| Judul | PENANGANAN TERHADAP ‘IANFU’ SEBAGAI KORBAN KONFLIK KEKERASAN PADA MASA PENDUDUKAN JEPANG OLEH ORGANISASI KEMANUSIAAN JEPANG |
| Pengarang | ANNIZA KEMALA Christine S. Marnani Anang Puji Utama I Gede Sumertha KY Herlina Juni Risma Saragih Setyo Harnowo |
| EDISI | Softcopy |
| Penerbitan | Bogor : Universitas Pertahanan Republik Indonesia, 2020 |
| Subjek | jepang -- Prodi Damai dan Resolusi Konflik -- Fakultas Keamanan Nasional -- Tesis Mahasiswa 2020 -- PA:LaksdaProfDrSetyoHarnowodrg.Sp.BM(K)FICD,FICCDE -- PA:PembinaUtamaMudaIV/c Dr.Anang Puji Utama,SH,MSi -- Asian Women's Fund (AWF) -- 'Ianfu' |
| Catatan | Pada masa Perang Dunia II, Militer Jepang membentuk sistem rumah bordil atau ianjo dengan merekrut perempuan-perempuan secara paksa yang disebut sebagai ‘ianfu’. Pasca Perang Dunia II, permasalahan ‘ianfu’ sempat terabaikan di Indonesia hingga seorang mantan ‘ianfu’ bernama Mardiyem memecah kesunyian dan berjuang menuntut pemenuhan hak para korban. Jepang merespon tuntutan tersebut dengan membentuk organisasi kemanusiaan swasta yang bernama Asian Women’s Fund (AWF). Penggunaan dana dari AWF di Indonesia dilaksanakan oleh Kementerian Sosial melalui MoU yang ditandangani pada tahun 1997. Permasalahan penelitian adalah bagaimana kondisi para mantan ‘ianfu’ dan penanganan terhadap mereka sejak program AWF dalam MoU tersebut dijalankan di Indonesia. Penelitian menggunakan metode kualitatif. Data diperoleh dari para narasumber yang ditetapkan dengan teknik analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para mantan ‘ianfu’ selaku korban perbudakan seksual masih berada pada kondisi kesehatan yang buruk meski setelah dijalankannya program pembiayaan panti jompo melalui dana AWF di Indonesia. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa penanganan oleh Pemerintah Jepang tidaklah memenuhi hak-hak para korban dan AWF sebuah kendaraan politik Jepang untuk menghindarkan diri dari pertanggungjawaban terhadap permasalahan ‘ianfu’. Sementara itu, Pemerintah Indonesia juga belum berhasil memenuhi hak-hak para mantan ‘ianfu’, dikarenakan menurut Kementerian Sosial, kasus ini sudah terselesaikan melalui program kerjasama dengan AWF. Hal tersebut menyebabkan terjadinya apa yang disebut oleh Dahrendorf sebagai konflik kepentingan. Konflik kepentingan ini terjadi di antara pemerintah, para korban, dan aktor-aktor masyarakat yang terlibat dalam penanganan permasalahan ‘ianfu’. Peneliti berkesimpulan bahwa penanganan permasalahan ‘ianfu’ belumlah sampai ke tahapan rekonsiliasi, dimana menurut Howon Jeong diperlukan untuk rehumanisasi para korban juga penyerang. |
| Bentuk Karya | Tidak ada kode yang sesuai |
| Target Pembaca | Tidak ada kode yang sesuai |
Informasi: Di sini Anda dapat mengakses seluruh konten digital yang tersedia untuk koleksi ini.
Tombol "Baca Buku" di bawah sampul hanya menampilkan file pertama sebagai preview.
| No | Nama File | Nama File Format Flash | Format | Aksi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | a3b20626805250079792af630d1369a9.pdf | a3b20626805250079792af630d1369a9.pdf | Baca | |
| 2 | 65e8ae42932cfc43cdedceb018dd87aa.pdf | 65e8ae42932cfc43cdedceb018dd87aa.pdf | Baca | |
| 3 | fc794d45d10aa8e05be90d7d985f9661.pdf | fc794d45d10aa8e05be90d7d985f9661.pdf | Baca | |
| 4 | 7937deeb05807c8c8638250aa9ef9443.pdf | 7937deeb05807c8c8638250aa9ef9443.pdf | Baca | |
| 5 | 8acab5d4a0b6d11872498e2647446ff9.pdf | 8acab5d4a0b6d11872498e2647446ff9.pdf | Baca | |
| 6 | 71e0ec0b5a9c3245af5f24e483c1cd24.pdf | 71e0ec0b5a9c3245af5f24e483c1cd24.pdf | Baca | |
| 7 | cdb8a2a80345c27d81f0e026283976d8.pdf | cdb8a2a80345c27d81f0e026283976d8.pdf | Baca | |
| 8 | 63b14838c79304536c483c31dd04b501.pdf | 63b14838c79304536c483c31dd04b501.pdf | Baca |
Informasi: Di sini Anda dapat melihat ketersediaan eksemplar fisik koleksi ini di perpustakaan beserta lokasinya.
| No | No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan | Aksi |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | T2389 | T001/2020 ANI A | Dapat dipinjam | Perpustakaan Sentul (Pusat) - Ruang Referensi Perpustakaan Universitas Pertahanan | Tersedia | - |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000000001206 | ||
| 005 | 20260218093243 | ||
| 008 | 260218################|##########|#|## | ||
| 035 | # | # | $a 0010-1225001206 |
| 041 | $a id | ||
| 082 | # | # | $a T001/2020 |
| 090 | $a T.42.20.007 | ||
| 100 | 0 | # | $a ANNIZA KEMALA |
| 245 | 1 | # | $a PENANGANAN TERHADAP ‘IANFU’ SEBAGAI KORBAN KONFLIK KEKERASAN PADA MASA PENDUDUKAN JEPANG OLEH ORGANISASI KEMANUSIAAN JEPANG |
| 250 | # | # | $a Softcopy |
| 260 | # | # | $a Bogor :$b Universitas Pertahanan Republik Indonesia,$c 2020 |
| 500 | # | # | $a Pada masa Perang Dunia II, Militer Jepang membentuk sistem rumah bordil atau ianjo dengan merekrut perempuan-perempuan secara paksa yang disebut sebagai ‘ianfu’. Pasca Perang Dunia II, permasalahan ‘ianfu’ sempat terabaikan di Indonesia hingga seorang mantan ‘ianfu’ bernama Mardiyem memecah kesunyian dan berjuang menuntut pemenuhan hak para korban. Jepang merespon tuntutan tersebut dengan membentuk organisasi kemanusiaan swasta yang bernama Asian Women’s Fund (AWF). Penggunaan dana dari AWF di Indonesia dilaksanakan oleh Kementerian Sosial melalui MoU yang ditandangani pada tahun 1997. Permasalahan penelitian adalah bagaimana kondisi para mantan ‘ianfu’ dan penanganan terhadap mereka sejak program AWF dalam MoU tersebut dijalankan di Indonesia. Penelitian menggunakan metode kualitatif. Data diperoleh dari para narasumber yang ditetapkan dengan teknik analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para mantan ‘ianfu’ selaku korban perbudakan seksual masih berada pada kondisi kesehatan yang buruk meski setelah dijalankannya program pembiayaan panti jompo melalui dana AWF di Indonesia. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa penanganan oleh Pemerintah Jepang tidaklah memenuhi hak-hak para korban dan AWF sebuah kendaraan politik Jepang untuk menghindarkan diri dari pertanggungjawaban terhadap permasalahan ‘ianfu’. Sementara itu, Pemerintah Indonesia juga belum berhasil memenuhi hak-hak para mantan ‘ianfu’, dikarenakan menurut Kementerian Sosial, kasus ini sudah terselesaikan melalui program kerjasama dengan AWF. Hal tersebut menyebabkan terjadinya apa yang disebut oleh Dahrendorf sebagai konflik kepentingan. Konflik kepentingan ini terjadi di antara pemerintah, para korban, dan aktor-aktor masyarakat yang terlibat dalam penanganan permasalahan ‘ianfu’. Peneliti berkesimpulan bahwa penanganan permasalahan ‘ianfu’ belumlah sampai ke tahapan rekonsiliasi, dimana menurut Howon Jeong diperlukan untuk rehumanisasi para korban juga penyerang. |
| 650 | 4 | $a jepang -- Prodi Damai dan Resolusi Konflik -- Fakultas Keamanan Nasional -- Tesis Mahasiswa 2020 -- PA:LaksdaProfDrSetyoHarnowodrg.Sp.BM(K)FICD,FICCDE -- PA:PembinaUtamaMudaIV/c Dr.Anang Puji Utama,SH,MSi -- Asian Women's Fund (AWF) -- 'Ianfu' | |
| 700 | 0 | # | $a Anang Puji Utama |
| 700 | 0 | # | $a Christine S. Marnani |
| 700 | 0 | # | $a Herlina Juni Risma Saragih |
| 700 | 0 | # | $a I Gede Sumertha KY |
| 700 | 0 | # | $a Setyo Harnowo |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :