Judul MODEL KEBIJAKAN PENYELESAIAN DUGAAN PELANGGARAN HAM YANG BERAT SECARA NON YUDISIAL DALAM MENDUKUNG KEAMANAN NASIONAL
Pengarang Marsetio
Pujo Widodo
Siswo Hadi Sumantri
Sovian Aritonang
Ermaya Suradinata
M. Adnan Madjid
Hikmahanto Juwana
BAMBANG IRWANTO
Hafid Abbas
Hendra Anthonius Ginting
Penerbitan Bogor : Universitas Pertahanan Republik Indonesia, 2025
Subjek Keamanan Nasional -- HAM -- Doktoral Ilmu Pertahanan -- Non-Yudisial -- Talangsari -- Kosentrasi Keamanan Nasional
Catatan Hingga saat ini bangsa Indonesia masih memiliki kasus dugaan pelanggaran HAM (HAM) yang belum terselesaikan, salah satunya adalah Kasus Talangsari (1989). Pemerintahan presiden Joko Widodo berkomitmen menyelesaikan kasus dugaan pelanggaran HAM berat masa lalu yang masih menjadi beban sosial politik bagi bangsa Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk membentuk dan menyusun model keberhasilan kebijakan penyelesaian dugaan pelanggaran HAM secara non yudisial pada kasus Talangsari tahun 1989 dalam Perspektif keamanan nasional melalui secara non yudisial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan melalui wawancara, dan studi pustaka. Pengolahan data dan analisis data menggunakan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) dan Software ATLAS. Hasil Penelitian yang ditemukan oleh peneliti dalam disertasi ini adalah Pemerintah Daerah Lampung Timur bersama dengan Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat telah melaksanakan rekonsiliasi sebagai upaya penyelesaian kasus Talangsari 1989, mekanisme penyelesaian Dugaan pelanggaran HAM secara non yudisial (out of court settlement) dapat diupayakan dengan melalui rekonsiliasi nasional yang meliputi kompensasi, restitusi, dan rehabilitasi. Rekomendasi dalam penelitian ini adalah diterbitkannya Perpu terhadap penyelesaian HAM berat secara non yudisial. Novelty dalam penelitian ini adalah metodologi penelitian yang digunakan, dan model keberhasilan penyelesaian dugaan pelanggaran HAM secara non yudisial.
Bentuk Karya Tidak ada kode yang sesuai
Target Pembaca Tidak ada kode yang sesuai

 
Informasi: Di sini Anda dapat mengakses seluruh konten digital yang tersedia untuk koleksi ini. Tombol "Baca Buku" di bawah sampul hanya menampilkan file pertama sebagai preview.
No Nama File Nama File Format Flash Format Aksi
1 c4927f35be6351fb3ffe8122c01c290f.pdf c4927f35be6351fb3ffe8122c01c290f.pdf pdf Baca
2 652373717015d56ee9cca262617c6f8b.pdf 652373717015d56ee9cca262617c6f8b.pdf pdf Baca
3 857c3e7624cebe91e75b93ce4b823017.pdf 857c3e7624cebe91e75b93ce4b823017.pdf pdf Baca
4 5d7b7e4ed2559ca816e3c7fd348a1d78.pdf 5d7b7e4ed2559ca816e3c7fd348a1d78.pdf pdf Baca
5 c124c0f04c71adac0c917664cebd152e.pdf c124c0f04c71adac0c917664cebd152e.pdf pdf Baca
Informasi: Di sini Anda dapat melihat ketersediaan eksemplar fisik koleksi ini di perpustakaan beserta lokasinya.
No No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan Aksi
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000000003301
005 20260211111759
008 260211################|##########|#|##
035 # # $a 0010-1225003301
041 $a id
082 # # $a NONE
100 0 # $a Marsetio
245 1 # $a MODEL KEBIJAKAN PENYELESAIAN DUGAAN PELANGGARAN HAM YANG BERAT SECARA NON YUDISIAL DALAM MENDUKUNG KEAMANAN NASIONAL
260 # # $a Bogor :$b Universitas Pertahanan Republik Indonesia,$c 2025
500 # # $a Hingga saat ini bangsa Indonesia masih memiliki kasus dugaan pelanggaran HAM (HAM) yang belum terselesaikan, salah satunya adalah Kasus Talangsari (1989). Pemerintahan presiden Joko Widodo berkomitmen menyelesaikan kasus dugaan pelanggaran HAM berat masa lalu yang masih menjadi beban sosial politik bagi bangsa Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk membentuk dan menyusun model keberhasilan kebijakan penyelesaian dugaan pelanggaran HAM secara non yudisial pada kasus Talangsari tahun 1989 dalam Perspektif keamanan nasional melalui secara non yudisial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan melalui wawancara, dan studi pustaka. Pengolahan data dan analisis data menggunakan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) dan Software ATLAS. Hasil Penelitian yang ditemukan oleh peneliti dalam disertasi ini adalah Pemerintah Daerah Lampung Timur bersama dengan Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat telah melaksanakan rekonsiliasi sebagai upaya penyelesaian kasus Talangsari 1989, mekanisme penyelesaian Dugaan pelanggaran HAM secara non yudisial (out of court settlement) dapat diupayakan dengan melalui rekonsiliasi nasional yang meliputi kompensasi, restitusi, dan rehabilitasi. Rekomendasi dalam penelitian ini adalah diterbitkannya Perpu terhadap penyelesaian HAM berat secara non yudisial. Novelty dalam penelitian ini adalah metodologi penelitian yang digunakan, dan model keberhasilan penyelesaian dugaan pelanggaran HAM secara non yudisial.
650 4 $a Keamanan Nasional -- HAM -- Doktoral Ilmu Pertahanan -- Non-Yudisial -- Talangsari -- Kosentrasi Keamanan Nasional
700 0 # $a BAMBANG IRWANTO
700 0 # $a Ermaya Suradinata
700 0 # $a Hafid Abbas
700 0 # $a Hendra Anthonius Ginting
700 0 # $a Hikmahanto Juwana
700 0 # $a M. Adnan Madjid
700 0 # $a Pujo Widodo
700 0 # $a Siswo Hadi Sumantri
700 0 # $a Sovian Aritonang
Content Unduh katalog