Judul PENGUATAN PERAN ASEAN DALAM MANAJEMEN KONFLIK GUNA MENJAGA STABILITAS KAWASAN
Pengarang JEKO SPASTYONO
EKO G. SAMUDRO
Bambang Wahyudi
Eri R. Hidayat
I Gede Sumertha KY
Ichsan Malik
Penerbitan Bogor : Universitas Pertahanan Republik Indonesia, 2024
Subjek ASEAN -- Damai dan Resolusi Konflik -- Manajemen Konflik -- Konsensus -- Non-intervensi -- ZOPFAN
Catatan Kondisi ASEAN yang kurang stabil belakangan diperburuk dengan anggota ASEAN yang mulai menunjukan polarisasi, dan pilihan yang berbeda menciptakan perpecahan. Permasalahannya ketidakstabilan ini akan makin memburuk bersama memburuknya hubungan AS-China dan ASEAN akan kewalahan memanajemennya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana ASEAN memanajemen konflik dan ketidakstabilan di kawasan, dan bagaimana menguatkan peran ASEAN tersebut. Menggunakan metode kualitatif-descriptive analytic melalui wawancara dengan tiga narasumber yang terdiri dari penjabat ASEAN Secretariat dan penjabat U.S Defense Institute of Internasional Legal Studies (DIILS). Data primer di triangulasi dengan data sekunder berupa analisa video wawancara para petinggi ASEAN oleh Bloomberg dan lecture series dari ISEAS, dokumen penting ASEAN, dan sumber literatur lain. Hasil dari penelitian ini menemukan ASEAN terlalu mengedepankan pendekatan manajemen konflik yang kurang membantu menyelesaikan masalah, dan kebiasaan ASEAN untuk terlalu mengedepankan prinsip non-intervensi menjadi sumber ketidakstabilan utama ASEAN. Kesimpulan penelitian, ASEAN memang kurang stabil tetapi dapat distabilkan dengan penguatan peran ASEAN melalui pembaharuan ZOPFAN dengan menambahkan religious menjadi ZOPFANR untuk menarik dukungan dan rasa memiliki dari masyarakat ASEAN, dan penekanan prinsip non-intervensi melalui penguatan mekanisme ASEAN’s Troika menjadi Non-non-intervention forum yang membantu bukan hanya sebagai pengurai konflik tetapi juga menunjang kebutuhan konsensus lain. Saran teoritis, penelitian ini mengadopsi pendekatan cross-religion-cultural regionalism yang masih kurang tereksplorasi, terutama dalam konteks ASEAN. Penelitian selanjutnya dapat menggali alternatif pendekatan regionalisme yang lebih matang untuk memperkuat peran ASEAN. Penguatan peran ASEAN akan membantu ASEAN untuk dapat lebih berperan dalam memanajemen konflik di kawasan dan esktra-kawasan, sehingga keamanan nasional dari para anggota ASEAN menjadi lebih kuat dan terjamin.
Bentuk Karya Tidak ada kode yang sesuai
Target Pembaca Tidak ada kode yang sesuai

 
Informasi: Di sini Anda dapat mengakses seluruh konten digital yang tersedia untuk koleksi ini. Tombol "Baca Buku" di bawah sampul hanya menampilkan file pertama sebagai preview.
No Nama File Nama File Format Flash Format Aksi
1 62573425bc391c75973914f9947dca57.pdf 62573425bc391c75973914f9947dca57.pdf pdf Baca
2 39526b901e8cf76ac7bf8f7cb31be650.pdf 39526b901e8cf76ac7bf8f7cb31be650.pdf pdf Baca
3 579cde340ab077ebda7e85dc6503b961.pdf 579cde340ab077ebda7e85dc6503b961.pdf pdf Baca
4 f8f361e3d7eac87e90120478d6986a6b.pdf f8f361e3d7eac87e90120478d6986a6b.pdf pdf Baca
5 85bdbe28e39c566897fdbb4c1a46dc8c.pdf 85bdbe28e39c566897fdbb4c1a46dc8c.pdf pdf Baca
Informasi: Di sini Anda dapat melihat ketersediaan eksemplar fisik koleksi ini di perpustakaan beserta lokasinya.
No No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan Aksi
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000000002999
005 20260212111839
008 260212################|##########|#|##
035 # # $a 0010-1225002999
041 $a id
082 # # $a NONE
090 $a T.33.24.014
100 0 # $a JEKO SPASTYONO
245 1 # $a PENGUATAN PERAN ASEAN DALAM MANAJEMEN KONFLIK GUNA MENJAGA STABILITAS KAWASAN
260 # # $a Bogor :$b Universitas Pertahanan Republik Indonesia,$c 2024
500 # # $a Kondisi ASEAN yang kurang stabil belakangan diperburuk dengan anggota ASEAN yang mulai menunjukan polarisasi, dan pilihan yang berbeda menciptakan perpecahan. Permasalahannya ketidakstabilan ini akan makin memburuk bersama memburuknya hubungan AS-China dan ASEAN akan kewalahan memanajemennya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana ASEAN memanajemen konflik dan ketidakstabilan di kawasan, dan bagaimana menguatkan peran ASEAN tersebut. Menggunakan metode kualitatif-descriptive analytic melalui wawancara dengan tiga narasumber yang terdiri dari penjabat ASEAN Secretariat dan penjabat U.S Defense Institute of Internasional Legal Studies (DIILS). Data primer di triangulasi dengan data sekunder berupa analisa video wawancara para petinggi ASEAN oleh Bloomberg dan lecture series dari ISEAS, dokumen penting ASEAN, dan sumber literatur lain. Hasil dari penelitian ini menemukan ASEAN terlalu mengedepankan pendekatan manajemen konflik yang kurang membantu menyelesaikan masalah, dan kebiasaan ASEAN untuk terlalu mengedepankan prinsip non-intervensi menjadi sumber ketidakstabilan utama ASEAN. Kesimpulan penelitian, ASEAN memang kurang stabil tetapi dapat distabilkan dengan penguatan peran ASEAN melalui pembaharuan ZOPFAN dengan menambahkan religious menjadi ZOPFANR untuk menarik dukungan dan rasa memiliki dari masyarakat ASEAN, dan penekanan prinsip non-intervensi melalui penguatan mekanisme ASEAN’s Troika menjadi Non-non-intervention forum yang membantu bukan hanya sebagai pengurai konflik tetapi juga menunjang kebutuhan konsensus lain. Saran teoritis, penelitian ini mengadopsi pendekatan cross-religion-cultural regionalism yang masih kurang tereksplorasi, terutama dalam konteks ASEAN. Penelitian selanjutnya dapat menggali alternatif pendekatan regionalisme yang lebih matang untuk memperkuat peran ASEAN. Penguatan peran ASEAN akan membantu ASEAN untuk dapat lebih berperan dalam memanajemen konflik di kawasan dan esktra-kawasan, sehingga keamanan nasional dari para anggota ASEAN menjadi lebih kuat dan terjamin.
650 4 $a ASEAN -- Damai dan Resolusi Konflik -- Manajemen Konflik -- Konsensus -- Non-intervensi -- ZOPFAN
700 0 # $a Bambang Wahyudi
700 0 # $a EKO G. SAMUDRO
700 0 # $a Eri R. Hidayat
700 0 # $a I Gede Sumertha KY
700 0 # $a Ichsan Malik
Content Unduh katalog