| Judul | Pengembangan Diplomasi Pertahanan Indonesia di Negara-Negara Pasifik Selatan Guna Memperkuat Dukungan Integrasi Papua dalam Rangka Menjaga Keutuhan Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia |
| Pengarang | Suharto |
| Penerbitan | Bogor : Universitas Pertahanan Republik Indonesia, 2023 |
| Deskripsi Fisik | 30 cm |
| Subjek | Ilmu Pertahanan |
| Catatan | Perjuangan merebut kemerdekaan tercapai pada tahun 1945 sehingga keutuhan wilayah Indonesia harus dijaga untuk mencegah disintegrasi bangsa melalui upaya emisahkan diri (secession) atau penentuan nasib sendiri (self-determination). Beberapa gerakan separatisme dilakukan oleh Belanda, PKI, DI/TII, PRRI/Permesta, separatis Aceh, Maluku, dan Riau, meskipun secara perspektif hukum, integrasi Papua sudah tuntas secara de facto dan de jure. Internasionalisasi isu Papua adalah bentuk campur tangan negara-negara dan organisasi regional MSG dan PIF di kawasan Pasifik Selatan. Permasalahan penelitian adalah bagaimana mengembangkan diplomasi pertahanan di Pasifik Selatan dengan cara menentukan prioritas penyelenggaraan diplomasi pertahanan dari perspektif geostrategi dan geokultural, dan pendekatan organisasi regional menggunakan metode kualitatif berlandaskan metode berpikir ilmiah atau methods of scientific thinking. Desain penelitian adalah quasi-qualitative, dengan teknis pengolahan data Nvivo dan teknis analisis data Soft System Methodology. Penyelenggaraan diplomasi Indonesia, sejak Presiden Soekarno hingga Presiden Joko Widodo, lebih berorientasi ke barat (look west) dan utara (look north) ke kawasan ASEAN, Samudra Hindia, Eropa, dan Afrika. Diplomasi ke Pasifik Selatan sangat minim. Subjek penelitian terdiri dari regulator (DPR RI, Kementerian Luar Negeri, dan Kementerian Pertahanan), operator (Mabes TNI, TNI AD, TNI AL, TNI AU, dan PMPP TNI) dan pengamat (akademisi dan dosen). Sumber data primer dan data sekunder diolah agar mendapatkan keabsahan data dan diperkuat dengan proses triangulasi. Kesimpulan penelitian adalah pengembangan diplomasi pertahanan yang bersifat penguatan aktivitas-aktivitas ke timur (look east) di luar negeri ini atau external soft power defense diplomacy, memanfaatkan kedekatan geografi serta kesamaan etnis dan budaya atau soft power defense diplomacy approach, dan dikembangkan melalui pendekatan regional, yaitu kerja sama bilateral memanfaatkan negara ketiga, ASEAN, serta PIF dan MSG atau proxy defense diplomacy. |
| Bentuk Karya | Tidak ada kode yang sesuai |
| Target Pembaca | Tidak ada kode yang sesuai |
Informasi: Di sini Anda dapat mengakses seluruh konten digital yang tersedia untuk koleksi ini.
Tombol "Baca Buku" di bawah sampul hanya menampilkan file pertama sebagai preview.
| No | Nama File | Nama File Format Flash | Format | Aksi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | 79991c5efa067b031259a43d348c20da.pdf | 79991c5efa067b031259a43d348c20da.pdf | Baca | |
| 2 | c4ca88590549fde3f0bd067c22897f67.pdf | c4ca88590549fde3f0bd067c22897f67.pdf | Baca | |
| 3 | 19590da45dcbd2b5acc6c2c454b36e26.pdf | 19590da45dcbd2b5acc6c2c454b36e26.pdf | Baca | |
| 4 | 64f94fa1af67d4be1c740ae7c6b71ef6.pdf | 64f94fa1af67d4be1c740ae7c6b71ef6.pdf | Baca | |
| 5 | dfbbd8a993bd3ffbebdc19892dda7849.pdf | dfbbd8a993bd3ffbebdc19892dda7849.pdf | Baca | |
| 6 | 9a7e50f06981ab10a63a360002f919dc.pdf | 9a7e50f06981ab10a63a360002f919dc.pdf | Baca | |
| 7 | 8e05ec8c6ae4bb1279ea8b245196bfe6.pdf | 8e05ec8c6ae4bb1279ea8b245196bfe6.pdf | Baca |
Informasi: Di sini Anda dapat melihat ketersediaan eksemplar fisik koleksi ini di perpustakaan beserta lokasinya.
| No | No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan | Aksi |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | D.11.23.002 | D.11.23.002 | Dapat dipinjam | Perpustakaan Sentul (Pusat) - Ruang Referensi Perpustakaan Universitas Pertahanan | Tersedia | - |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000000002569 | ||
| 005 | 20260213085622 | ||
| 008 | 260213################|##########|#|## | ||
| 035 | # | # | $a 0010-1225002569 |
| 041 | $a id | ||
| 082 | # | # | $a NONE |
| 090 | $a D.11.23.002 | ||
| 100 | 0 | # | $a Suharto |
| 245 | 1 | # | $a Pengembangan Diplomasi Pertahanan Indonesia di Negara-Negara Pasifik Selatan Guna Memperkuat Dukungan Integrasi Papua dalam Rangka Menjaga Keutuhan Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia |
| 260 | # | # | $a Bogor :$b Universitas Pertahanan Republik Indonesia,$c 2023 |
| 300 | # | # | $a 30 cm |
| 500 | # | # | $a Perjuangan merebut kemerdekaan tercapai pada tahun 1945 sehingga keutuhan wilayah Indonesia harus dijaga untuk mencegah disintegrasi bangsa melalui upaya emisahkan diri (secession) atau penentuan nasib sendiri (self-determination). Beberapa gerakan separatisme dilakukan oleh Belanda, PKI, DI/TII, PRRI/Permesta, separatis Aceh, Maluku, dan Riau, meskipun secara perspektif hukum, integrasi Papua sudah tuntas secara de facto dan de jure. Internasionalisasi isu Papua adalah bentuk campur tangan negara-negara dan organisasi regional MSG dan PIF di kawasan Pasifik Selatan. Permasalahan penelitian adalah bagaimana mengembangkan diplomasi pertahanan di Pasifik Selatan dengan cara menentukan prioritas penyelenggaraan diplomasi pertahanan dari perspektif geostrategi dan geokultural, dan pendekatan organisasi regional menggunakan metode kualitatif berlandaskan metode berpikir ilmiah atau methods of scientific thinking. Desain penelitian adalah quasi-qualitative, dengan teknis pengolahan data Nvivo dan teknis analisis data Soft System Methodology. Penyelenggaraan diplomasi Indonesia, sejak Presiden Soekarno hingga Presiden Joko Widodo, lebih berorientasi ke barat (look west) dan utara (look north) ke kawasan ASEAN, Samudra Hindia, Eropa, dan Afrika. Diplomasi ke Pasifik Selatan sangat minim. Subjek penelitian terdiri dari regulator (DPR RI, Kementerian Luar Negeri, dan Kementerian Pertahanan), operator (Mabes TNI, TNI AD, TNI AL, TNI AU, dan PMPP TNI) dan pengamat (akademisi dan dosen). Sumber data primer dan data sekunder diolah agar mendapatkan keabsahan data dan diperkuat dengan proses triangulasi. Kesimpulan penelitian adalah pengembangan diplomasi pertahanan yang bersifat penguatan aktivitas-aktivitas ke timur (look east) di luar negeri ini atau external soft power defense diplomacy, memanfaatkan kedekatan geografi serta kesamaan etnis dan budaya atau soft power defense diplomacy approach, dan dikembangkan melalui pendekatan regional, yaitu kerja sama bilateral memanfaatkan negara ketiga, ASEAN, serta PIF dan MSG atau proxy defense diplomacy. |
| 650 | 4 | $a Ilmu Pertahanan |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :