| Judul | DIPLOMASI PERTAHANAN MARITIM INDONESIA DALAMIMPLEMENTASI AGENDA “STRENGTHEN MARITIME SECURITY AND COMBAT TRANSNATIONAL CRIME COMMITTED AT SEA” SEBAGAI UPAYA MENDUKUNG RENEGOSIASI PERBATASAN MARITIM INDONESIA–AUSTRALIA |
| Pengarang | ARCELINOCENT EMILE PANGEMANAN Beni Rudiawan Christine S. Marnani Sudibyo Anak Agung Banyu Perwita |
| Penerbitan | Bogor : Universitas Pertahanan Republik Indonesia, 2023 |
| Subjek | diplomasi pertahanan -- Perbatasan Maritim -- Diplomasi Pertahanan Maritim -- Kerjasama Maritim -- Indonesia-Australia |
| Catatan | Belum selesainya renegosiasi Perth Treaty 1997 yang dijalin Indonesia – Australia mengakibatkan absennya kepastian hukum bagi negara di laut sehingga memicu berbagai ancaman kejahatan lintas negara terhadap keamanan dan pertahanan nasional. Permasalahan penelitian yaitu tentang status dan keadaan perbatasan maritim Indonesia – Australia serta implementasi agenda “Strengthen Maritime Security and Combat Transnational Crime Committed at Sea” dalam kerangka diplomasi pertahanan maritim. Tujuan penelitian berupa analisa terkait status dan keadaan perbatasan maritim antara Indonesia – Australia beserta dengan implementasi agenda “Strengthen Maritime Security and Combat Transnational Crime Committed at Sea” dalam kerangka diplomasi pertahanan maritim. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan desain penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui metode wawancara, observasi dan studi kepustakan yang komprehensif. Hasil penelitian menunjukan bahwa menjamin kepastian hukum terhadap kedaulatan wilayah laut Indonesia beserta dengan hak-hak kedaulatannya diperlukan strategi dan mekanisme yang proaktif dan berkelanjutan serta pemetaan peluang dan ancaman yang komprehensif untuk dapat mendukung renegosiasi perbatasan maritim dan peningkatan kapasitas kemaritiman nasional melalui confidence building measure (CBM) dalam pelaksanaan diplomasi pertahanan maritim. Mekanisme diplomasi pertahanan maritim memberikan ruang bagi negara untuk mewujudkan tujuan besar kemaritimannya dan menindaklanjuti berbagai ancaman kejahatan lintas negara tanpa resiko pelanggaran yang dapat memicu renggangnya hubungan antara Indonesia dan Australia. Kesimpulan kerjasama kemaritiman bertujuan untuk mewujudkan confidence and capacity building antara kedua negara agar dapat mewujudkan keamanan, pertahanan dan kepastian hukum serta mendukung renegosiasi perbatasan maritim antara Indonesia - Australia guna mencapai tujuan besar kemaritiman dan pengembangan kemampuan kemaritiman Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia. |
| Bentuk Karya | Tidak ada kode yang sesuai |
| Target Pembaca | Tidak ada kode yang sesuai |
Informasi: Di sini Anda dapat mengakses seluruh konten digital yang tersedia untuk koleksi ini.
Tombol "Baca Buku" di bawah sampul hanya menampilkan file pertama sebagai preview.
| No | Nama File | Nama File Format Flash | Format | Aksi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | cf469bc4ef6c2af123f6057d5b84a815.pdf | cf469bc4ef6c2af123f6057d5b84a815.pdf | Baca | |
| 2 | 838ff6d3690fb5c22da532a1a0cc1432.pdf | 838ff6d3690fb5c22da532a1a0cc1432.pdf | Baca | |
| 3 | 55f3af20a587b4c947013e04e9c0e54b.pdf | 55f3af20a587b4c947013e04e9c0e54b.pdf | Baca | |
| 4 | d0be5bd1df9f283bda0cc0b2fa8d2642.pdf | d0be5bd1df9f283bda0cc0b2fa8d2642.pdf | Baca | |
| 5 | 2d7ab11dee7e1a938dc748885626568c.pdf | 2d7ab11dee7e1a938dc748885626568c.pdf | Baca |
Informasi: Di sini Anda dapat melihat ketersediaan eksemplar fisik koleksi ini di perpustakaan beserta lokasinya.
| No | No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan | Aksi |
|---|
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000000002690 | ||
| 005 | 20260213013708 | ||
| 008 | 260213################|##########|#|## | ||
| 035 | # | # | $a 0010-1225002690 |
| 041 | $a id | ||
| 082 | # | # | $a NONE |
| 100 | 0 | # | $a ARCELINOCENT EMILE PANGEMANAN |
| 245 | 1 | # | $a DIPLOMASI PERTAHANAN MARITIM INDONESIA DALAMIMPLEMENTASI AGENDA “STRENGTHEN MARITIME SECURITY AND COMBAT TRANSNATIONAL CRIME COMMITTED AT SEA” SEBAGAI UPAYA MENDUKUNG RENEGOSIASI PERBATASAN MARITIM INDONESIA–AUSTRALIA |
| 260 | # | # | $a Bogor :$b Universitas Pertahanan Republik Indonesia,$c 2023 |
| 500 | # | # | $a Belum selesainya renegosiasi Perth Treaty 1997 yang dijalin Indonesia – Australia mengakibatkan absennya kepastian hukum bagi negara di laut sehingga memicu berbagai ancaman kejahatan lintas negara terhadap keamanan dan pertahanan nasional. Permasalahan penelitian yaitu tentang status dan keadaan perbatasan maritim Indonesia – Australia serta implementasi agenda “Strengthen Maritime Security and Combat Transnational Crime Committed at Sea” dalam kerangka diplomasi pertahanan maritim. Tujuan penelitian berupa analisa terkait status dan keadaan perbatasan maritim antara Indonesia – Australia beserta dengan implementasi agenda “Strengthen Maritime Security and Combat Transnational Crime Committed at Sea” dalam kerangka diplomasi pertahanan maritim. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan desain penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui metode wawancara, observasi dan studi kepustakan yang komprehensif. Hasil penelitian menunjukan bahwa menjamin kepastian hukum terhadap kedaulatan wilayah laut Indonesia beserta dengan hak-hak kedaulatannya diperlukan strategi dan mekanisme yang proaktif dan berkelanjutan serta pemetaan peluang dan ancaman yang komprehensif untuk dapat mendukung renegosiasi perbatasan maritim dan peningkatan kapasitas kemaritiman nasional melalui confidence building measure (CBM) dalam pelaksanaan diplomasi pertahanan maritim. Mekanisme diplomasi pertahanan maritim memberikan ruang bagi negara untuk mewujudkan tujuan besar kemaritimannya dan menindaklanjuti berbagai ancaman kejahatan lintas negara tanpa resiko pelanggaran yang dapat memicu renggangnya hubungan antara Indonesia dan Australia. Kesimpulan kerjasama kemaritiman bertujuan untuk mewujudkan confidence and capacity building antara kedua negara agar dapat mewujudkan keamanan, pertahanan dan kepastian hukum serta mendukung renegosiasi perbatasan maritim antara Indonesia - Australia guna mencapai tujuan besar kemaritiman dan pengembangan kemampuan kemaritiman Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia. |
| 650 | 4 | $a diplomasi pertahanan -- Perbatasan Maritim -- Diplomasi Pertahanan Maritim -- Kerjasama Maritim -- Indonesia-Australia | |
| 700 | 0 | # | $a Anak Agung Banyu Perwita |
| 700 | 0 | # | $a Beni Rudiawan |
| 700 | 0 | # | $a Christine S. Marnani |
| 700 | 0 | # | $a Sudibyo |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :