Judul PENGARUSUTAMAAN GENDER DALAM OPERASI PASUKAN PERDAMAIAN KONTINGEN GARUDA XXXIX-A KONGO UNTUK MENCIPTAKAN PERDAMAIAN DUNIA
Pengarang DIAN AYU
Achmed Sukendro
Yulian Azhari
I Gede Sumertha KY
Herlina Juni Risma Saragih
Eri R. Hidayat
Penerbitan Bogor : Universitas Pertahanan Republik Indonesia, 2024
Subjek Damai dan Resolusi Konflik -- Pengarusutamaan Gender, -- Operasi Pasukan Perdamaian -- Female Engagement Team -- Kontingen Garuda -- KOngo
Catatan Ketimpangan gender pada konteks pengarusutamaan gender dalam pasukan perdamaian masih menjadi isu utama. Hal ini dipengaruhi oleh Resolusi Dewan Keamanan PBB No. 1325 (2000) tentang Women, Peace and Security dan target gender 15% untuk kontingen militer wanita dalam mendukung misi pemeliharaan perdamaian yang berorientasi gender. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengarusutamaan gender dalam operasi pasukan perdamaian Kontingen Garuda XXXIX-A Kongo, peluang dan hambatan serta upaya peningkatan pengarusutamaan gender bagi Kontingen Garuda di masa depan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis melalui teknik pengumpulan data wawancara d dan studi literatur. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa pengarusutamaan gender pada Kontingen Garuda XXXIX-A Kongo belum optimal,terutama dalam partisipasi Female Engagement Team (FET) yang hanya mencapai 23 dari total 850 personel, sementara hambatan seperti aturan izin suami dan stereotip gender masih menjadi kendala. Peluang mencakup pengesahan Resolusi 2538, partisipasi dalam Elsie Initiative, perubahan progresif, pemanfaatan citra positif Indonesia dalam misi, dan pelatihan serta peningkatan kapasitas. Hambatan termasuk budaya, kebijakan pimpinan, administrasi (surat izin suami), absennya peraturan target Wan TNI, faktor motivasi, kemampuan individu, keterbatasan jumlah Wan TNI dan anggaran. Upaya mengedepankan kepemimpinan, mempertimbangkan aturan yang tidak relevan, kurikulum gender, menetapkan target Wan TNI dan meningkatkan peran Perwakilan Tetap Republik Indonesia (PTRI) di New York dapat meningkatkan pengarusutamaan gender di masa depan. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa pengarusutamaan gender pada Satgas XXXIX-A masih belum optimal. Namun, peningkatan telah terjadi dalam program berbasis gender, upaya lebih lanjut masih diperlukan untuk mencapai pengarusutamaan gender pada misi pemeliharaan perdamaian Indonesia di masa depan.
Bentuk Karya Tidak ada kode yang sesuai
Target Pembaca Tidak ada kode yang sesuai

 
Informasi: Di sini Anda dapat mengakses seluruh konten digital yang tersedia untuk koleksi ini. Tombol "Baca Buku" di bawah sampul hanya menampilkan file pertama sebagai preview.
No Nama File Nama File Format Flash Format Aksi
1 0b5f8332bd474852e90ce41e7523612b.pdf 0b5f8332bd474852e90ce41e7523612b.pdf pdf Baca
2 db16fcc5fab07aec70fef4277132fb63.pdf db16fcc5fab07aec70fef4277132fb63.pdf pdf Baca
3 49a63684acd2d03b891519e3e61a6ac3.pdf 49a63684acd2d03b891519e3e61a6ac3.pdf pdf Baca
4 a11bb88b5505025d331c7854a5c8b23c.pdf a11bb88b5505025d331c7854a5c8b23c.pdf pdf Baca
5 4e95175db4c67ea16d0dab008b56697b.pdf 4e95175db4c67ea16d0dab008b56697b.pdf pdf Baca
Informasi: Di sini Anda dapat melihat ketersediaan eksemplar fisik koleksi ini di perpustakaan beserta lokasinya.
No No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan Aksi
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000000002990
005 20260212112129
008 260212################|##########|#|##
035 # # $a 0010-1225002990
041 $a id
082 # # $a NONE
090 $a T.33.24.009
100 0 # $a DIAN AYU
245 1 # $a PENGARUSUTAMAAN GENDER DALAM OPERASI PASUKAN PERDAMAIAN KONTINGEN GARUDA XXXIX-A KONGO UNTUK MENCIPTAKAN PERDAMAIAN DUNIA
260 # # $a Bogor :$b Universitas Pertahanan Republik Indonesia,$c 2024
500 # # $a Ketimpangan gender pada konteks pengarusutamaan gender dalam pasukan perdamaian masih menjadi isu utama. Hal ini dipengaruhi oleh Resolusi Dewan Keamanan PBB No. 1325 (2000) tentang Women, Peace and Security dan target gender 15% untuk kontingen militer wanita dalam mendukung misi pemeliharaan perdamaian yang berorientasi gender. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengarusutamaan gender dalam operasi pasukan perdamaian Kontingen Garuda XXXIX-A Kongo, peluang dan hambatan serta upaya peningkatan pengarusutamaan gender bagi Kontingen Garuda di masa depan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis melalui teknik pengumpulan data wawancara d dan studi literatur. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa pengarusutamaan gender pada Kontingen Garuda XXXIX-A Kongo belum optimal,terutama dalam partisipasi Female Engagement Team (FET) yang hanya mencapai 23 dari total 850 personel, sementara hambatan seperti aturan izin suami dan stereotip gender masih menjadi kendala. Peluang mencakup pengesahan Resolusi 2538, partisipasi dalam Elsie Initiative, perubahan progresif, pemanfaatan citra positif Indonesia dalam misi, dan pelatihan serta peningkatan kapasitas. Hambatan termasuk budaya, kebijakan pimpinan, administrasi (surat izin suami), absennya peraturan target Wan TNI, faktor motivasi, kemampuan individu, keterbatasan jumlah Wan TNI dan anggaran. Upaya mengedepankan kepemimpinan, mempertimbangkan aturan yang tidak relevan, kurikulum gender, menetapkan target Wan TNI dan meningkatkan peran Perwakilan Tetap Republik Indonesia (PTRI) di New York dapat meningkatkan pengarusutamaan gender di masa depan. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa pengarusutamaan gender pada Satgas XXXIX-A masih belum optimal. Namun, peningkatan telah terjadi dalam program berbasis gender, upaya lebih lanjut masih diperlukan untuk mencapai pengarusutamaan gender pada misi pemeliharaan perdamaian Indonesia di masa depan.
650 4 $a Damai dan Resolusi Konflik -- Pengarusutamaan Gender, -- Operasi Pasukan Perdamaian -- Female Engagement Team -- Kontingen Garuda -- KOngo
700 0 # $a Achmed Sukendro
700 0 # $a Eri R. Hidayat
700 0 # $a Herlina Juni Risma Saragih
700 0 # $a I Gede Sumertha KY
700 0 # $a Yulian Azhari
Content Unduh katalog