| Judul | KESIAPSIAGAAN PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN BANTUL MENGHADAPI ANCAMAN BENCANA TSUNAMI DI KAWASAN OBJEK WISATA PANTAI |
| Pengarang | Achmed Sukendro Ernalem Bangun IDK Kerta Widana Endro Legowo Yuli Subiakto Islamia Kharimah |
| Penerbitan | Bogor : Universitas Pertahanan Republik Indonesia, 2022 |
| Subjek | Pemerintah Daerah -- Manajemen Bencana -- Objek Wisata Pantai -- Ancaman Tsunami -- Kesiapsiagaan |
| Catatan | Zona subduksi di selatan Pulau Jawa menyebabkan wilayah tersebut rawan bencana tsunami, salah satunya adalah Kabupaten Bantul. Pantai Parangtritis di Kabupaten Bantul memiliki jumlah wisatawan terbanyak dibandingkan pantai lainnya di Provinsi D.I. Yogyakarta. 200 tahun lalu, wilayah tersebut pernah dilanda tsunami dan bencana tersebut bisa terjadi kembali. Tsunami yang melanda kawasan wisata pantai akan mengakibatkan banyaknya korban jiwa dari masyarakat dan wisatawan, sedangkan Pemerintah Kabupaten Bantul masih berfokus pada bencana hidrometeorologi dan covid-19. Oleh karena itu, diperlukan kesiapsiagaan bencana tsunami yang ditujukan kepada masyarakat dan wisatawan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis kesiapsiagaan Pemda Bantul, pemahaman masyarakat dan wisatawan terkait kesiapsiagaan yang dilakukan Pemda Bantul, serta menganalisis faktor penghambat dan pendukung dalam kesiapsiagaan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian ini yaitu kesiapsiagaan Pemda Bantul adalah sangat siap, namun belum dilaksanakan secara optimal dan menyeluruh. Pemda Bantul belum memprioritaskan bencana tsunami dan sektor pariwisata. Masyarakat memiliki pemahaman terhadap kesiapsiagaan yang dilakukan oleh Pemda. Wisatawan tidak memiliki pemahaman terkait kesiapsiagaan yang dilakukan Pemda Bantul karena rambu jalur evakuasi tidak ditempatkan di lokasi yang mudah dilihat wisatawan. Faktor pendukung kesiapsiagaan adalah SDM, sosialisasi kepada masyarakat, sarana prasarana, komitmen dan koordinasi antar instansi. Sedangkan faktor penghambat meliputi terbatasnya anggaran, banyaknya rencana kegiatan, adanya koordinasi antar instansi yang kurang baik, masih adanya masyarakat dengan tingkat kesadaran bencana yang rendah, kurangnya pengalaman bencana tsunami, dan penyampaian informasi yang belum optimal kepada masyarakat. Upaya yang sudah dilakukan adalah mengajukan anggaran tambahan, mengurangi jumlah kegiatan, mengadakan gladi kebencanaan, pelatihan, sosialisasi, dan pendekatan di tingkat desa. |
| Bentuk Karya | Tidak ada kode yang sesuai |
| Target Pembaca | Tidak ada kode yang sesuai |
Informasi: Di sini Anda dapat mengakses seluruh konten digital yang tersedia untuk koleksi ini.
Tombol "Baca Buku" di bawah sampul hanya menampilkan file pertama sebagai preview.
| No | Nama File | Nama File Format Flash | Format | Aksi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | c3f25fe0dd0673054a6845122cc89cda.pdf | c3f25fe0dd0673054a6845122cc89cda.pdf | Baca | |
| 2 | aa5e2d10934a1ee9b1b49cb2cf9c4121.pdf | aa5e2d10934a1ee9b1b49cb2cf9c4121.pdf | Baca | |
| 3 | aebf9c9b617269c564fe5c3832b90d83.pdf | aebf9c9b617269c564fe5c3832b90d83.pdf | Baca | |
| 4 | 576c19f4fde2e3bd60c3a7ecfa6f0434.pdf | 576c19f4fde2e3bd60c3a7ecfa6f0434.pdf | Baca | |
| 5 | a433d309424c7641ad081ef38954a2e4.pdf | a433d309424c7641ad081ef38954a2e4.pdf | Baca | |
| 6 | 05206ce9ef857c4020cca4e78bef822b.pdf | 05206ce9ef857c4020cca4e78bef822b.pdf | Baca | |
| 7 | 3834d78f12f6b8d1394bd7a6d2ffd5ad.pdf | 3834d78f12f6b8d1394bd7a6d2ffd5ad.pdf | Baca | |
| 8 | 1bb5c0bbb77e72e0424aeb4604374928.pdf | 1bb5c0bbb77e72e0424aeb4604374928.pdf | Baca |
Informasi: Di sini Anda dapat melihat ketersediaan eksemplar fisik koleksi ini di perpustakaan beserta lokasinya.
| No | No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan | Aksi |
|---|
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000000001817 | ||
| 005 | 20260213110945 | ||
| 008 | 260213################|##########|#|## | ||
| 035 | # | # | $a 0010-1225001817 |
| 041 | $a id | ||
| 082 | # | # | $a NONE |
| 100 | 0 | # | $a Achmed Sukendro |
| 245 | 1 | # | $a KESIAPSIAGAAN PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN BANTUL MENGHADAPI ANCAMAN BENCANA TSUNAMI DI KAWASAN OBJEK WISATA PANTAI |
| 260 | # | # | $a Bogor :$b Universitas Pertahanan Republik Indonesia,$c 2022 |
| 500 | # | # | $a Zona subduksi di selatan Pulau Jawa menyebabkan wilayah tersebut rawan bencana tsunami, salah satunya adalah Kabupaten Bantul. Pantai Parangtritis di Kabupaten Bantul memiliki jumlah wisatawan terbanyak dibandingkan pantai lainnya di Provinsi D.I. Yogyakarta. 200 tahun lalu, wilayah tersebut pernah dilanda tsunami dan bencana tersebut bisa terjadi kembali. Tsunami yang melanda kawasan wisata pantai akan mengakibatkan banyaknya korban jiwa dari masyarakat dan wisatawan, sedangkan Pemerintah Kabupaten Bantul masih berfokus pada bencana hidrometeorologi dan covid-19. Oleh karena itu, diperlukan kesiapsiagaan bencana tsunami yang ditujukan kepada masyarakat dan wisatawan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis kesiapsiagaan Pemda Bantul, pemahaman masyarakat dan wisatawan terkait kesiapsiagaan yang dilakukan Pemda Bantul, serta menganalisis faktor penghambat dan pendukung dalam kesiapsiagaan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian ini yaitu kesiapsiagaan Pemda Bantul adalah sangat siap, namun belum dilaksanakan secara optimal dan menyeluruh. Pemda Bantul belum memprioritaskan bencana tsunami dan sektor pariwisata. Masyarakat memiliki pemahaman terhadap kesiapsiagaan yang dilakukan oleh Pemda. Wisatawan tidak memiliki pemahaman terkait kesiapsiagaan yang dilakukan Pemda Bantul karena rambu jalur evakuasi tidak ditempatkan di lokasi yang mudah dilihat wisatawan. Faktor pendukung kesiapsiagaan adalah SDM, sosialisasi kepada masyarakat, sarana prasarana, komitmen dan koordinasi antar instansi. Sedangkan faktor penghambat meliputi terbatasnya anggaran, banyaknya rencana kegiatan, adanya koordinasi antar instansi yang kurang baik, masih adanya masyarakat dengan tingkat kesadaran bencana yang rendah, kurangnya pengalaman bencana tsunami, dan penyampaian informasi yang belum optimal kepada masyarakat. Upaya yang sudah dilakukan adalah mengajukan anggaran tambahan, mengurangi jumlah kegiatan, mengadakan gladi kebencanaan, pelatihan, sosialisasi, dan pendekatan di tingkat desa. |
| 650 | 4 | $a Pemerintah Daerah -- Manajemen Bencana -- Objek Wisata Pantai -- Ancaman Tsunami -- Kesiapsiagaan | |
| 700 | 0 | # | $a Endro Legowo |
| 700 | 0 | # | $a Ernalem Bangun |
| 700 | 0 | # | $a IDK Kerta Widana |
| 700 | 0 | # | $a Islamia Kharimah |
| 700 | 0 | # | $a Yuli Subiakto |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :