| Judul | STRATEGI PENANGKALAN INDONESIA DALAM MENGHADAPI PEREBUTAN HEGEMONI CHINA-AMERIKA SERIKAT TERHADAP STABILITAS KAWASAN DI LAUT CHINA SELATAN |
| Pengarang | Marsetio Panji Suwarno Widodo Surya Wiranto Rudiyanto BAGUS WAHYU HUTOMO |
| Penerbitan | Bogor : Universitas Pertahanan Republik Indonesia, 2024 |
| Subjek | Strategi -- Laut China Selatan -- Keamanan Maritim -- Penangkalan -- Hegemoni -- China-Amerika Serikat |
| Catatan | Perebutan hegemoni antara Amerika Serikat dan China berpotensi mengalami kenaikan ekskalasi konflik dengan adanya potensi perang terbuka di kawasan Laut China Selatan (LCS). Semakin meluasnya hegemoni China serta adanya potensi konflik dengan beberapa negara di Asia Tenggara seperti Taiwan, Malaysia, Brunei Darussalam, Vietnam, Filipina, ditambah Indonesia juga memiliki klaim wilayah disekitar perairan Natuna yang dianggap sebagai bagian dari Laut China Selatan oleh beberapa Negara. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi konflik yang ada di Kawasan Laut China Selatan dalam kehadiran hegemoni China dan Amerika Serikat serta menganalisis strategi penangkalan Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data berasal dari informan, observasi, dan dokumentasi yang dianalisis menggunakan teknik kondensasi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan potensi konflik kehadiran kedua kekuatan besar diperkuat dengan aktivitas militer yang meningkat dan perbandingan kekuatan pertahanan yang signifikan, menimbulkan potensi konflik yang dapat mengganggu stabilitas ekonomi dan politik kawasan, terutama bagi negara-negara ASEAN. Selanjutnya, strategi penangkalan Indonesia dengan menerapkan berbagai strategi pertahanan yang komprehensif dan multidimensi melalui pembangunan wawasan nusantara maritim, memperkuat kolaborasi dan pembangunan diplomasi antar anggota ASEAN untuk meningkatkan keamanan maritim dikawasan LCS. Strategi penangkalan dapat dilakukan baik pada masa damai, transisi maupun perang melalui pembangunan budaya wawasan nusantara maritim, komitmen dalam menjaga dan mengelola sumber daya laut, komitmen dalam pengembangan infrastruktur dan konektivitas maritim, penguatan diplomasi maritim Indonesia dan memperkuat pembangunan kekuatan pertahanan maritim Indonesia. Saran dapat menjadi dasar meningkatkan peran Indonesia sebagai pemimpin regional, serta mengadvokasi stabilitas kawasan dengan mendorong peran ASEAN, sehingga perlu ada terobosan kesepakatan baru (new initiative). |
| Bentuk Karya | Tidak ada kode yang sesuai |
| Target Pembaca | Tidak ada kode yang sesuai |
Informasi: Di sini Anda dapat mengakses seluruh konten digital yang tersedia untuk koleksi ini.
Tombol "Baca Buku" di bawah sampul hanya menampilkan file pertama sebagai preview.
| No | Nama File | Nama File Format Flash | Format | Aksi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | 7ffadf19d61bd1a7a085dd120a420567.pdf | 7ffadf19d61bd1a7a085dd120a420567.pdf | Baca | |
| 2 | f43b77c5aab35f81e823d6e5da64d5ca.pdf | f43b77c5aab35f81e823d6e5da64d5ca.pdf | Baca | |
| 3 | f52c10981ffc0f31eb6db06218983a6e.pdf | f52c10981ffc0f31eb6db06218983a6e.pdf | Baca | |
| 4 | c7fa7a769d33e56ce7fb85be60255a82.pdf | c7fa7a769d33e56ce7fb85be60255a82.pdf | Baca | |
| 5 | 16e52c4d29cbac10f08f073f1300eeee.pdf | 16e52c4d29cbac10f08f073f1300eeee.pdf | Baca | |
| 6 | 3708296e9b187f7b072db129ea425121.pdf | 3708296e9b187f7b072db129ea425121.pdf | Baca | |
| 7 | 8a2dfa66352c326a333a7a68e32484e4.pdf | 8a2dfa66352c326a333a7a68e32484e4.pdf | Baca | |
| 8 | 88806cf2b41f0b9548c78075aec7e43b.pdf | 88806cf2b41f0b9548c78075aec7e43b.pdf | Baca |
Informasi: Di sini Anda dapat melihat ketersediaan eksemplar fisik koleksi ini di perpustakaan beserta lokasinya.
| No | No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan | Aksi |
|---|
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000000003028 | ||
| 005 | 20260212100737 | ||
| 008 | 260212################|##########|#|## | ||
| 035 | # | # | $a 0010-1225003028 |
| 041 | $a id | ||
| 082 | # | # | $a NONE |
| 090 | $a T.32.24.003 | ||
| 100 | 0 | # | $a Marsetio |
| 245 | 1 | # | $a STRATEGI PENANGKALAN INDONESIA DALAM MENGHADAPI PEREBUTAN HEGEMONI CHINA-AMERIKA SERIKAT TERHADAP STABILITAS KAWASAN DI LAUT CHINA SELATAN |
| 260 | # | # | $a Bogor :$b Universitas Pertahanan Republik Indonesia,$c 2024 |
| 500 | # | # | $a Perebutan hegemoni antara Amerika Serikat dan China berpotensi mengalami kenaikan ekskalasi konflik dengan adanya potensi perang terbuka di kawasan Laut China Selatan (LCS). Semakin meluasnya hegemoni China serta adanya potensi konflik dengan beberapa negara di Asia Tenggara seperti Taiwan, Malaysia, Brunei Darussalam, Vietnam, Filipina, ditambah Indonesia juga memiliki klaim wilayah disekitar perairan Natuna yang dianggap sebagai bagian dari Laut China Selatan oleh beberapa Negara. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi konflik yang ada di Kawasan Laut China Selatan dalam kehadiran hegemoni China dan Amerika Serikat serta menganalisis strategi penangkalan Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data berasal dari informan, observasi, dan dokumentasi yang dianalisis menggunakan teknik kondensasi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan potensi konflik kehadiran kedua kekuatan besar diperkuat dengan aktivitas militer yang meningkat dan perbandingan kekuatan pertahanan yang signifikan, menimbulkan potensi konflik yang dapat mengganggu stabilitas ekonomi dan politik kawasan, terutama bagi negara-negara ASEAN. Selanjutnya, strategi penangkalan Indonesia dengan menerapkan berbagai strategi pertahanan yang komprehensif dan multidimensi melalui pembangunan wawasan nusantara maritim, memperkuat kolaborasi dan pembangunan diplomasi antar anggota ASEAN untuk meningkatkan keamanan maritim dikawasan LCS. Strategi penangkalan dapat dilakukan baik pada masa damai, transisi maupun perang melalui pembangunan budaya wawasan nusantara maritim, komitmen dalam menjaga dan mengelola sumber daya laut, komitmen dalam pengembangan infrastruktur dan konektivitas maritim, penguatan diplomasi maritim Indonesia dan memperkuat pembangunan kekuatan pertahanan maritim Indonesia. Saran dapat menjadi dasar meningkatkan peran Indonesia sebagai pemimpin regional, serta mengadvokasi stabilitas kawasan dengan mendorong peran ASEAN, sehingga perlu ada terobosan kesepakatan baru (new initiative). |
| 650 | 4 | $a Strategi -- Laut China Selatan -- Keamanan Maritim -- Penangkalan -- Hegemoni -- China-Amerika Serikat | |
| 700 | 0 | # | $a BAGUS WAHYU HUTOMO |
| 700 | 0 | # | $a Panji Suwarno |
| 700 | 0 | # | $a Rudiyanto |
| 700 | 0 | # | $a Surya Wiranto |
| 700 | 0 | # | $a Widodo |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :