Judul ASERTIVITAS CINA DAN POLITIK BIROKRASI DI DALAM KEBIJAKAN LUAR NEGERI INDONESIA TERHADAP KONFLIK LAUT CINA SELATAN
Pengarang Amarulla Octavian
Budiman Djoko Said
Lukman Yudho Prakoso
Moch. Jurianto
Gaffar Mu’aqaffi
Bayu Asih Yulianto
Penerbitan Bogor : Universitas Pertahanan Republik Indonesia, 2022
Subjek Indonesia -- Keamanan Maritim -- Konflik Laut Cina Selatan -- Kebijakan Luar Negeri -- Asertivitas Cina -- Politik Birokrasi
Catatan Peningkatan asertivitas Cina di dalam konflik Laut Cina Selatan telah menjadi perbincangan akademisi maupun praktisi pada tahun 2010-an. Cina mulai menggunakan pendekatan yang berbeda di dalam konflik Laut Cina Selatan yang belum pernah dilakukannya sebelumnya, bahkan menggunakan cara-cara kekerasan. Meskipun Cina semakin asertif di Laut Cina Selatan, di dalam tubuh pemerintahan Indonesia juga terjadi politik antar birokrat dalam merespon konflik Laut Cina Selatan. Penelitian ini berusaha untuk menjelaskan pengaruh asertivitas Cina dan politik birokrasi di dalam kebijakan luar negeri Indonesia terhadap konflik Laut Cina Selatan. Untuk menjelaskan itu, peneliti menganalisis dua administrasi: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Joko Widodo. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif explanatory yang dilengkapi dengan Soft System Methodology. Penelitian ini mengaplikasikan beberapa teori: pertahana negara, keamanan maritim, hubungan internasional (Realisme Neoklasik), diplomasi, kebijakan publik, perbandingan kebijakan luar negeri, dan dibantu Software NVivo untuk melakukan pengolahan data. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa asertivitas Cina dan politik birokrasi mememiliki pengaruh dalam kebijakan luar negeri Indonesia. Pengaruh ini terjadi baik pada masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono maupun pada masa Presiden Joko Widodo. Untuk itu, dalam mengantisipasi asertivitas Cina, Indonesia perlu melakukan strategi hedging dan engagement dengan Cina secara bilateral maupun multilateral. Indonesia juga perlu untuk melakukan intensifikasi hubungan bilateral dengan Amerika Serikat dan juga ASEAN. Dengan pendekatan yang terukur, internal balancing juga diperlukan agar Indonesia lebih berani dalam melakukan kebijakankebijakan unilateral. Dalam konteks politik birokrasi, Indonesia memiliki dua pilihan; pertama, maksimalisasi peran kementerian koordinator yang bisa berlaku seperti controller dalam manajemen politik birokrasi; kedua, pembentukan National Security Council (NSC).
Bentuk Karya Tidak ada kode yang sesuai
Target Pembaca Tidak ada kode yang sesuai

 
Informasi: Di sini Anda dapat mengakses seluruh konten digital yang tersedia untuk koleksi ini. Tombol "Baca Buku" di bawah sampul hanya menampilkan file pertama sebagai preview.
No Nama File Nama File Format Flash Format Aksi
1 b84d1d41b918b3d0b50254c57a1b20d3.pdf b84d1d41b918b3d0b50254c57a1b20d3.pdf pdf Baca
2 efe146a309c9ee7645a5502eb72a2ed5.pdf efe146a309c9ee7645a5502eb72a2ed5.pdf pdf Baca
3 df96cdd9b3b8463c2a9ec62261353feb.pdf df96cdd9b3b8463c2a9ec62261353feb.pdf pdf Baca
4 cfad3573797ab7a61ec1e99f15fa5f74.pdf cfad3573797ab7a61ec1e99f15fa5f74.pdf pdf Baca
5 d51cce7af8dc3db363ccd736fc518353.pdf d51cce7af8dc3db363ccd736fc518353.pdf pdf Baca
6 ba106510cf056cc3181fe4bd27658c49.pdf ba106510cf056cc3181fe4bd27658c49.pdf pdf Baca
7 68454c9277388fd7907a41939addcab0.pdf 68454c9277388fd7907a41939addcab0.pdf pdf Baca
8 cc5c3793bd9f173208c9e569d475323e.pdf cc5c3793bd9f173208c9e569d475323e.pdf pdf Baca
Informasi: Di sini Anda dapat melihat ketersediaan eksemplar fisik koleksi ini di perpustakaan beserta lokasinya.
No No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan Aksi
1 T.32.22.008 T.32.22.008 Dapat dipinjam Perpustakaan Sentul (Pusat) - Perpustakaan Universitas Pertahanan RI - Salemba Tersedia -
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000000001865
005 20260213100318
008 260213################|##########|#|##
035 # # $a 0010-1225001865
041 $a id
082 # # $a NONE
100 0 # $a Amarulla Octavian
245 1 # $a ASERTIVITAS CINA DAN POLITIK BIROKRASI DI DALAM KEBIJAKAN LUAR NEGERI INDONESIA TERHADAP KONFLIK LAUT CINA SELATAN
260 # # $a Bogor :$b Universitas Pertahanan Republik Indonesia,$c 2022
500 # # $a Peningkatan asertivitas Cina di dalam konflik Laut Cina Selatan telah menjadi perbincangan akademisi maupun praktisi pada tahun 2010-an. Cina mulai menggunakan pendekatan yang berbeda di dalam konflik Laut Cina Selatan yang belum pernah dilakukannya sebelumnya, bahkan menggunakan cara-cara kekerasan. Meskipun Cina semakin asertif di Laut Cina Selatan, di dalam tubuh pemerintahan Indonesia juga terjadi politik antar birokrat dalam merespon konflik Laut Cina Selatan. Penelitian ini berusaha untuk menjelaskan pengaruh asertivitas Cina dan politik birokrasi di dalam kebijakan luar negeri Indonesia terhadap konflik Laut Cina Selatan. Untuk menjelaskan itu, peneliti menganalisis dua administrasi: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Joko Widodo. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif explanatory yang dilengkapi dengan Soft System Methodology. Penelitian ini mengaplikasikan beberapa teori: pertahana negara, keamanan maritim, hubungan internasional (Realisme Neoklasik), diplomasi, kebijakan publik, perbandingan kebijakan luar negeri, dan dibantu Software NVivo untuk melakukan pengolahan data. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa asertivitas Cina dan politik birokrasi mememiliki pengaruh dalam kebijakan luar negeri Indonesia. Pengaruh ini terjadi baik pada masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono maupun pada masa Presiden Joko Widodo. Untuk itu, dalam mengantisipasi asertivitas Cina, Indonesia perlu melakukan strategi hedging dan engagement dengan Cina secara bilateral maupun multilateral. Indonesia juga perlu untuk melakukan intensifikasi hubungan bilateral dengan Amerika Serikat dan juga ASEAN. Dengan pendekatan yang terukur, internal balancing juga diperlukan agar Indonesia lebih berani dalam melakukan kebijakankebijakan unilateral. Dalam konteks politik birokrasi, Indonesia memiliki dua pilihan; pertama, maksimalisasi peran kementerian koordinator yang bisa berlaku seperti controller dalam manajemen politik birokrasi; kedua, pembentukan National Security Council (NSC).
650 4 $a Indonesia -- Keamanan Maritim -- Konflik Laut Cina Selatan -- Kebijakan Luar Negeri -- Asertivitas Cina -- Politik Birokrasi
700 0 # $a Bayu Asih Yulianto
700 0 # $a Budiman Djoko Said
700 0 # $a Gaffar Mu’aqaffi
700 0 # $a Lukman Yudho Prakoso
700 0 # $a Moch. Jurianto
Content Unduh katalog