| Judul | REKONSILIASI KONFLIK AHMADIYAH DI DESA MANISLOR KECAMATAN JALAKSANA KABUPATEN KUNINGAN |
| Pengarang | Susanto Zuhdi EMAN SUKMANA Haetami I Gede Sumertha KY M. Adnan Madjid Moch. Rofiq |
| EDISI | Softcopy |
| Penerbitan | Bogor : Universitas Pertahanan Republik Indonesia, 2019 |
| Subjek | Ahmadiyah -- Tesis Mahasiswa 2019 -- Prodi Damai dan Resolusi Konflik -- Fakultas Keamanan Nasional -- Dinamika dan Akar Konflik -- Rekonsiliasi Berbasis Budaya |
| Catatan | Eksistensi Ahmadiyah di Desa Manislor telah menimbulkan kontroversi terkait doktrin agama yang didakwahkan, sehingga muncul klaim kesesatan dari berbagai pihak yang berujung pada konflik sektarian selama 63 tahun. Pergerakan konflik ini berputar dalam dinamika konflik horizontal dan vertikal, dengan melibatkan aktor-aktor anti Ahmadiyah dan aktor fungsional di Kabupaten Kuningan. Konflik ini mengakibatkan rasa takut, ketidakpercayaan, prasangka, dan trauma mendalam bagi warga Ahmadiyah dan non Ahmadiyah di Manislor. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis terhadap temuan-temuan di lapangan untuk menemukan akar permasalahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akar konflik terletak pada persaingan politik lokal yang melibatkan dua orang bersaudara di internal Ahmadiyah. Kedua pihak bersiang untuk memperebutkan jabatan kepala desa. Kekecewaan pihak yang kalah telah menciptakan faktor penyebab konflik lainnya, yaitu identitas agama, kesenjangan ekonomi, dan kepentingan politik daerah. Upaya Rekonsiliasi yang dapat dilakukan adalah rekonsiliasi dengan pendekatan budaya yang mengedepankan tradisi-tradisi bersama sebelum konflik terjadi. Terwujudnya damai sebagai hasil rekonsiliasi dibuktikan dengan berdirinya Monumen Forum Bersatu Manislor (FBM) yang disepakati dan dibangun oleh kedua pihak. Keberhasilan proses rekonsiliasi juga disebabkan adanya konsistensi dari pihak fasilitator yang berasal dari tokoh-tokoh NU dengan mengaplikasikan tradisi nyaba, kegiatan sosial secara bersama-sama, dan gotong royong dengan tradisi nitip. |
| Bentuk Karya | Tidak ada kode yang sesuai |
| Target Pembaca | Tidak ada kode yang sesuai |
Informasi: Di sini Anda dapat mengakses seluruh konten digital yang tersedia untuk koleksi ini.
Tombol "Baca Buku" di bawah sampul hanya menampilkan file pertama sebagai preview.
| No | Nama File | Nama File Format Flash | Format | Aksi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | JURNAL TESIS EMAN SUKMANA.pdf | JURNAL TESIS EMAN SUKMANA.pdf | Baca | |
| 2 | b872e465d551ab33eb9bd60b683afb44.pdf | b872e465d551ab33eb9bd60b683afb44.pdf | Baca | |
| 3 | 5fb0be9fea682e17ca498040b925dc51.pdf | 5fb0be9fea682e17ca498040b925dc51.pdf | Baca | |
| 4 | f529e14a974121ab742fe9d906374bc3.pdf | f529e14a974121ab742fe9d906374bc3.pdf | Baca | |
| 5 | ea35ee7e1095e7c9e592d701807cc6fd.pdf | ea35ee7e1095e7c9e592d701807cc6fd.pdf | Baca | |
| 6 | 07aaf30f96950c6f73a548ed9481ae01.pdf | 07aaf30f96950c6f73a548ed9481ae01.pdf | Baca | |
| 7 | b2db7904eecd9b88ed9d5119626e6a83.pdf | b2db7904eecd9b88ed9d5119626e6a83.pdf | Baca | |
| 8 | 66583341a7be5948149ce2b4bd51a7c8.pdf | 66583341a7be5948149ce2b4bd51a7c8.pdf | Baca | |
| 9 | fe8fd5afe8204495cb43f15e0fc1ebf0.pdf | fe8fd5afe8204495cb43f15e0fc1ebf0.pdf | Baca |
Informasi: Di sini Anda dapat melihat ketersediaan eksemplar fisik koleksi ini di perpustakaan beserta lokasinya.
| No | No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan | Aksi |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | T2141 | T001/2019 EMA R | Dapat dipinjam | Perpustakaan Sentul (Pusat) - Ruang Referensi Perpustakaan Universitas Pertahanan | Tersedia | - |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000000000959 | ||
| 005 | 20260213025645 | ||
| 008 | 260213################|##########|#|## | ||
| 035 | # | # | $a 0010-1225000959 |
| 041 | $a id | ||
| 082 | # | # | $a T001/2019 |
| 090 | $a T.33.19.030 | ||
| 100 | 0 | # | $a Susanto Zuhdi |
| 245 | 1 | # | $a REKONSILIASI KONFLIK AHMADIYAH DI DESA MANISLOR KECAMATAN JALAKSANA KABUPATEN KUNINGAN |
| 250 | # | # | $a Softcopy |
| 260 | # | # | $a Bogor :$b Universitas Pertahanan Republik Indonesia,$c 2019 |
| 500 | # | # | $a Eksistensi Ahmadiyah di Desa Manislor telah menimbulkan kontroversi terkait doktrin agama yang didakwahkan, sehingga muncul klaim kesesatan dari berbagai pihak yang berujung pada konflik sektarian selama 63 tahun. Pergerakan konflik ini berputar dalam dinamika konflik horizontal dan vertikal, dengan melibatkan aktor-aktor anti Ahmadiyah dan aktor fungsional di Kabupaten Kuningan. Konflik ini mengakibatkan rasa takut, ketidakpercayaan, prasangka, dan trauma mendalam bagi warga Ahmadiyah dan non Ahmadiyah di Manislor. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis terhadap temuan-temuan di lapangan untuk menemukan akar permasalahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akar konflik terletak pada persaingan politik lokal yang melibatkan dua orang bersaudara di internal Ahmadiyah. Kedua pihak bersiang untuk memperebutkan jabatan kepala desa. Kekecewaan pihak yang kalah telah menciptakan faktor penyebab konflik lainnya, yaitu identitas agama, kesenjangan ekonomi, dan kepentingan politik daerah. Upaya Rekonsiliasi yang dapat dilakukan adalah rekonsiliasi dengan pendekatan budaya yang mengedepankan tradisi-tradisi bersama sebelum konflik terjadi. Terwujudnya damai sebagai hasil rekonsiliasi dibuktikan dengan berdirinya Monumen Forum Bersatu Manislor (FBM) yang disepakati dan dibangun oleh kedua pihak. Keberhasilan proses rekonsiliasi juga disebabkan adanya konsistensi dari pihak fasilitator yang berasal dari tokoh-tokoh NU dengan mengaplikasikan tradisi nyaba, kegiatan sosial secara bersama-sama, dan gotong royong dengan tradisi nitip. |
| 650 | 4 | $a Ahmadiyah -- Tesis Mahasiswa 2019 -- Prodi Damai dan Resolusi Konflik -- Fakultas Keamanan Nasional -- Dinamika dan Akar Konflik -- Rekonsiliasi Berbasis Budaya | |
| 700 | 0 | # | $a EMAN SUKMANA |
| 700 | 0 | # | $a Haetami |
| 700 | 0 | # | $a I Gede Sumertha KY |
| 700 | 0 | # | $a M. Adnan Madjid |
| 700 | 0 | # | $a Moch. Rofiq |
| 990 | # | # | $a T2141/UNHAN/2019 |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :