Judul PERAN PEMERINTAH DAERAH DALAM MENYELESAIKAN KONFLIK PELANGGARAN WILAYAH TANGKAP DI LAUT NATUNA UTARA GUNA MEWUJUDKAN KEAMANAN NASIONAL
Pengarang MUHAMMAD SURYA BHASKARA
Ichsan Malik
Arifuddin Uksan
Agus Adriyanto
Panji Suwarno
bayu setiawan
Penerbitan Bogor : Universitas Pertahanan Republik Indonesia, 2024
Subjek Keamanan Nasional -- Pemerintah Daerah -- Konflik -- Damai dan Resolusi Konflik -- Pelanggaran -- Wilayah Tangkap
Catatan Konflik pelanggaran wilayah tangkap di Laut Natuna Utara, Indonesia, terjadi antara nelayan Natuna dan luar natuna serta pelaku pelanggaran nelayan luar negeri. Penyebab terjadinya konflik ini berkaitan dengan penggunaan wilayah tangkap yang tidak sesuai dengan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 18 Tahun 2021 yang mengatur aturan zona tangkap sesuai dengan ukuran kapal dan jenis alat tangkap Kondisi ini dapat menimbulkan ancaman terhadap keberlanjutan sumber daya maritim dan keamanan nasional. Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika konflik akibat pelanggaran wilayah tangkap dan menganalisis peran pemerintah daerah dalam menyelesaikan konflik pelanggaran wilayah tangkap di Laut Natuna Utara. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui wawancara, observasi lapangan, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dinamika konflik disebabkan oleh akar permasalahan yang diantaranya penggunaa teknologi dan modernisasi dalam penangkapan ikan, adanya kebijakan pemerintah dan regulasi yang tidak sesuai dengan kebutuhan nelayan, dan nelayan kurang memperhatikan kelestarian lingkungan dan keamanan maritim. Peran Pemerintah dalam penyelesaian konflik memerlukan mediasi dan komunikasi yang efektif antara nelayan dalam negeri dan luar negeri, memberikan informasi dan sosialisasi terkait implementasi Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan, menetapkan peraturan dan kebijakan terkait penangkapan ikan dan kelestarian sumber daya alam. Adapun sarannya meningkatkan kerja sama yang efektif antar lembaga untuk menciptakan kebijakan bisa diterima semua pihak, sehingga mengurangi konflik dan mendukung keberlanjutan sumber daya perikanan, serta menjaga stabilitas keamanan nasional.
Bentuk Karya Tidak ada kode yang sesuai
Target Pembaca Tidak ada kode yang sesuai

 
Informasi: Di sini Anda dapat mengakses seluruh konten digital yang tersedia untuk koleksi ini. Tombol "Baca Buku" di bawah sampul hanya menampilkan file pertama sebagai preview.
No Nama File Nama File Format Flash Format Aksi
1 854f4144afd71743bdd28adf717ae8f5.pdf 854f4144afd71743bdd28adf717ae8f5.pdf pdf Baca
2 27b8f2c42f4eb1745bb10ec546e7347d.pdf 27b8f2c42f4eb1745bb10ec546e7347d.pdf pdf Baca
3 473ade4dc939f435cebdc2d65af47d69.pdf 473ade4dc939f435cebdc2d65af47d69.pdf pdf Baca
4 c2bbe4d6d00ee4ab1e94ba86434aa286.pdf c2bbe4d6d00ee4ab1e94ba86434aa286.pdf pdf Baca
5 d6daa693d8080e1dc31afd853302e58e.pdf d6daa693d8080e1dc31afd853302e58e.pdf pdf Baca
Informasi: Di sini Anda dapat melihat ketersediaan eksemplar fisik koleksi ini di perpustakaan beserta lokasinya.
No No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan Aksi
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000000003002
005 20260212111750
008 260212################|##########|#|##
035 # # $a 0010-1225003002
041 $a id
082 # # $a NONE
090 $a T.33.24.017
100 0 # $a MUHAMMAD SURYA BHASKARA
245 1 # $a PERAN PEMERINTAH DAERAH DALAM MENYELESAIKAN KONFLIK PELANGGARAN WILAYAH TANGKAP DI LAUT NATUNA UTARA GUNA MEWUJUDKAN KEAMANAN NASIONAL
260 # # $a Bogor :$b Universitas Pertahanan Republik Indonesia,$c 2024
500 # # $a Konflik pelanggaran wilayah tangkap di Laut Natuna Utara, Indonesia, terjadi antara nelayan Natuna dan luar natuna serta pelaku pelanggaran nelayan luar negeri. Penyebab terjadinya konflik ini berkaitan dengan penggunaan wilayah tangkap yang tidak sesuai dengan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 18 Tahun 2021 yang mengatur aturan zona tangkap sesuai dengan ukuran kapal dan jenis alat tangkap Kondisi ini dapat menimbulkan ancaman terhadap keberlanjutan sumber daya maritim dan keamanan nasional. Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika konflik akibat pelanggaran wilayah tangkap dan menganalisis peran pemerintah daerah dalam menyelesaikan konflik pelanggaran wilayah tangkap di Laut Natuna Utara. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui wawancara, observasi lapangan, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dinamika konflik disebabkan oleh akar permasalahan yang diantaranya penggunaa teknologi dan modernisasi dalam penangkapan ikan, adanya kebijakan pemerintah dan regulasi yang tidak sesuai dengan kebutuhan nelayan, dan nelayan kurang memperhatikan kelestarian lingkungan dan keamanan maritim. Peran Pemerintah dalam penyelesaian konflik memerlukan mediasi dan komunikasi yang efektif antara nelayan dalam negeri dan luar negeri, memberikan informasi dan sosialisasi terkait implementasi Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan, menetapkan peraturan dan kebijakan terkait penangkapan ikan dan kelestarian sumber daya alam. Adapun sarannya meningkatkan kerja sama yang efektif antar lembaga untuk menciptakan kebijakan bisa diterima semua pihak, sehingga mengurangi konflik dan mendukung keberlanjutan sumber daya perikanan, serta menjaga stabilitas keamanan nasional.
650 4 $a Keamanan Nasional -- Pemerintah Daerah -- Konflik -- Damai dan Resolusi Konflik -- Pelanggaran -- Wilayah Tangkap
700 0 # $a Agus Adriyanto
700 0 # $a Arifuddin Uksan
700 0 # $a bayu setiawan
700 0 # $a Ichsan Malik
700 0 # $a Panji Suwarno
Content Unduh katalog