Judul ANALISIS KEBIJAKAN PRODUKSI MASSAL FIRST ARTICLE SISTEM PENGAWASAN MARITIM GUNA MENDUKUNG TUGAS OPERASI TNI AL
Pengarang Khaerudin
Timbul Siahaan
I.B Putra Jandhana
Aries Sudiarso
G. Royke Deksino
Rustandi Wiramanggala
Penerbitan Bogor : Universitas Pertahanan Republik Indonesia, 2022
Subjek Industri Pertahanan -- Kebijakan -- First Article -- Sistem Pengawasan Maritim
Catatan Selat Malaka merupakan lalu lintas pelayaran dan perdagangan di Indonesia yang sangat ramai, sehingga pemerintah Indonesia mencari solusi untuk memiliki alat yang dapat mengawasi kapal-kapal sekitar wilayah Lantamal IV Tanjung Pinang yaitu dengan membuat First Article (FA) Sistem Pengawasan Maritim (SPM) melalui program Pengembangan Teknologi dan Industri Pertahanan (Bangtekindhan) tahun 2017. Permasalahan yang diteliti sejak tahun 2016 sampai dengan 2021, FA yang sudah diproduksi dan mendapat Sertipikat Tipe dari Pusat Kelaikan Kementerian Pertahanan sebanyak 33 unit, namun baru 2 yang diproduksi massal yaitu FA Swamboat dan FA Card Module Radar Thomson, sisanya 31 unit belum diproduksi massal, termasuk FA SPM. Tujuan penelitian untuk menganalisis pelaksanaan dan strategi kebijakan produksi massal FA SPM. Dalam menganalisis secara politik kebijakan-kebijakan instansi terkait berpengaruh terhadap pelaksanaan kebijakan produksi massal FA SPM dan secara opportunity (peluang) dapat meningkatkan kemandirian industry pertahanan Indonesia namun secara threat (ancaman) belum mutakhirnya teknologi industri pertahanan Indonesia dengan negara lain akan meningkatkan impor bahan baku dan tenaga asing. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berupa observasi, wawancara, dan studi literatur. Hasil penelitian yaitu satuan bawah (Implementor) belum melaksanakan ketentuan yang berlaku dalam proses pengadaan FA SPM, tidak komitmen kepada satuan atas (Kemhan) terhadap pengajuan FA SPM tersebut, FA SPM tidak ada dalam Renstra 2020-2024 TNI AL, adanya Refocussing anggaran untuk menanggulangi pandemic covid-19 dan pemerintah lebih mengoptimalkan dalam membangun kerja sama bidang teknologi dan industri pertahanan kepada negara maju. Kesimpulan yaitu pelaksanaan dan strategi kebijakan produksi massal First Article Sistem Pengawasan Maritim Guna Mendukung Tugas Operasi TNI AL belum dapat terlaksana.
Bentuk Karya Tidak ada kode yang sesuai
Target Pembaca Tidak ada kode yang sesuai

 
Informasi: Di sini Anda dapat mengakses seluruh konten digital yang tersedia untuk koleksi ini. Tombol "Baca Buku" di bawah sampul hanya menampilkan file pertama sebagai preview.
No Nama File Nama File Format Flash Format Aksi
1 3109e94ae776d3a1b48c45f9114c7818.pdf 3109e94ae776d3a1b48c45f9114c7818.pdf pdf Baca
2 79f460f3ba3a92320614e7a5ebbcfaf2.pdf 79f460f3ba3a92320614e7a5ebbcfaf2.pdf pdf Baca
3 cb43085d3fbe0121698e895b57594674.pdf cb43085d3fbe0121698e895b57594674.pdf pdf Baca
4 563685cb4af68acf109221a98112198d.pdf 563685cb4af68acf109221a98112198d.pdf pdf Baca
5 45e69dfe046cc4f1ea996bd46c8ce5d5.pdf 45e69dfe046cc4f1ea996bd46c8ce5d5.pdf pdf Baca
6 eed47a9a5a0d847687d3ab812ab5fd5e.pdf eed47a9a5a0d847687d3ab812ab5fd5e.pdf pdf Baca
7 8d6a611982901844516ad79275c459c1.pdf 8d6a611982901844516ad79275c459c1.pdf pdf Baca
8 85727c0b0e7c3e943adfc7d523161805.pdf 85727c0b0e7c3e943adfc7d523161805.pdf pdf Baca
Informasi: Di sini Anda dapat melihat ketersediaan eksemplar fisik koleksi ini di perpustakaan beserta lokasinya.
No No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan Aksi
1 T.41.22.011 T.41.22.011 Dapat dipinjam Perpustakaan Sentul (Pusat) - Perpustakaan Universitas Pertahanan RI - Salemba Tersedia -
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000000001776
005 20260213111816
008 260213################|##########|#|##
035 # # $a 0010-1225001776
041 $a id
082 # # $a NONE
090 $a T.41.22.011
100 0 # $a Khaerudin
245 1 # $a ANALISIS KEBIJAKAN PRODUKSI MASSAL FIRST ARTICLE SISTEM PENGAWASAN MARITIM GUNA MENDUKUNG TUGAS OPERASI TNI AL
260 # # $a Bogor :$b Universitas Pertahanan Republik Indonesia,$c 2022
500 # # $a Selat Malaka merupakan lalu lintas pelayaran dan perdagangan di Indonesia yang sangat ramai, sehingga pemerintah Indonesia mencari solusi untuk memiliki alat yang dapat mengawasi kapal-kapal sekitar wilayah Lantamal IV Tanjung Pinang yaitu dengan membuat First Article (FA) Sistem Pengawasan Maritim (SPM) melalui program Pengembangan Teknologi dan Industri Pertahanan (Bangtekindhan) tahun 2017. Permasalahan yang diteliti sejak tahun 2016 sampai dengan 2021, FA yang sudah diproduksi dan mendapat Sertipikat Tipe dari Pusat Kelaikan Kementerian Pertahanan sebanyak 33 unit, namun baru 2 yang diproduksi massal yaitu FA Swamboat dan FA Card Module Radar Thomson, sisanya 31 unit belum diproduksi massal, termasuk FA SPM. Tujuan penelitian untuk menganalisis pelaksanaan dan strategi kebijakan produksi massal FA SPM. Dalam menganalisis secara politik kebijakan-kebijakan instansi terkait berpengaruh terhadap pelaksanaan kebijakan produksi massal FA SPM dan secara opportunity (peluang) dapat meningkatkan kemandirian industry pertahanan Indonesia namun secara threat (ancaman) belum mutakhirnya teknologi industri pertahanan Indonesia dengan negara lain akan meningkatkan impor bahan baku dan tenaga asing. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berupa observasi, wawancara, dan studi literatur. Hasil penelitian yaitu satuan bawah (Implementor) belum melaksanakan ketentuan yang berlaku dalam proses pengadaan FA SPM, tidak komitmen kepada satuan atas (Kemhan) terhadap pengajuan FA SPM tersebut, FA SPM tidak ada dalam Renstra 2020-2024 TNI AL, adanya Refocussing anggaran untuk menanggulangi pandemic covid-19 dan pemerintah lebih mengoptimalkan dalam membangun kerja sama bidang teknologi dan industri pertahanan kepada negara maju. Kesimpulan yaitu pelaksanaan dan strategi kebijakan produksi massal First Article Sistem Pengawasan Maritim Guna Mendukung Tugas Operasi TNI AL belum dapat terlaksana.
650 4 $a Industri Pertahanan -- Kebijakan -- First Article -- Sistem Pengawasan Maritim
700 0 # $a Aries Sudiarso
700 0 # $a G. Royke Deksino
700 0 # $a I.B Putra Jandhana
700 0 # $a Rustandi Wiramanggala
700 0 # $a Timbul Siahaan
Content Unduh katalog