| Judul | STRATEGI PENCEGAHAN ANCAMAN TERORISME PEREMPUAN MELALUI KERJA SAMA INTELIJEN ANTARA INDONESIA DAN KOREA SELATAN GUNA MENJAGA PERTAHANAN NEGARA |
| Pengarang | Rudy Sutanto Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati Ahmad G Dohamid Fauzia Gustarina Cempaka Timur JODI QUANANDI Agus Hasan S Reksoprodjo |
| Penerbitan | Bogor : Universitas Pertahanan Republik Indonesia, 2023 |
| Subjek | Pertahanan Negara -- Peperangan Asimetris -- Ancaman Terorisme -- Terorisme Perempuan -- Kerja sama Intelijen |
| Catatan | Terorisme merupakan salah satu fenomena isu strategis yang bertransformasi dan menjadi ancaman keamanan di hampir setiap bangsa dan negara. Di Indonesia sendiri, penyebaran paham radikalisme masih menjadi ancaman besar bagi ketahanan ideologi negara. Keterlibatan perempuan dalam aksi terorisme di Indonesia semakin bervariasi dimanfaatkan oleh jaringan teroris untuk mencari dan mengumpulkan informasi terhadap target teror ataupun pergerakan aparat keamanan. Kesamaan pandangan antara Indonesia dengan Korea Selatan bahwa ancaman terorisme perlu melibatkan angkatan bersenjata dan stakeholders terkait, menjadi salah satu dasar utama pentingnya kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Korea Selatan di bidang pertahanan untuk kontra terorisme. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis strategi pencegahan ancaman terorisme perempuan melalui kerja sama intelijen antara Indonesia dan Korea Selatan beserta kendala yang dihadapi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian, keterlibatan perempuan sebagai pelaku terorisme karena faktor ideologi, psikologi, propaganda feminisme jihadi, dan faktor media online. Setrategi pencegahan ancaman terorisme perempuan melalui kerja sama intelijen antara Indonesia dan Korea Selatan yaitu melalui sosialisasi dan edukasi moderasi beragama dalam rangka kontra ideologi radikalisme, intervensi perempuan dalam deradikalisasi di BNPT, serta kerja sama intelijen antara Indonesia dengan Korea Selatan melalui ACTIC (ASEAN Counter Terroeist Intelligence Community). Kerja sama intelijen dalam pencegahan terorisme antara Indonesia dan Korea Selatan sebaiknya harus diimbangi dengan sharing teknologi dan transfer tekonologi termasuk pelatihan sumber daya manusia, Indonesia juga harus menganalisis resiko dan ancaman yang kemungkinan akan terjadi akibat dari kerja sama intelijen dengan Korea Selatan sepert penyadapan dan bocornya informasi intelijen yang dapat merugikan Indonesia. |
| Bentuk Karya | Tidak ada kode yang sesuai |
| Target Pembaca | Tidak ada kode yang sesuai |
Informasi: Di sini Anda dapat mengakses seluruh konten digital yang tersedia untuk koleksi ini.
Tombol "Baca Buku" di bawah sampul hanya menampilkan file pertama sebagai preview.
| No | Nama File | Nama File Format Flash | Format | Aksi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | e29e13033db3cf7c9a1137059b86381a.pdf | e29e13033db3cf7c9a1137059b86381a.pdf | Baca | |
| 2 | 323084c86f4a937127be863bf4cb3176.pdf | 323084c86f4a937127be863bf4cb3176.pdf | Baca | |
| 3 | b1ec997c014914d56a5b02965d5f35f8.pdf | b1ec997c014914d56a5b02965d5f35f8.pdf | Baca | |
| 4 | b49c41ce5db4697b9d197af223505847.pdf | b49c41ce5db4697b9d197af223505847.pdf | Baca | |
| 5 | f6d2cdcf07bc76ec3657334a918947a2.pdf | f6d2cdcf07bc76ec3657334a918947a2.pdf | Baca | |
| 6 | 058ba082d3c3d677339537062d100d2f.pdf | 058ba082d3c3d677339537062d100d2f.pdf | Baca | |
| 7 | 03acfce94a3ca1db1420298d060b74e9.pdf | 03acfce94a3ca1db1420298d060b74e9.pdf | Baca | |
| 8 | 876d370a907da3033197c352073b2f20.pdf | 876d370a907da3033197c352073b2f20.pdf | Baca |
Informasi: Di sini Anda dapat melihat ketersediaan eksemplar fisik koleksi ini di perpustakaan beserta lokasinya.
| No | No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan | Aksi |
|---|
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000000002775 | ||
| 005 | 20260213081325 | ||
| 008 | 260213################|##########|#|## | ||
| 035 | # | # | $a 0010-1225002775 |
| 041 | $a id | ||
| 082 | # | # | $a NONE |
| 100 | 0 | # | $a Rudy Sutanto |
| 245 | 1 | # | $a STRATEGI PENCEGAHAN ANCAMAN TERORISME PEREMPUAN MELALUI KERJA SAMA INTELIJEN ANTARA INDONESIA DAN KOREA SELATAN GUNA MENJAGA PERTAHANAN NEGARA |
| 260 | # | # | $a Bogor :$b Universitas Pertahanan Republik Indonesia,$c 2023 |
| 500 | # | # | $a Terorisme merupakan salah satu fenomena isu strategis yang bertransformasi dan menjadi ancaman keamanan di hampir setiap bangsa dan negara. Di Indonesia sendiri, penyebaran paham radikalisme masih menjadi ancaman besar bagi ketahanan ideologi negara. Keterlibatan perempuan dalam aksi terorisme di Indonesia semakin bervariasi dimanfaatkan oleh jaringan teroris untuk mencari dan mengumpulkan informasi terhadap target teror ataupun pergerakan aparat keamanan. Kesamaan pandangan antara Indonesia dengan Korea Selatan bahwa ancaman terorisme perlu melibatkan angkatan bersenjata dan stakeholders terkait, menjadi salah satu dasar utama pentingnya kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Korea Selatan di bidang pertahanan untuk kontra terorisme. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis strategi pencegahan ancaman terorisme perempuan melalui kerja sama intelijen antara Indonesia dan Korea Selatan beserta kendala yang dihadapi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian, keterlibatan perempuan sebagai pelaku terorisme karena faktor ideologi, psikologi, propaganda feminisme jihadi, dan faktor media online. Setrategi pencegahan ancaman terorisme perempuan melalui kerja sama intelijen antara Indonesia dan Korea Selatan yaitu melalui sosialisasi dan edukasi moderasi beragama dalam rangka kontra ideologi radikalisme, intervensi perempuan dalam deradikalisasi di BNPT, serta kerja sama intelijen antara Indonesia dengan Korea Selatan melalui ACTIC (ASEAN Counter Terroeist Intelligence Community). Kerja sama intelijen dalam pencegahan terorisme antara Indonesia dan Korea Selatan sebaiknya harus diimbangi dengan sharing teknologi dan transfer tekonologi termasuk pelatihan sumber daya manusia, Indonesia juga harus menganalisis resiko dan ancaman yang kemungkinan akan terjadi akibat dari kerja sama intelijen dengan Korea Selatan sepert penyadapan dan bocornya informasi intelijen yang dapat merugikan Indonesia. |
| 650 | 4 | $a Pertahanan Negara -- Peperangan Asimetris -- Ancaman Terorisme -- Terorisme Perempuan -- Kerja sama Intelijen | |
| 700 | 0 | # | $a Agus Hasan S Reksoprodjo |
| 700 | 0 | # | $a Ahmad G Dohamid |
| 700 | 0 | # | $a Fauzia Gustarina Cempaka Timur |
| 700 | 0 | # | $a JODI QUANANDI |
| 700 | 0 | # | $a Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :