Judul MODEL PENGELOLAAN CAGAR BUDAYA BERNILAI PERTAHANAN (DEFENSE HERITAGE) SEBAGAI SARANA PROGRAM BELA NEGARA
Pengarang JEANNE FRANCOISE
EDISI Softcopy
Penerbitan Sentul, Bogor Universitas Pertahanan Republik Indonesia 2021
Deskripsi Fisik 30 cm
Subjek Keamanan Nasional -- Bela Negara -- Prodi Doktoral Ilmu Pertahanan -- Kementerian Pertahanan -- defense heritage -- pengembangan model
Catatan Kajian ini memiliki latar belakang permasalahan adanya cagar budaya dan cagar budaya bernilai pertahanan (defense heritage) yang hampir musnah, belum terawat dengan baik, beralih fungsi, dan belum dimanfaatkan secara maksimal di beberapa kota di Indonesia, misalnya di Jakarta, Surabaya, Padang, Ambon, Palembang, dan Manado. Kajian ini memilih 2 (dua) locus utama, yakni Jakarta dan Surabaya, serta mengkutip data dari locus pendukung di Padang, Ambon, Palembang, dan Manado. Kajian ini memiliki 2 (dua) pertanyaan penelitian, yakni tentang bagaimana pengelolaan cagar budaya bernilai pertahanan (defense heritage) dewasa ini dan bagaimana model pengelolaan cagar budaya bernilai pertahanan (defense heritage) sebagai sarana program bela negara. Kajian ini memiliki tujuan untuk menganalisis pengelolaan defense heritage dewasa ini dan mengusulkan model pengeloaan defense heritage sebagai sarana program bela negara. Kajian ini memiliki novelty atau keterbaharuan untuk mengusulkan model pengelolaan defense heritage sebagai sarana program bela negara. Program bela negara saat ini belum memiliki modul atau bahan ajar untuk menghargai cagar budaya yang ada dan dalam hal pengelolaan cagar budaya bernilai pertahanan. Dalam melakukan penelitian, kajian ini menggunakan langkah-langkah metode penelitian kualitatif bersifat Naratif dengan mewawancarai para narasumber yang telah dipilih misalnya antara lain Direktur Bela Negara Kementrian Pertahanan, Pusjarah TNI, Direktur Jenderal Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, dan kepala museum atau penjaga bangunan bersejarah, serta melakukan studi pustaka, dan observasi penelitian. Analisis kajian ini berlandaskan pada teori warisan budaya (cultural heritage) sebagai teori utama atau grand theory yang merupakan induk konsep defense heritage, kemudian messo theory adalah Pertahanan terutama bela negara perspektif keamanan nasional dan Modernisme, serta Memori-Tempat (Lieux de Memoire) sebagai applied theory dalam hal pemaknaan sebuah tempat. Hasil penelitian kajian ini membuktikan bahwa di 2 locus utama, defense heritage masih menjadi bagian dari cultural heritage, sehingga sektor pimpinan masih pada Kemdikbud dan belum menjadikan defense heritage sebagai sarana program bela negara. Di beberapa objek defense heritage yang dimiliki oleh TNI dan Pusjarah TNI, belum diusulkan sebagai sarana program bela negara. Model pengelolaan defense heritage yang diusulkan dalam kajian ini adalah Kementrian Pertahanan sebagai sektor pimpinan, yang bekerjasama dengan sektor lain, terutama dalam hal mengelola defense heritage sebagai sarana program bela negara. Kajian ini merekomendasikan bahwa model pengelolaan defense heritage sebagai sarana program bela negara sebaiknya berada di bawah Kementrian Pertahanan sebagai inisiator dan sektor pimpinan, yang bekerjasama dengan pemangku kepentingan lainnya, misalnya pemerintah kota Surabaya dan pemerintah provinsi DKI Jakarta.
Bentuk Karya Tidak ada kode yang sesuai
Target Pembaca Tidak ada kode yang sesuai

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
D.13.21.001 D.13.21.001 Dapat dipinjam Perpustakaan Sentul (Pusat) - Perpustakaan Universitas Pertahanan RI - Salemba Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000000001550
005 20251212103832
008 251212||||||||| | ||| |||| || |
035 0010-1225001550
041 $a id
082 0 $a D.13.21.001
090 $a D.13.21.001
100 0 $a JEANNE FRANCOISE
245 0 0 $a MODEL PENGELOLAAN CAGAR BUDAYA BERNILAI PERTAHANAN (DEFENSE HERITAGE) SEBAGAI SARANA PROGRAM BELA NEGARA
250 $a Softcopy
260 $a Sentul, Bogor $b Universitas Pertahanan Republik Indonesia $c 2021
300 $a 30 cm
500 $a Kajian ini memiliki latar belakang permasalahan adanya cagar budaya dan cagar budaya bernilai pertahanan (defense heritage) yang hampir musnah, belum terawat dengan baik, beralih fungsi, dan belum dimanfaatkan secara maksimal di beberapa kota di Indonesia, misalnya di Jakarta, Surabaya, Padang, Ambon, Palembang, dan Manado. Kajian ini memilih 2 (dua) locus utama, yakni Jakarta dan Surabaya, serta mengkutip data dari locus pendukung di Padang, Ambon, Palembang, dan Manado. Kajian ini memiliki 2 (dua) pertanyaan penelitian, yakni tentang bagaimana pengelolaan cagar budaya bernilai pertahanan (defense heritage) dewasa ini dan bagaimana model pengelolaan cagar budaya bernilai pertahanan (defense heritage) sebagai sarana program bela negara. Kajian ini memiliki tujuan untuk menganalisis pengelolaan defense heritage dewasa ini dan mengusulkan model pengeloaan defense heritage sebagai sarana program bela negara. Kajian ini memiliki novelty atau keterbaharuan untuk mengusulkan model pengelolaan defense heritage sebagai sarana program bela negara. Program bela negara saat ini belum memiliki modul atau bahan ajar untuk menghargai cagar budaya yang ada dan dalam hal pengelolaan cagar budaya bernilai pertahanan. Dalam melakukan penelitian, kajian ini menggunakan langkah-langkah metode penelitian kualitatif bersifat Naratif dengan mewawancarai para narasumber yang telah dipilih misalnya antara lain Direktur Bela Negara Kementrian Pertahanan, Pusjarah TNI, Direktur Jenderal Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, dan kepala museum atau penjaga bangunan bersejarah, serta melakukan studi pustaka, dan observasi penelitian. Analisis kajian ini berlandaskan pada teori warisan budaya (cultural heritage) sebagai teori utama atau grand theory yang merupakan induk konsep defense heritage, kemudian messo theory adalah Pertahanan terutama bela negara perspektif keamanan nasional dan Modernisme, serta Memori-Tempat (Lieux de Memoire) sebagai applied theory dalam hal pemaknaan sebuah tempat. Hasil penelitian kajian ini membuktikan bahwa di 2 locus utama, defense heritage masih menjadi bagian dari cultural heritage, sehingga sektor pimpinan masih pada Kemdikbud dan belum menjadikan defense heritage sebagai sarana program bela negara. Di beberapa objek defense heritage yang dimiliki oleh TNI dan Pusjarah TNI, belum diusulkan sebagai sarana program bela negara. Model pengelolaan defense heritage yang diusulkan dalam kajian ini adalah Kementrian Pertahanan sebagai sektor pimpinan, yang bekerjasama dengan sektor lain, terutama dalam hal mengelola defense heritage sebagai sarana program bela negara. Kajian ini merekomendasikan bahwa model pengelolaan defense heritage sebagai sarana program bela negara sebaiknya berada di bawah Kementrian Pertahanan sebagai inisiator dan sektor pimpinan, yang bekerjasama dengan pemangku kepentingan lainnya, misalnya pemerintah kota Surabaya dan pemerintah provinsi DKI Jakarta.
650 0 $a Keamanan Nasional -- Bela Negara -- Prodi Doktoral Ilmu Pertahanan -- Kementerian Pertahanan -- defense heritage -- pengembangan model
No Nama File Nama File Format Flash Format File Action
1 3b9783359727d009743e2b363e04489f.pdf 3b9783359727d009743e2b363e04489f.pdf pdf Baca Online
2 6b8576d901b6a5b059e5bc68ab824ed1.pdf 6b8576d901b6a5b059e5bc68ab824ed1.pdf pdf Baca Online
3 9d1fb827db84a41e771c1ddfa264d345.pdf 9d1fb827db84a41e771c1ddfa264d345.pdf pdf Baca Online
4 edbecba0e5496cc549bc45c1fa387625.pdf edbecba0e5496cc549bc45c1fa387625.pdf pdf Baca Online
5 7bb9e00a52845dae6aea5d8bc8620bc4.pdf 7bb9e00a52845dae6aea5d8bc8620bc4.pdf pdf Baca Online
6 861643e438eb1b0823a5c102d9f0ee7a.pdf 861643e438eb1b0823a5c102d9f0ee7a.pdf pdf Baca Online
7 cec9b9305b549c08318e624b9819754b.pdf cec9b9305b549c08318e624b9819754b.pdf pdf Baca Online
8 bfb3b31e0a5f5e5db8a305270bf9a2b7.pdf bfb3b31e0a5f5e5db8a305270bf9a2b7.pdf pdf Baca Online
Content Unduh katalog