| Judul | PEMANFAATAN SISTEM PERINGATAN DINI ERUPSI GUNUNG MERAPI SEBAGAI UPAYA PEGURANGAN RISIKO BENCANA GUNA MENDUKUNG KEAMANAN NASIONAL |
| Pengarang | Ernalem Bangun IDK Kerta Widana Adi Subiyanto Yuli Subiakto Hafizh Surya Islami |
| Penerbitan | Bogor : Universitas Pertahanan Republik Indonesia, 2022 |
| Subjek | Manajemen Bencana -- Sistem Peringatan Dini -- Gunung Merapi -- Erupsi |
| Catatan | Indonesia tercatat memiliki sebanyak 129 gunung berapi dengan status aktif dan 500 gunung api dengan status tidak aktif, serta sebesar 60 % gunung berapi aktif yang dimiliki oleh Indonesia dapat menimbulkan potensi letusan cukup besar. Beberapa tahun terakhir aktivitas vulkanik dari beberapa Gunung berapi di Indonesia mulai naik. Tercatat sebesar 260 korban jiwa terkena dampak erupsi Gunung Merapi di KRB III pada tanggal 26 Oktober tahun 2010. Kejadian erupsi gunung berapi dapat dilakukan prediksi menggunakan sistem peringatan dini. Sistem peringatan dini yang lengkap dan efektif terdiri atas empat unsur yang saling terkait. Empat unsur tersebut dapat dijadikan sebagai acuan dalam peningkatan kapasitas masyarakat kawasan rawan bencana Gunung Merapi. Penelitian ini bertujuan menganalisis sistem peringatan dini aktivitas Gunung Merapi sebagai upaya pengurangan risiko bencana dan Pemanfaatan sistem peringatan dini untuk pengurangan risiko bencana guna mendukung Keamanan nasional. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan penelitian eksploratif. Berdasarkan hasil penelitian pemanfaatan sistem peringatan dini erupsi Gunung Merapi telah memiliki empat unsur utama untuk dijadikan pedoman dalam menghadapi bencana erupsi Gunung Merapi, baik berupa unsur pengetahuan risiko bencana erupsi Gunung Merapi, pemanfaatan dan layanan peringatan, penyebaran dan komunikasi, serta kesiapan dan kemampuan untuk menanggulangi. Dapat disimpulkan dapat disimpulkan bahwa sistem peringatan dini di Kabupaten Sleman telah memenuhi aspek dalam menghadapi bencana erupsi Gunung Merapi. |
| Bentuk Karya | Tidak ada kode yang sesuai |
| Target Pembaca | Tidak ada kode yang sesuai |
Informasi: Di sini Anda dapat mengakses seluruh konten digital yang tersedia untuk koleksi ini.
Tombol "Baca Buku" di bawah sampul hanya menampilkan file pertama sebagai preview.
| No | Nama File | Nama File Format Flash | Format | Aksi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | 34ab625bf80f8b7161da35940046a5b8.pdf | 34ab625bf80f8b7161da35940046a5b8.pdf | Baca | |
| 2 | fe0c301722957ce7ac270f796411c193.pdf | fe0c301722957ce7ac270f796411c193.pdf | Baca | |
| 3 | 61ff811f44fe18c7a8ce6d2ba640250f.pdf | 61ff811f44fe18c7a8ce6d2ba640250f.pdf | Baca | |
| 4 | 2b65feae81ee0f27f907b8be692b86f8.pdf | 2b65feae81ee0f27f907b8be692b86f8.pdf | Baca | |
| 5 | 3192fa6f04ac256fd832d49ed774dda4.pdf | 3192fa6f04ac256fd832d49ed774dda4.pdf | Baca | |
| 6 | 828f9c0829d43e8978a8b83e36ae2070.pdf | 828f9c0829d43e8978a8b83e36ae2070.pdf | Baca | |
| 7 | 6b15a11cbcb33ece0531f89bc46ee6be.pdf | 6b15a11cbcb33ece0531f89bc46ee6be.pdf | Baca | |
| 8 | c3c59da3ef76bce6222f7c4ab1b1eb99.pdf | c3c59da3ef76bce6222f7c4ab1b1eb99.pdf | Baca |
Informasi: Di sini Anda dapat melihat ketersediaan eksemplar fisik koleksi ini di perpustakaan beserta lokasinya.
| No | No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan | Aksi |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | T.31.22.010 | T.31.22.010 | Dapat dipinjam | Perpustakaan Sentul (Pusat) - Perpustakaan Universitas Pertahanan RI - Salemba | Tersedia | - |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000000001812 | ||
| 005 | 20260213111234 | ||
| 008 | 260213################|##########|#|## | ||
| 035 | # | # | $a 0010-1225001812 |
| 041 | $a id | ||
| 082 | # | # | $a NONE |
| 100 | 0 | # | $a Ernalem Bangun |
| 245 | 1 | # | $a PEMANFAATAN SISTEM PERINGATAN DINI ERUPSI GUNUNG MERAPI SEBAGAI UPAYA PEGURANGAN RISIKO BENCANA GUNA MENDUKUNG KEAMANAN NASIONAL |
| 260 | # | # | $a Bogor :$b Universitas Pertahanan Republik Indonesia,$c 2022 |
| 500 | # | # | $a Indonesia tercatat memiliki sebanyak 129 gunung berapi dengan status aktif dan 500 gunung api dengan status tidak aktif, serta sebesar 60 % gunung berapi aktif yang dimiliki oleh Indonesia dapat menimbulkan potensi letusan cukup besar. Beberapa tahun terakhir aktivitas vulkanik dari beberapa Gunung berapi di Indonesia mulai naik. Tercatat sebesar 260 korban jiwa terkena dampak erupsi Gunung Merapi di KRB III pada tanggal 26 Oktober tahun 2010. Kejadian erupsi gunung berapi dapat dilakukan prediksi menggunakan sistem peringatan dini. Sistem peringatan dini yang lengkap dan efektif terdiri atas empat unsur yang saling terkait. Empat unsur tersebut dapat dijadikan sebagai acuan dalam peningkatan kapasitas masyarakat kawasan rawan bencana Gunung Merapi. Penelitian ini bertujuan menganalisis sistem peringatan dini aktivitas Gunung Merapi sebagai upaya pengurangan risiko bencana dan Pemanfaatan sistem peringatan dini untuk pengurangan risiko bencana guna mendukung Keamanan nasional. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan penelitian eksploratif. Berdasarkan hasil penelitian pemanfaatan sistem peringatan dini erupsi Gunung Merapi telah memiliki empat unsur utama untuk dijadikan pedoman dalam menghadapi bencana erupsi Gunung Merapi, baik berupa unsur pengetahuan risiko bencana erupsi Gunung Merapi, pemanfaatan dan layanan peringatan, penyebaran dan komunikasi, serta kesiapan dan kemampuan untuk menanggulangi. Dapat disimpulkan dapat disimpulkan bahwa sistem peringatan dini di Kabupaten Sleman telah memenuhi aspek dalam menghadapi bencana erupsi Gunung Merapi. |
| 650 | 4 | $a Manajemen Bencana -- Sistem Peringatan Dini -- Gunung Merapi -- Erupsi | |
| 700 | 0 | # | $a Adi Subiyanto |
| 700 | 0 | # | $a Hafizh Surya Islami |
| 700 | 0 | # | $a IDK Kerta Widana |
| 700 | 0 | # | $a Yuli Subiakto |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :