| Judul | REMODELLING CONNING TOWER PADA KAPAL SELAM ALUGORO GUNA MENDUKUNG PENGUASAAN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTAHANAN NASIONAL DALAM MEWUJUDKAN POSTUR TENTARA NASIONAL INDONESIA YANG TANGGUH |
| Pengarang | JOSUA SIAGIAN Jupriyanto Erzi Agson Gani Edy Sulistyadi I nengah Putra A Kaharuddin Djenood |
| EDISI | Tesis |
| Penerbitan | Bogor : Universitas Pertahanan Republik Indonesia, 2022 |
| Deskripsi Fisik | 30 cm |
| Subjek | Teknologi Daya Gerak -- Kapal Selam -- Conning Tower -- Hambatan Kapal -- CFD |
| Catatan | Negara Kesatuan Republik Indonesia yang memiliki luas wilayah laut sebesar 3.25 juta kilometer persegi dan 2.55 juta kilometer persegi yang merupakan kawasan ekonomi eksklusif tentunya memerlukan pertahanan di bidang kemaritiman guna melindungi wilayah perairan tersebut. Salah satu alat utama sistem senjata yang dimiliki oleh Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut adalah kapal selam yang mampu beroperasi di dalam permukaan laut sehingga sulit untuk dideteksi keberadaannya. Kapal Selam Alugoro 405 yang merupakan kapal selam diesel elektrik hasil kerja sama joint production antara PT. PAL Persero dengan Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering Korea Selatan menjadi kapal selam terbaru yang dimiliki oleh TNI AL. Bagian conning tower yang menjadi salah satu bangunan luar pada kapal selam menyumbang sekitar 15-30% dari hambatan total kapal selam itu sendiri, hal ini menjadikan conning tower menjadi objek dari penelitian ini untuk dilakukannya remodelling agar mendapatkan bentukan model dari conning tower yang mampu mengurangi nilai koefisien hambatan. Variasi model yang dilakukan dalam penelitian ini dengan menggunakan variasi model Eppler dan model Langley yang akan dimodelkan untuk menggantikan model conning tower original yang dimiliki oleh kapal selam Alugoro 405. Selain variasi model, penelitian ini juga menggunakan variasi kedalaman untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh yang terjadi terhadap nilai hambatan akibat kedalaman pada jarak 100m, 250m, dan 350m di bawah permukaan laut. Kecepatan yang diterapkan pada penelitian ini menggunakan kecepatan maksimum dari kapal selam Alugoro 405 yaitu sebesar 21 knot. Hasil dari peneitian pada penelitian ini pada model variasi Eppler ialah berkurangnya koefisien hambatan sebesar 9,72% dari yang semula 0.247 menjadi 0.223 dan pada model Langley sebesar 18.99% dari nilai koefisien hambatan model original 0.247 menjadi 0.200 sehingga model Langley merupakan variasi yang paling optimal dalam pengurangan koefisien hambatan pada conning tower pada penelitian ini. Hasil dari penelitian ini diharapkan mampu dijadikan suatu referensi bagi industri pertahanan untuk mendesain model dari conning tower kapal selam untuk memperoleh hambatan yang optimal. |
| Bentuk Karya | Tidak ada kode yang sesuai |
| Target Pembaca | Tidak ada kode yang sesuai |
Informasi: Di sini Anda dapat mengakses seluruh konten digital yang tersedia untuk koleksi ini.
Tombol "Baca Buku" di bawah sampul hanya menampilkan file pertama sebagai preview.
| No | Nama File | Nama File Format Flash | Format | Aksi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | 7626fe56d2948825ddc3707c6b5a726e.pdf | 7626fe56d2948825ddc3707c6b5a726e.pdf | Baca | |
| 2 | 4fe41e9fc86e8858c6c3d7372e6edbfe.pdf | 4fe41e9fc86e8858c6c3d7372e6edbfe.pdf | Baca | |
| 3 | d576488cc68ef68e3b8134bc6b94fe30.pdf | d576488cc68ef68e3b8134bc6b94fe30.pdf | Baca | |
| 4 | 15f750db353805962c65320f64571abb.pdf | 15f750db353805962c65320f64571abb.pdf | Baca | |
| 5 | ccaae615ea0e3a1326b3527419d0da13.pdf | ccaae615ea0e3a1326b3527419d0da13.pdf | Baca |
Informasi: Di sini Anda dapat melihat ketersediaan eksemplar fisik koleksi ini di perpustakaan beserta lokasinya.
| No | No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan | Aksi |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | T.44.22.008 | T.44.22.008 | Dapat dipinjam | Perpustakaan Sentul (Pusat) - Perpustakaan Universitas Pertahanan RI - Salemba | Tersedia | - |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000000002742 | ||
| 005 | 20260213093836 | ||
| 008 | 260213################|##########|#|## | ||
| 035 | # | # | $a 0010-1225002742 |
| 041 | $a id | ||
| 082 | # | # | $a T.44. |
| 090 | $a T.44.22.008 | ||
| 100 | 0 | # | $a JOSUA SIAGIAN |
| 245 | 1 | # | $a REMODELLING CONNING TOWER PADA KAPAL SELAM ALUGORO GUNA MENDUKUNG PENGUASAAN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTAHANAN NASIONAL DALAM MEWUJUDKAN POSTUR TENTARA NASIONAL INDONESIA YANG TANGGUH |
| 250 | # | # | $a Tesis |
| 260 | # | # | $a Bogor :$b Universitas Pertahanan Republik Indonesia,$c 2022 |
| 300 | # | # | $a 30 cm |
| 500 | # | # | $a Negara Kesatuan Republik Indonesia yang memiliki luas wilayah laut sebesar 3.25 juta kilometer persegi dan 2.55 juta kilometer persegi yang merupakan kawasan ekonomi eksklusif tentunya memerlukan pertahanan di bidang kemaritiman guna melindungi wilayah perairan tersebut. Salah satu alat utama sistem senjata yang dimiliki oleh Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut adalah kapal selam yang mampu beroperasi di dalam permukaan laut sehingga sulit untuk dideteksi keberadaannya. Kapal Selam Alugoro 405 yang merupakan kapal selam diesel elektrik hasil kerja sama joint production antara PT. PAL Persero dengan Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering Korea Selatan menjadi kapal selam terbaru yang dimiliki oleh TNI AL. Bagian conning tower yang menjadi salah satu bangunan luar pada kapal selam menyumbang sekitar 15-30% dari hambatan total kapal selam itu sendiri, hal ini menjadikan conning tower menjadi objek dari penelitian ini untuk dilakukannya remodelling agar mendapatkan bentukan model dari conning tower yang mampu mengurangi nilai koefisien hambatan. Variasi model yang dilakukan dalam penelitian ini dengan menggunakan variasi model Eppler dan model Langley yang akan dimodelkan untuk menggantikan model conning tower original yang dimiliki oleh kapal selam Alugoro 405. Selain variasi model, penelitian ini juga menggunakan variasi kedalaman untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh yang terjadi terhadap nilai hambatan akibat kedalaman pada jarak 100m, 250m, dan 350m di bawah permukaan laut. Kecepatan yang diterapkan pada penelitian ini menggunakan kecepatan maksimum dari kapal selam Alugoro 405 yaitu sebesar 21 knot. Hasil dari peneitian pada penelitian ini pada model variasi Eppler ialah berkurangnya koefisien hambatan sebesar 9,72% dari yang semula 0.247 menjadi 0.223 dan pada model Langley sebesar 18.99% dari nilai koefisien hambatan model original 0.247 menjadi 0.200 sehingga model Langley merupakan variasi yang paling optimal dalam pengurangan koefisien hambatan pada conning tower pada penelitian ini. Hasil dari penelitian ini diharapkan mampu dijadikan suatu referensi bagi industri pertahanan untuk mendesain model dari conning tower kapal selam untuk memperoleh hambatan yang optimal. |
| 650 | 4 | $a Teknologi Daya Gerak -- Kapal Selam -- Conning Tower -- Hambatan Kapal -- CFD | |
| 700 | 0 | # | $a Edy Sulistyadi |
| 700 | 0 | # | $a Erzi Agson Gani |
| 700 | 0 | # | $a I nengah Putra A |
| 700 | 0 | # | $a Jupriyanto |
| 700 | 0 | # | $a Kaharuddin Djenood |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :