Judul PENGELOLAAN HUTAN MANGROVE DI KABUPATEN CILACAP DALAM RANGKA MENDUKUNG KEBERLANJUTAN EKOSISTEM PESISIR DAN KEAMANAN LINGKUNGAN MARITIM
Pengarang Rahma Agun Aulal Muna
Aris Sarjito
Panji Suwarno
Rudiyanto
Abdul Rivai Ras
Mukhlis
Penerbitan Bogor : Universitas Pertahanan Republik Indonesia, 2024
Subjek Pesisir -- pengelolaan -- Keamanan Maritim -- Keamanan Lingkungan Maritim -- Keberlanjutan -- Restorasi -- Hutan Mangrove
Catatan Kabupaten Cilacap memiliki hutan mangrove terluas di Pulau Jawa, terutama di kawasan Segara Anakan. Sayangnya, tingkat sedimentasi yang tinggi telah menyebabkan pendangkalan yang membahayakan eksistensi laguna Segara Anakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kondisi hutan mangrove Segara Anakan, mengkaji upaya restorasi yang telah dilakukan oleh para pemangku kepentingan, dan menganalisa kebijakan pemerintah daerah terkait pengelolaan hutan mangrove dalam rangka mendukung keberlanjutan dan keamanan lingkungan maritim. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan data yang dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas hutan mangrove yang tersisa di Segara Anakan sekitar 400 hektar, sementara sedimentasi yang mengendap sekitar 5 juta m/tahun. 70% endapan sedimentasi dari aliran Sungai Citanduy. Para pemangku kepentingan telah melakukan berbagai bentuk restorasi, antara lain rehabilitasi mangrove, edukasi, pelatihan, dan restocking ikan, serta membentuk kelompok konservasi dan pengawas sumber daya alam. Implementasi kebijakan terkait pengelolaan hutan mangrove Segara Anakan masih belum optimal. Kebijakan lanjutan perlu dirumuskan terkait pemanfaatan mangrove, baik dalam bidang ekonomi maupun keamanan. Pemerintah Kabupaten Cilacap perlu meningkatkan koordinasi dengan 10 pemerintah daerah lain yang dilewati aliran Sungai Citanduy. Pengelolaan hutan mangrove dan daerah hulu Sungai Citanduy yang baik dapat meminimalisir sedimentasi di laguna Segara Anakan.
Bentuk Karya Tidak ada kode yang sesuai
Target Pembaca Tidak ada kode yang sesuai

 
Informasi: Di sini Anda dapat mengakses seluruh konten digital yang tersedia untuk koleksi ini. Tombol "Baca Buku" di bawah sampul hanya menampilkan file pertama sebagai preview.
No Nama File Nama File Format Flash Format Aksi
1 1394522f421e94c3361c26bdd036d9d9.pdf 1394522f421e94c3361c26bdd036d9d9.pdf pdf Baca
2 3fdef220022c1fd4d2b6fdef847a6069.pdf 3fdef220022c1fd4d2b6fdef847a6069.pdf pdf Baca
3 2cfdcfeec7f3ff991f36f96ed8ceb694.pdf 2cfdcfeec7f3ff991f36f96ed8ceb694.pdf pdf Baca
4 9aa72aded933c8e0ceb5397534cf9ddf.pdf 9aa72aded933c8e0ceb5397534cf9ddf.pdf pdf Baca
5 53d999cb8390e78fa42d3a29bd392e59.pdf 53d999cb8390e78fa42d3a29bd392e59.pdf pdf Baca
Informasi: Di sini Anda dapat melihat ketersediaan eksemplar fisik koleksi ini di perpustakaan beserta lokasinya.
No No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan Aksi
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000000003082
005 20260212104812
008 260212################|##########|#|##
035 # # $a 0010-1225003082
041 $a id
082 # # $a NONE
100 0 # $a Rahma Agun Aulal Muna
245 1 # $a PENGELOLAAN HUTAN MANGROVE DI KABUPATEN CILACAP DALAM RANGKA MENDUKUNG KEBERLANJUTAN EKOSISTEM PESISIR DAN KEAMANAN LINGKUNGAN MARITIM
260 # # $a Bogor :$b Universitas Pertahanan Republik Indonesia,$c 2024
500 # # $a Kabupaten Cilacap memiliki hutan mangrove terluas di Pulau Jawa, terutama di kawasan Segara Anakan. Sayangnya, tingkat sedimentasi yang tinggi telah menyebabkan pendangkalan yang membahayakan eksistensi laguna Segara Anakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kondisi hutan mangrove Segara Anakan, mengkaji upaya restorasi yang telah dilakukan oleh para pemangku kepentingan, dan menganalisa kebijakan pemerintah daerah terkait pengelolaan hutan mangrove dalam rangka mendukung keberlanjutan dan keamanan lingkungan maritim. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan data yang dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas hutan mangrove yang tersisa di Segara Anakan sekitar 400 hektar, sementara sedimentasi yang mengendap sekitar 5 juta m/tahun. 70% endapan sedimentasi dari aliran Sungai Citanduy. Para pemangku kepentingan telah melakukan berbagai bentuk restorasi, antara lain rehabilitasi mangrove, edukasi, pelatihan, dan restocking ikan, serta membentuk kelompok konservasi dan pengawas sumber daya alam. Implementasi kebijakan terkait pengelolaan hutan mangrove Segara Anakan masih belum optimal. Kebijakan lanjutan perlu dirumuskan terkait pemanfaatan mangrove, baik dalam bidang ekonomi maupun keamanan. Pemerintah Kabupaten Cilacap perlu meningkatkan koordinasi dengan 10 pemerintah daerah lain yang dilewati aliran Sungai Citanduy. Pengelolaan hutan mangrove dan daerah hulu Sungai Citanduy yang baik dapat meminimalisir sedimentasi di laguna Segara Anakan.
650 4 $a Pesisir -- pengelolaan -- Keamanan Maritim -- Keamanan Lingkungan Maritim -- Keberlanjutan -- Restorasi -- Hutan Mangrove
700 0 # $a Abdul Rivai Ras
700 0 # $a Aris Sarjito
700 0 # $a Mukhlis
700 0 # $a Panji Suwarno
700 0 # $a Rudiyanto
Content Unduh katalog