| Judul | STRATEGI PEMERINTAH DALAM PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL UNTUK KEPENTINGAN GEOPOLITIK INDONESIA PERIODISASI 2019-2023 |
| Pengarang | MUHAMMAD GANESH MUSYAFFA ARIESTAMA Rudy Sutanto Suhirwan Ari Pitoyo Sumarno Priyanto Fauzia G Cempaka T |
| Penerbitan | Bogor : Universitas Pertahanan Republik Indonesia, 2024 |
| Subjek | Indonesia -- Peperangan Asimetris -- Sosial Media -- Kepentingan Geopolitik |
| Catatan | Media sosial sebagai fenomena utama era komputer dan internet, mengubah fundamental cara berkomunikasi dan berinteraksi. Dari Facebook hingga whatsapp, media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, mempengaruhi cara berkomunikasi, berbagi informasi, dan terlibat dalam komunitas. Meskipun membawa dampak positif, risiko penyebaran berita palsu, disinformasi, dan penggunaan potensial untuk kepentingan politik dan geopolitik juga muncul. Jumlah pengguna media sosial global mencapai 4,76 miliar pada 2023, termasuk dalam perang informasi, propaganda, dan serangan siber. Dalam konteks geopolitik Indonesia, media sosial dapat menjadi alat dalam peperangan asimetris. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain analisis deskriptif dan triangulasi sumber. Analisis data dilakukan secara induktif menggunakan model analisis interaktif. Media sosial saat ini digunakan untuk memperluas komunikasi dan memantau kegiatan terkait isu sensitif serta menyebarkan informasi yang obyektif. Penelitian menunjukkan bahwa pemerintah belum dapat menggantikan pengambilan kebijakan geopolitik melalui media sosial, dan pendekatan geopolitik digital belum dapat diterapkan secara maksimal. Kesimpulan utama adalah saat ini strategi pemerintah masih belum mungkin melakukan geopolitik digital secara maksimal, pemanfaatan media sosial sebagai media utama dalam mengambil kebijakan berdasarkan situasi global di media sosial belum bisa dilakukan dengan maksimal, namun di masa mendatang, kemungkinan untuk mengimplementasikan kebijakan dan menerima media sosial sebagai bagian dari geopolitik digital tetap memungkinkan. Dengan faktor pendukung bahwa pemerintah telah menggunakan media sosial dalam kegiatan geopolitik dapat ditingkatkan dan faktor penghambat yang dapat diminimalisir dalam penggunaan media sosial oleh pemerintah. |
| Bentuk Karya | Tidak ada kode yang sesuai |
| Target Pembaca | Tidak ada kode yang sesuai |
Informasi: Di sini Anda dapat mengakses seluruh konten digital yang tersedia untuk koleksi ini.
Tombol "Baca Buku" di bawah sampul hanya menampilkan file pertama sebagai preview.
| No | Nama File | Nama File Format Flash | Format | Aksi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | bf7edc6b88267e04ce2f70149fb481b3.pdf | bf7edc6b88267e04ce2f70149fb481b3.pdf | Baca | |
| 2 | 1ec438694fd8fde55bc8ace56ed413cf.pdf | 1ec438694fd8fde55bc8ace56ed413cf.pdf | Baca | |
| 3 | cde30be83a0a03e47e6e0cfea80bc942.pdf | cde30be83a0a03e47e6e0cfea80bc942.pdf | Baca | |
| 4 | 6879321944a4ac0c28c1a6dc325e6d00.pdf | 6879321944a4ac0c28c1a6dc325e6d00.pdf | Baca | |
| 5 | 0a1aae43989c060e13fe84a2f07c79d7.pdf | 0a1aae43989c060e13fe84a2f07c79d7.pdf | Baca |
Informasi: Di sini Anda dapat melihat ketersediaan eksemplar fisik koleksi ini di perpustakaan beserta lokasinya.
| No | No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan | Aksi |
|---|
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000000003247 | ||
| 005 | 20260211113750 | ||
| 008 | 260211################|##########|#|## | ||
| 035 | # | # | $a 0010-1225003247 |
| 041 | $a id | ||
| 082 | # | # | $a NONE |
| 100 | 0 | # | $a MUHAMMAD GANESH MUSYAFFA ARIESTAMA |
| 245 | 1 | # | $a STRATEGI PEMERINTAH DALAM PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL UNTUK KEPENTINGAN GEOPOLITIK INDONESIA PERIODISASI 2019-2023 |
| 260 | # | # | $a Bogor :$b Universitas Pertahanan Republik Indonesia,$c 2024 |
| 500 | # | # | $a Media sosial sebagai fenomena utama era komputer dan internet, mengubah fundamental cara berkomunikasi dan berinteraksi. Dari Facebook hingga whatsapp, media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, mempengaruhi cara berkomunikasi, berbagi informasi, dan terlibat dalam komunitas. Meskipun membawa dampak positif, risiko penyebaran berita palsu, disinformasi, dan penggunaan potensial untuk kepentingan politik dan geopolitik juga muncul. Jumlah pengguna media sosial global mencapai 4,76 miliar pada 2023, termasuk dalam perang informasi, propaganda, dan serangan siber. Dalam konteks geopolitik Indonesia, media sosial dapat menjadi alat dalam peperangan asimetris. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain analisis deskriptif dan triangulasi sumber. Analisis data dilakukan secara induktif menggunakan model analisis interaktif. Media sosial saat ini digunakan untuk memperluas komunikasi dan memantau kegiatan terkait isu sensitif serta menyebarkan informasi yang obyektif. Penelitian menunjukkan bahwa pemerintah belum dapat menggantikan pengambilan kebijakan geopolitik melalui media sosial, dan pendekatan geopolitik digital belum dapat diterapkan secara maksimal. Kesimpulan utama adalah saat ini strategi pemerintah masih belum mungkin melakukan geopolitik digital secara maksimal, pemanfaatan media sosial sebagai media utama dalam mengambil kebijakan berdasarkan situasi global di media sosial belum bisa dilakukan dengan maksimal, namun di masa mendatang, kemungkinan untuk mengimplementasikan kebijakan dan menerima media sosial sebagai bagian dari geopolitik digital tetap memungkinkan. Dengan faktor pendukung bahwa pemerintah telah menggunakan media sosial dalam kegiatan geopolitik dapat ditingkatkan dan faktor penghambat yang dapat diminimalisir dalam penggunaan media sosial oleh pemerintah. |
| 650 | 4 | $a Indonesia -- Peperangan Asimetris -- Sosial Media -- Kepentingan Geopolitik | |
| 700 | 0 | # | $a Ari Pitoyo Sumarno |
| 700 | 0 | # | $a Fauzia G Cempaka T |
| 700 | 0 | # | $a Priyanto |
| 700 | 0 | # | $a Rudy Sutanto |
| 700 | 0 | # | $a Suhirwan |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :