Judul PREDIKSI TREND LOKASI IUU FISHING MENGGUNAKAN DATA CITRA SATELIT VIIRS DI PERAIRAN KAWASAN PERBATASAN INDONESIA-FILIPINA GUNA MENDUKUNG OPERASI PENEGAKAN HUKUM DI LAUT
Pengarang NIKEN AYU FIRDAYANTI
Trismadi
Dadang Gunawan
Yosef Prihanto
Achmad Farid Wadjdi
GENTIO HARSONO
Penerbitan Bogor : Universitas Pertahanan Republik Indonesia, 2023
Subjek Teknologi Penginderaan -- IUU Fishing -- Time Series Forecasting -- Clustering -- Satelit VIIRS
Catatan IUU Fishing termasuk salah satu ancaman nyata terhadap pertahanan negara. IUU Fishing sering dilakukan oleh kapal asing dari negara tetangga di Kawasan Perbatasan wilayah Negara Indonesia. Perairan laut Sulawesi dan Samudera Pasifik termasuk wilayah yang rawan IUU Fishing yang berbatasan dengan Negara Filipina. Tujuan penelitian ini antaranya menganalisis trend IUU Fishing di kawasan perbatasan maritim Indonesia dan Filipina; mengkaji kemampuan data citra satelit VIIRS dalam pemanfaatannya untuk memprediksi trend pola IUU Fishing di kawasan perbatasan maritim Indonesia dan Filipina; dan mengkaji hasil prediksi trend IUU Fishing dapat digunakan untuk mendukung operasi penegakkan hukum di laut. Metode yang digunakan yaitu K-Means Clustering dan Time Series Forecasting dengan instrumen pemograman Python. Data penelitian mengunakan data satelit VIIRS deteksi Kapal atau VDB. Berdasarkan hasil kajian menunjukan terdapat 10 Klaster (K0-K9) dari hasil klasterisasi dengan prediksi dalam satu tahun ke depan akan ada 232 kapal ilegal, yang akan terjadi pada bulan Juli 2022 sebanyak 17 kapal, bulan Agustus 2022 akan ada 20 kapal, bulan September 2022 akan ada 19 kapal, bulan Oktober 2022 akan ada 18 kapal, bulan November 2022 akan ada 21 kapal, bulan Desember 2022 akan ada 21, bulan Januari 2023 akan ada 23, bulan Februari 2023 akan ada 21, bulan Maret 2023 akan ada 18 kapal, bulan April 2023 akan ada 18 kapal, bulan Mei 2023 akan ada 20 kapal dan bulan Juni akan ada 14 kapal. Klaster yang diprediksi kapal pencuri ikan terbanyak pada klaster K6 yang berada di sekitaran Kepulauan Sangihe hingga sampai Barat dari kepulauan Talaud dan berbatasan dengan perairan Filipina. Hasil tersebut memperlihatkan bahwa IUU Fishing akan terjadi setiap bulan dengan jumlah bervariasi pada setiap klaster, sehingga dapat dijadikan dasar untuk perencanaan patroli yang terjadwal dengan memperhatikan lokasi dan waktu potensial adanya IUU Fishing.
Bentuk Karya Tidak ada kode yang sesuai
Target Pembaca Tidak ada kode yang sesuai

 
Informasi: Di sini Anda dapat melihat ketersediaan eksemplar fisik koleksi ini di perpustakaan beserta lokasinya.
No No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan Aksi
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000000002670
005 20260213015006
008 260213################|##########|#|##
035 # # $a 0010-1225002670
041 $a id
082 # # $a NONE
100 0 # $a NIKEN AYU FIRDAYANTI
245 1 # $a PREDIKSI TREND LOKASI IUU FISHING MENGGUNAKAN DATA CITRA SATELIT VIIRS DI PERAIRAN KAWASAN PERBATASAN INDONESIA-FILIPINA GUNA MENDUKUNG OPERASI PENEGAKAN HUKUM DI LAUT
260 # # $a Bogor :$b Universitas Pertahanan Republik Indonesia,$c 2023
500 # # $a IUU Fishing termasuk salah satu ancaman nyata terhadap pertahanan negara. IUU Fishing sering dilakukan oleh kapal asing dari negara tetangga di Kawasan Perbatasan wilayah Negara Indonesia. Perairan laut Sulawesi dan Samudera Pasifik termasuk wilayah yang rawan IUU Fishing yang berbatasan dengan Negara Filipina. Tujuan penelitian ini antaranya menganalisis trend IUU Fishing di kawasan perbatasan maritim Indonesia dan Filipina; mengkaji kemampuan data citra satelit VIIRS dalam pemanfaatannya untuk memprediksi trend pola IUU Fishing di kawasan perbatasan maritim Indonesia dan Filipina; dan mengkaji hasil prediksi trend IUU Fishing dapat digunakan untuk mendukung operasi penegakkan hukum di laut. Metode yang digunakan yaitu K-Means Clustering dan Time Series Forecasting dengan instrumen pemograman Python. Data penelitian mengunakan data satelit VIIRS deteksi Kapal atau VDB. Berdasarkan hasil kajian menunjukan terdapat 10 Klaster (K0-K9) dari hasil klasterisasi dengan prediksi dalam satu tahun ke depan akan ada 232 kapal ilegal, yang akan terjadi pada bulan Juli 2022 sebanyak 17 kapal, bulan Agustus 2022 akan ada 20 kapal, bulan September 2022 akan ada 19 kapal, bulan Oktober 2022 akan ada 18 kapal, bulan November 2022 akan ada 21 kapal, bulan Desember 2022 akan ada 21, bulan Januari 2023 akan ada 23, bulan Februari 2023 akan ada 21, bulan Maret 2023 akan ada 18 kapal, bulan April 2023 akan ada 18 kapal, bulan Mei 2023 akan ada 20 kapal dan bulan Juni akan ada 14 kapal. Klaster yang diprediksi kapal pencuri ikan terbanyak pada klaster K6 yang berada di sekitaran Kepulauan Sangihe hingga sampai Barat dari kepulauan Talaud dan berbatasan dengan perairan Filipina. Hasil tersebut memperlihatkan bahwa IUU Fishing akan terjadi setiap bulan dengan jumlah bervariasi pada setiap klaster, sehingga dapat dijadikan dasar untuk perencanaan patroli yang terjadwal dengan memperhatikan lokasi dan waktu potensial adanya IUU Fishing.
650 4 $a Teknologi Penginderaan -- IUU Fishing -- Time Series Forecasting -- Clustering -- Satelit VIIRS
700 0 # $a Achmad Farid Wadjdi
700 0 # $a Dadang Gunawan
700 0 # $a GENTIO HARSONO
700 0 # $a Trismadi
700 0 # $a Yosef Prihanto
Content Unduh katalog