| Judul | PENGEMBANGAN ELEKTROLIT PADAT LATP DENGAN DOPAN LANTANUM UNTUK BATERAI ION LITIUM GUNA MENINGKATKAN KUALITAS TEKNOLOGI PERTAHANAN |
| Pengarang | MICHAEL JULIUS CAESAR L. TOBING Sovian Aritonang Toto Sudiro Mas Ayu Elita Hafizah Maykel T. E Manawan Heri Jodi |
| Penerbitan | Bogor : Universitas Pertahanan Republik Indonesia, 2024 |
| Subjek | Teknologi Daya Gerak -- ASSB -- Baterai Ion Litium -- Doping -- Elektrolit Padat -- Konduktivitas -- Lantanum -- LATP |
| Catatan | Pengembangan Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan (Alpalhankam) bertenaga listrik saat ini masih memiliki keterbatasan dalam hal kepadatan energi dan tingkat keamanan. Salah satu solusi untuk mengatasi keterbatasan tersebut adalah dengan penerapan All Solid-State Battery (ASSB). ASSB menggunakan elektrolit padat yang memiliki keunggulan dibandingkan elektrolit cair, yaitu peningkatan kepadatan energi dan tingkat keamanan. Elektrolit padat berbasis LATP (Li1+xAlxTi2-x(PO4)3) merupakan salah satu kandidat potensial untuk ASSB. LATP memiliki konduktivitas yang tinggi dan stabilitas kimia yang baik. Namun, konduktivitas LATP masih belum optimal untuk aplikasi Alpalhankam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan lantanum (La) sebagai substitusi aluminium (Al) terhadap konduktivitas elektrolit padat LATP. Sampel LATP disintesis menggunakan metode solid-state reaction pada suhu 850 C, dengan variasi konsentrasi substitusi La 0/ 0,1/ 0,2/ 0,3. Teknik karakterisasi yang dilakukan meliputi X-Ray Diffraction (XRD) untuk struktur kristal dan fasa, Scanning Electron Microscopy (SEM) untuk morfologi, dan Electrochemical Impedance Spectroscopy (EIS) untuk menguji konduktivitas. Hasil dari analisis XRD mengungkapkan munculnya fasa minor LaPO4 saat dilakukan penambahan dopan La. Kemudian, melalui analisis morfologi SEM terjadi peningkatan kualitas morfologi pada sampel LATP 2 dan 3, namun masih ada ketidakhomogenan yang terjadi akibat munculnya fasa minor tersebut. Hasil uji konduktivitas EIS menunjukkan bahwa substitusi parsial Alo dapat meningkatkankonduktivitas sampai batas tertentu. Hasil uji mengungkapkan LATP 2 (xLa 0,2) mencapai konduktivitas tertinggi sebesar 3,174 x 103+ dengan La3+ S/cm, sementara LATP 4 (xLa 0,3) memiliki konduktivitas terendah sebesar 1,795 x 10-8 S/cm. Penambahan dopan lantanum pada LATP menunjukkan potensi peningkatan konduktivitas, namun butuh penelitian lebih lanjut sebelum dapat mengaplikasikannya secara langsung pada Alpalhankam. |
| Bentuk Karya | Tidak ada kode yang sesuai |
| Target Pembaca | Tidak ada kode yang sesuai |
Informasi: Di sini Anda dapat melihat ketersediaan eksemplar fisik koleksi ini di perpustakaan beserta lokasinya.
| No | No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan | Aksi |
|---|
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000000003128 | ||
| 005 | 20260212100639 | ||
| 008 | 260212################|##########|#|## | ||
| 035 | # | # | $a 0010-1225003128 |
| 041 | $a id | ||
| 082 | # | # | $a NONE |
| 100 | 0 | # | $a MICHAEL JULIUS CAESAR L. TOBING |
| 245 | 1 | # | $a PENGEMBANGAN ELEKTROLIT PADAT LATP DENGAN DOPAN LANTANUM UNTUK BATERAI ION LITIUM GUNA MENINGKATKAN KUALITAS TEKNOLOGI PERTAHANAN |
| 260 | # | # | $a Bogor :$b Universitas Pertahanan Republik Indonesia,$c 2024 |
| 500 | # | # | $a Pengembangan Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan (Alpalhankam) bertenaga listrik saat ini masih memiliki keterbatasan dalam hal kepadatan energi dan tingkat keamanan. Salah satu solusi untuk mengatasi keterbatasan tersebut adalah dengan penerapan All Solid-State Battery (ASSB). ASSB menggunakan elektrolit padat yang memiliki keunggulan dibandingkan elektrolit cair, yaitu peningkatan kepadatan energi dan tingkat keamanan. Elektrolit padat berbasis LATP (Li1+xAlxTi2-x(PO4)3) merupakan salah satu kandidat potensial untuk ASSB. LATP memiliki konduktivitas yang tinggi dan stabilitas kimia yang baik. Namun, konduktivitas LATP masih belum optimal untuk aplikasi Alpalhankam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan lantanum (La) sebagai substitusi aluminium (Al) terhadap konduktivitas elektrolit padat LATP. Sampel LATP disintesis menggunakan metode solid-state reaction pada suhu 850 C, dengan variasi konsentrasi substitusi La 0/ 0,1/ 0,2/ 0,3. Teknik karakterisasi yang dilakukan meliputi X-Ray Diffraction (XRD) untuk struktur kristal dan fasa, Scanning Electron Microscopy (SEM) untuk morfologi, dan Electrochemical Impedance Spectroscopy (EIS) untuk menguji konduktivitas. Hasil dari analisis XRD mengungkapkan munculnya fasa minor LaPO4 saat dilakukan penambahan dopan La. Kemudian, melalui analisis morfologi SEM terjadi peningkatan kualitas morfologi pada sampel LATP 2 dan 3, namun masih ada ketidakhomogenan yang terjadi akibat munculnya fasa minor tersebut. Hasil uji konduktivitas EIS menunjukkan bahwa substitusi parsial Alo dapat meningkatkankonduktivitas sampai batas tertentu. Hasil uji mengungkapkan LATP 2 (xLa 0,2) mencapai konduktivitas tertinggi sebesar 3,174 x 103+ dengan La3+ S/cm, sementara LATP 4 (xLa 0,3) memiliki konduktivitas terendah sebesar 1,795 x 10-8 S/cm. Penambahan dopan lantanum pada LATP menunjukkan potensi peningkatan konduktivitas, namun butuh penelitian lebih lanjut sebelum dapat mengaplikasikannya secara langsung pada Alpalhankam. |
| 650 | 4 | $a Teknologi Daya Gerak -- ASSB -- Baterai Ion Litium -- Doping -- Elektrolit Padat -- Konduktivitas -- Lantanum -- LATP | |
| 700 | 0 | # | $a Heri Jodi |
| 700 | 0 | # | $a Mas Ayu Elita Hafizah |
| 700 | 0 | # | $a Maykel T. E Manawan |
| 700 | 0 | # | $a Sovian Aritonang |
| 700 | 0 | # | $a Toto Sudiro |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :