Judul PENGINDERAN JAUH AKTIF INTERFEROMETRY SAR (INSAR) DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) UNTUK MENENTUKAN ZONA BAHAYA GEMPABUMI CIANJUR DALAM RANGKA MENINGKATKAN KEWASPADAAN NASIONAL
Pengarang MOHAMMAD OBIE RESTIANTO
Makmur Supriyatno
Ansori Zaini
Aris Poniman Kertopermono
H.A. Danang Rimbawa
Agus Haryanto Ikhsanudin
Penerbitan Bogor : Universitas Pertahanan Republik Indonesia, 2024
Subjek Teknologi Penginderaan -- InSAR -- SIG -- AHP -- Sentinel-1 -- Zona Bahaya Gempabumi
Catatan Penginderaan jauh aktif dapat digunakan untuk membantu operasi militer selain perang. Bencana alam merupakan salah satu operasi militer selain perang. Gempabumi adalah bencana alam yang sering terjadi di Indonesia dan berdampak besar pada masyarakat dan lingkungan. Pada tanggal 21 November 2022 Gempabumi M 5,6 mengguncang Cianjur yang mengakibatkan lebih dari 600 orang meninggal dan merusak ribuan rumah. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis zona bahaya gempabumi di wilayah Kabupaten Cianjur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Interferomerty SAR (InSAR) citra satelit Sentinel-1 untuk mendapatkan deformasi gempabumi dan Analytical Hierarchy Process (AHP) yang dipadukan dengan Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk membuat zona bahaya gempabumi. Dalam penelitian ini menggunakan tiga faktor yang mempengaruhi zona bahaya gempabumi yaitu jarak dari deformasi, Vs30, dan struktur geologi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi deformasi sebesar 7cm yang terletak 4,7 km Timur Laut episenter gempabumi utama. Zona bahaya gempabumi di wilayah Kabupaten Cianjur ada tiga jenis tingkatan, yaitu zona bahaya tingkat tinggi (zona merah) sebesar 0,4%, zona bahaya tingkat sedang (zona kuning) sebesar 89,4% dan zona bahaya tingkat rendah (zona hijau) sebesar 10,2% dari luas Kabupaten Cianjur. Kesimpulannya Kabupaten Cianjur memiliki tiga zona bahaya gempabumi yaitu zona bahaya gempabumi tingkat rendah (zona hijau) yang banyak berkumpul di Kecamatan Ciranjang, Sukaluyu, Karang Tengah, Akrokak, Agrabinta, serta beberapa kecamatan lain. Zona bahaya gempabumi tingkat sedang (zona kuning) tersebar disuluruh kecamatan. Zona bahaya gempabumi tingkat tinggi (zona merah) yang berada pada dua kecamatan yaitu Kecamatan Cugenang dan Kecamatan Cianjur.
Bentuk Karya Tidak ada kode yang sesuai
Target Pembaca Tidak ada kode yang sesuai

 
Informasi: Di sini Anda dapat mengakses seluruh konten digital yang tersedia untuk koleksi ini. Tombol "Baca Buku" di bawah sampul hanya menampilkan file pertama sebagai preview.
No Nama File Nama File Format Flash Format Aksi
1 43775d4e451ff8b132b25bbb90d2b4b9.pdf 43775d4e451ff8b132b25bbb90d2b4b9.pdf pdf Baca
2 00dea29d91198d15ec99bfc8436756fa.pdf 00dea29d91198d15ec99bfc8436756fa.pdf pdf Baca
3 a3699b8f068b27d9863e6474a6ef2f29.pdf a3699b8f068b27d9863e6474a6ef2f29.pdf pdf Baca
4 f437bd32650fd9bc0363b45fffe4815a.pdf f437bd32650fd9bc0363b45fffe4815a.pdf pdf Baca
5 3bb9d8ede40132cc87ebd077d2b355ed.pdf 3bb9d8ede40132cc87ebd077d2b355ed.pdf pdf Baca
Informasi: Di sini Anda dapat melihat ketersediaan eksemplar fisik koleksi ini di perpustakaan beserta lokasinya.
No No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan Aksi
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000000003150
005 20260212093552
008 260212################|##########|#|##
035 # # $a 0010-1225003150
041 $a id
082 # # $a NONE
100 0 # $a MOHAMMAD OBIE RESTIANTO
245 1 # $a PENGINDERAN JAUH AKTIF INTERFEROMETRY SAR (INSAR) DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) UNTUK MENENTUKAN ZONA BAHAYA GEMPABUMI CIANJUR DALAM RANGKA MENINGKATKAN KEWASPADAAN NASIONAL
260 # # $a Bogor :$b Universitas Pertahanan Republik Indonesia,$c 2024
500 # # $a Penginderaan jauh aktif dapat digunakan untuk membantu operasi militer selain perang. Bencana alam merupakan salah satu operasi militer selain perang. Gempabumi adalah bencana alam yang sering terjadi di Indonesia dan berdampak besar pada masyarakat dan lingkungan. Pada tanggal 21 November 2022 Gempabumi M 5,6 mengguncang Cianjur yang mengakibatkan lebih dari 600 orang meninggal dan merusak ribuan rumah. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis zona bahaya gempabumi di wilayah Kabupaten Cianjur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Interferomerty SAR (InSAR) citra satelit Sentinel-1 untuk mendapatkan deformasi gempabumi dan Analytical Hierarchy Process (AHP) yang dipadukan dengan Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk membuat zona bahaya gempabumi. Dalam penelitian ini menggunakan tiga faktor yang mempengaruhi zona bahaya gempabumi yaitu jarak dari deformasi, Vs30, dan struktur geologi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi deformasi sebesar 7cm yang terletak 4,7 km Timur Laut episenter gempabumi utama. Zona bahaya gempabumi di wilayah Kabupaten Cianjur ada tiga jenis tingkatan, yaitu zona bahaya tingkat tinggi (zona merah) sebesar 0,4%, zona bahaya tingkat sedang (zona kuning) sebesar 89,4% dan zona bahaya tingkat rendah (zona hijau) sebesar 10,2% dari luas Kabupaten Cianjur. Kesimpulannya Kabupaten Cianjur memiliki tiga zona bahaya gempabumi yaitu zona bahaya gempabumi tingkat rendah (zona hijau) yang banyak berkumpul di Kecamatan Ciranjang, Sukaluyu, Karang Tengah, Akrokak, Agrabinta, serta beberapa kecamatan lain. Zona bahaya gempabumi tingkat sedang (zona kuning) tersebar disuluruh kecamatan. Zona bahaya gempabumi tingkat tinggi (zona merah) yang berada pada dua kecamatan yaitu Kecamatan Cugenang dan Kecamatan Cianjur.
650 4 $a Teknologi Penginderaan -- InSAR -- SIG -- AHP -- Sentinel-1 -- Zona Bahaya Gempabumi
700 0 # $a Agus Haryanto Ikhsanudin
700 0 # $a Ansori Zaini
700 0 # $a Aris Poniman Kertopermono
700 0 # $a H.A. Danang Rimbawa
700 0 # $a Makmur Supriyatno
Content Unduh katalog