No | No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan | Aksi |
|---|
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000000002976 | ||
| 005 | 20260212112727 | ||
| 008 | 260212################|##########|#|## | ||
| 035 | # | # | $a 0010-1225002976 |
| 041 | $a id | ||
| 082 | # | # | $a NONE |
| 090 | $a T.33.24.003 | ||
| 100 | 0 | # | $a Andreas Gama Lusi |
| 245 | 1 | # | $a RESOLUSI KONFLIK WILAYAH PERBATASAN KABUPATEN SIKKA DAN KABUPATEN FLORES TIMUR MELALUI PENGUATAN NILAI BUDAYA “ATA DIKE” DALAM RANGKA KEAMANAN NASIONAL |
| 260 | # | # | $a Bogor :$b Universitas Pertahanan Republik Indonesia,$c 2024 |
| 500 | # | # | $a Penelitian ini dilakukan di wilayah perbatasan Kabupaten Sikka dan Kabupaten Flores Timur, masing-masing di Desa Hikong Kecamatan Talibura Kabupaten Sikka juga di Desa Boru dan Desa Boru Kedang Kecamatan Wulanggitang Kabupaten Flores Timur Provinsi Nusa Tenggara Timur. Tujuan penelitian ini untuk Menganalisis dinamika konflik antarwarga masyarakat, peran pemerintah dan eksplorasi model ideal implementasi resolusi konflik wilayah perbatasan Kabupaten Sikka dan Kabupaten Flores Timur melalui penguatan nilai budaya “Ata Dike” dalam rangka keamanan nasional. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif. Data penelitian bersumber dari hasil wawancara, Observasi dan studi dokumentasi serta referensi yang relevan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini selain konsep keamanan nasional dan konsep “Ata Dike” juga beberapa teori yaitu; teori peran, konflik, resolusi konflik, teori moral dan interaksionisme simbolik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resolusi konflik wilalayah perbatasan Kabupaten Sikka dan Kabupaten Flores Timur melalui penguatan nilai budaya “Ata Dike” dipandang efektif karena berlandaskan nilai-nilai moral; kejujuran, kebenaran dan keadilan. Model ideal implementasi penguatan nilai budaya itu dalam bentuk ritual; “blatang tanah” (pendinginan tanah pasca konflik) penguatan nilai kejujuran, “pati eha” dan “ge mahe” (ritual persatuan dan perdamaian di rumah adat) penguatan nilai kebenaran dan “lipong tali” (pasang tali) berkaitan dengan penguatan nilai keadilan. Ritual simbolik ini penting dikuatkan untuk memelihara, merawat dan menjaga perdamaian masyarakat adat “Nian Nue wari, Tanah Kerapu”, (kita satu dan sama atas tanah ini). |
| 650 | 4 | $a Keamanan Nasional -- Konflik Sosial -- resolusi konflik -- Budaya | |
| 700 | 0 | # | $a Achmed Sukendro |
| 700 | 0 | # | $a Adnan Madjid |
| 700 | 0 | # | $a Arifuddin Uksan |
| 700 | 0 | # | $a Djayeng Tirto S |
| 700 | 0 | # | $a Yulian Azhari |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :