Judul KESIAPAN PRODUKSI BATERAI LITHIUM-ION DALAMPEMENUHAN BATERAI KAPAL SELAM GUNA MENDUKUNG POSTUR PERTAHANAN MILITER MATRA LAUT
Pengarang MALA UTAMI
Aris Sarjito
Jupriyanto
Aries Sudiarso
Timbul Siahaan
I nengah Putra A
Penerbitan Bogor : Universitas Pertahanan Republik Indonesia, 2023
Subjek Industri Pertahanan -- Analisis SWOT -- Baterai Lithium-Ion -- Baterai Kapal Selam -- Manufacturing Readiness Level (MRL)
Catatan Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, dengan wilayah laut yang sangat luas, Indonesia harus memiliki sistem pertahanan laut yang mampu menghadapi ancaman. TNI AL melakukan operasi menghadapi ancaman membutuhkan kekuatan salah satunya adalah kapal selam. Baterai pada kapal selam memiliki peran sebagai sumber energi utama. Kemajuan teknologi baterai kapal selam saat ini adalah baterai yang mampu beroperasi secara efisien dengan jarak yang jauh dan jangka waktu yang lama. Baterai lithium-ion sebagai baterai kapal selam memiliki kapasitas energi yang besar dengan ukuran kecil. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis kesiapan produksi baterai lithium-ion, analisis kebutuhan baterai pada kapal selam dan analisis strategi peningkatan kesiapan produksi baterai lithium-ion. Metode yang digunakan adalah metode kuasi kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif menggunakan tools MRL (Manufacturing Readiness Level) dan tools SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesiapan produksi baterai lithium ion di PT Garda Persada belum memenuhi kriteria standar untuk bisa mencapai level MRL 1. Hasil persentase MRL 1 sebesar 22,67% masih jauh dari standar minimum yaitu 80%. Pemenuhan kebutuhan baterai untuk kapal selam TNI AL adalah sebanyak 480 sel baterai untuk penggantian baterai pada KRI Nagapasa 403. Strategi yang diterapkan untuk peningkatan kesiapan produksi baterai lithium ion adalah strategi progresif dengan memanfaatkan kekuatan dan peluang seperti basis sebagai industri baterai, pabrik milik sendiri, fasilitas produksi lengkap, SDM yang ahli dan kerjasama dengan Naval Group. Dengan demikian sangat mungkin untuk PT Garda Persada mampu meningkatkan kesiapan produksi baterai lithium-ion untuk kapal selam TNI AL.
Bentuk Karya Tidak ada kode yang sesuai
Target Pembaca Tidak ada kode yang sesuai

 
Informasi: Di sini Anda dapat mengakses seluruh konten digital yang tersedia untuk koleksi ini. Tombol "Baca Buku" di bawah sampul hanya menampilkan file pertama sebagai preview.
No Nama File Nama File Format Flash Format Aksi
1 4d443f795aecd08bcfabd641e0b752fe.pdf 4d443f795aecd08bcfabd641e0b752fe.pdf pdf Baca
2 3d251c284e7c81f768cd3ae1ec2cbd5d.pdf 3d251c284e7c81f768cd3ae1ec2cbd5d.pdf pdf Baca
3 bd852085859343f34ab7e86400153769.pdf bd852085859343f34ab7e86400153769.pdf pdf Baca
4 daa9d55bf6c37d596871e175a55e94cd.pdf daa9d55bf6c37d596871e175a55e94cd.pdf pdf Baca
5 68ffd7bad1d7feb001c2429b73f2fb1e.pdf 68ffd7bad1d7feb001c2429b73f2fb1e.pdf pdf Baca
Informasi: Di sini Anda dapat melihat ketersediaan eksemplar fisik koleksi ini di perpustakaan beserta lokasinya.
No No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan Aksi
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000000002892
005 20260212011325
008 260212################|##########|#|##
035 # # $a 0010-1225002892
041 $a id
082 # # $a NONE
100 0 # $a MALA UTAMI
245 1 # $a KESIAPAN PRODUKSI BATERAI LITHIUM-ION DALAMPEMENUHAN BATERAI KAPAL SELAM GUNA MENDUKUNG POSTUR PERTAHANAN MILITER MATRA LAUT
260 # # $a Bogor :$b Universitas Pertahanan Republik Indonesia,$c 2023
500 # # $a Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, dengan wilayah laut yang sangat luas, Indonesia harus memiliki sistem pertahanan laut yang mampu menghadapi ancaman. TNI AL melakukan operasi menghadapi ancaman membutuhkan kekuatan salah satunya adalah kapal selam. Baterai pada kapal selam memiliki peran sebagai sumber energi utama. Kemajuan teknologi baterai kapal selam saat ini adalah baterai yang mampu beroperasi secara efisien dengan jarak yang jauh dan jangka waktu yang lama. Baterai lithium-ion sebagai baterai kapal selam memiliki kapasitas energi yang besar dengan ukuran kecil. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis kesiapan produksi baterai lithium-ion, analisis kebutuhan baterai pada kapal selam dan analisis strategi peningkatan kesiapan produksi baterai lithium-ion. Metode yang digunakan adalah metode kuasi kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif menggunakan tools MRL (Manufacturing Readiness Level) dan tools SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesiapan produksi baterai lithium ion di PT Garda Persada belum memenuhi kriteria standar untuk bisa mencapai level MRL 1. Hasil persentase MRL 1 sebesar 22,67% masih jauh dari standar minimum yaitu 80%. Pemenuhan kebutuhan baterai untuk kapal selam TNI AL adalah sebanyak 480 sel baterai untuk penggantian baterai pada KRI Nagapasa 403. Strategi yang diterapkan untuk peningkatan kesiapan produksi baterai lithium ion adalah strategi progresif dengan memanfaatkan kekuatan dan peluang seperti basis sebagai industri baterai, pabrik milik sendiri, fasilitas produksi lengkap, SDM yang ahli dan kerjasama dengan Naval Group. Dengan demikian sangat mungkin untuk PT Garda Persada mampu meningkatkan kesiapan produksi baterai lithium-ion untuk kapal selam TNI AL.
650 4 $a Industri Pertahanan -- Analisis SWOT -- Baterai Lithium-Ion -- Baterai Kapal Selam -- Manufacturing Readiness Level (MRL)
700 0 # $a Aries Sudiarso
700 0 # $a Aris Sarjito
700 0 # $a I nengah Putra A
700 0 # $a Jupriyanto
700 0 # $a Timbul Siahaan
Content Unduh katalog