Judul PEMBANGUNAN JARINGAN RUTE MULTIPORT TOL LAUT WILAYAH PAPUA BAGIAN UTARA GUNA MEMPERLANCAR ARUS BARANG SERTA MENJAGA KEAMANAN DAN KESELAMATAN PELAYARAN DI INDONESIA BAGIAN TIMUR
Pengarang REGITA ERNAWATI
Panji Suwarno
Surya Wiranto
Rudiyanto
Marsetio
Lukijanto
Penerbitan Bogor : Universitas Pertahanan Republik Indonesia, 2024
Subjek papua -- Keamanan Maritim -- Tol Laut -- Keselamatan Pelayaran -- Rute Multiport
Catatan Realisasi waktu tempuh pelayaran kapal angkutan barang tol laut belum sepenuhnya menyinggahi pelabuhan sesuai dengan jadwal dan surat keputusan trayek. Hal ini mengakibatkan belum terjaminnya ketersediaan pelayanan tol laut yang tepat waktu bagi pengguna jasa, pelayanan kapal tol laut belum sepenuhnya mampu menjaga ketersediaan barang kebutuhan pokok akibat belum lancarnya arus pelayaran kapal yang digunakan untuk mengangkut barang. Tujuan penelitian ini adalah membangun jaringan rute baru tol laut guna memperlancar arus barang dan menganalisa aspek keamanan dan keselamatan pelayaran di wilayah Papua Bagian Utara. Penelitian ini menggunakan mixed method dengan desain penelitian yaitu The Embedded Design. Hasil penelitian pada perencanaan pembangunan jaringan rute baru tol laut adalah dengan menghubungkan trayek T-9 dan T-19 menjadi 1 trayek baru dapat menghemat biaya subsidi sebesar Rp. 171 Juta. Jarak tempuh pelayaran pada rute baru tersebut yaitu 1932 Nm dengan frekuensi berlayar yaitu 23 voyage. Dalam 1 voyage, sea time nya 6,7 hari dan port time 2 hari. Hasil penelitian pada aspek keamanan dan keselamatan pelayaran adalah Papua Bagian Utara termasuk zona yang aman untuk dilayari karena minim terhadap gangguan keamanan maritim, sampai dengan saat ini belum pernah ada kasus seperti pembajakan, crash. Namun, terdapat beberapa kendala salah satunya yaitu keterbatasan unsur/alutsista dan masih terdapat kapal-kapal sipil yang tidak menyalakan AIS, hal ini dapat menjadi potensi ancaman di kemudian hari, oleh sebab itu perlunya peningkatan koordinasi dan komunikasi antar stakeholder terkait di laut. Dari segi keselamatan pelayaran, pada tahun 2023 ini hanya terjadi 5 kecelakaan kapal dan bukan merupakan kecelakaan pada kapal tol laut.
Bentuk Karya Tidak ada kode yang sesuai
Target Pembaca Tidak ada kode yang sesuai

 
Informasi: Di sini Anda dapat mengakses seluruh konten digital yang tersedia untuk koleksi ini. Tombol "Baca Buku" di bawah sampul hanya menampilkan file pertama sebagai preview.
No Nama File Nama File Format Flash Format Aksi
1 c18d45430eaaaa0bb8e8b166ee3125dd.pdf c18d45430eaaaa0bb8e8b166ee3125dd.pdf pdf Baca
2 f7808c799bef6e6366518be1ce88b759.pdf f7808c799bef6e6366518be1ce88b759.pdf pdf Baca
3 4cd4e4d54c99ced74d85a094a7c8e757.pdf 4cd4e4d54c99ced74d85a094a7c8e757.pdf pdf Baca
4 91c60a13433864ed8642731cc5c8d165.pdf 91c60a13433864ed8642731cc5c8d165.pdf pdf Baca
5 941a76d284e4a24eaa561570de4f07b4.pdf 941a76d284e4a24eaa561570de4f07b4.pdf pdf Baca
Informasi: Di sini Anda dapat melihat ketersediaan eksemplar fisik koleksi ini di perpustakaan beserta lokasinya.
No No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan Aksi
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000000003083
005 20260212104754
008 260212################|##########|#|##
035 # # $a 0010-1225003083
041 $a id
082 # # $a NONE
100 0 # $a REGITA ERNAWATI
245 1 # $a PEMBANGUNAN JARINGAN RUTE MULTIPORT TOL LAUT WILAYAH PAPUA BAGIAN UTARA GUNA MEMPERLANCAR ARUS BARANG SERTA MENJAGA KEAMANAN DAN KESELAMATAN PELAYARAN DI INDONESIA BAGIAN TIMUR
260 # # $a Bogor :$b Universitas Pertahanan Republik Indonesia,$c 2024
500 # # $a Realisasi waktu tempuh pelayaran kapal angkutan barang tol laut belum sepenuhnya menyinggahi pelabuhan sesuai dengan jadwal dan surat keputusan trayek. Hal ini mengakibatkan belum terjaminnya ketersediaan pelayanan tol laut yang tepat waktu bagi pengguna jasa, pelayanan kapal tol laut belum sepenuhnya mampu menjaga ketersediaan barang kebutuhan pokok akibat belum lancarnya arus pelayaran kapal yang digunakan untuk mengangkut barang. Tujuan penelitian ini adalah membangun jaringan rute baru tol laut guna memperlancar arus barang dan menganalisa aspek keamanan dan keselamatan pelayaran di wilayah Papua Bagian Utara. Penelitian ini menggunakan mixed method dengan desain penelitian yaitu The Embedded Design. Hasil penelitian pada perencanaan pembangunan jaringan rute baru tol laut adalah dengan menghubungkan trayek T-9 dan T-19 menjadi 1 trayek baru dapat menghemat biaya subsidi sebesar Rp. 171 Juta. Jarak tempuh pelayaran pada rute baru tersebut yaitu 1932 Nm dengan frekuensi berlayar yaitu 23 voyage. Dalam 1 voyage, sea time nya 6,7 hari dan port time 2 hari. Hasil penelitian pada aspek keamanan dan keselamatan pelayaran adalah Papua Bagian Utara termasuk zona yang aman untuk dilayari karena minim terhadap gangguan keamanan maritim, sampai dengan saat ini belum pernah ada kasus seperti pembajakan, crash. Namun, terdapat beberapa kendala salah satunya yaitu keterbatasan unsur/alutsista dan masih terdapat kapal-kapal sipil yang tidak menyalakan AIS, hal ini dapat menjadi potensi ancaman di kemudian hari, oleh sebab itu perlunya peningkatan koordinasi dan komunikasi antar stakeholder terkait di laut. Dari segi keselamatan pelayaran, pada tahun 2023 ini hanya terjadi 5 kecelakaan kapal dan bukan merupakan kecelakaan pada kapal tol laut.
650 4 $a papua -- Keamanan Maritim -- Tol Laut -- Keselamatan Pelayaran -- Rute Multiport
700 0 # $a Lukijanto
700 0 # $a Marsetio
700 0 # $a Panji Suwarno
700 0 # $a Rudiyanto
700 0 # $a Surya Wiranto
Content Unduh katalog