Judul MANAJEMEN RISIKO RANTAI PASOK PENGADAAN BAHAN BAKU NON-LOGAM PESAWAT ANGKUT UNTUK MENDUKUNG POSTUR TNI AU
Pengarang NADIA AURORA SORAYA
Jupriyanto
Timbul Siahaan
Aries Sudiarso
Khaerudin
Novky
Penerbitan Universitas Pertahanan Republik Indonesia, 2023
Subjek Industri Pertahanan -- Rantai Pasok -- Risiko -- Mitigasi -- FMEA-TOPSIS
Catatan PT Dirgantara Indonesia merupakan lead integrator dalam industri pertahanan nasional yang mana berfokus pada manufaktur transportasi udara. Dalam proses produksinya, PT DI memerlukan banyak material baik yang berasal dari dalam negeri maupun luar negeri. Namun dengan keterbatasan yang ada, sebagian besar material pesawat masih didatangkan dari luar negeri, khususnya material non-logam. Hal ini menimbulkan risiko-risiko dalam rangkaian rantai pasok proses bisnis PT DI khususnya dalam kegiatan pengadaan material non-logam. Tujuan penelitian berikut ialah menganalisis risiko pada proses rantai pasok pengadaan bahan baku non-logam untuk produksi pesawat angkut serta mengupayakan mitigasi risiko untuk potensi risiko terbesar. Penelitian dilakukan dengan metode kuantitaif. Analisis risiko dilakukan menggunakan model FMEA-TOPSIS berbasis Entropy Weight dan diagram Pareto untuk menyortir kejadian risiko yang menjadi prioritas. Didapatkan total 25 kejadian risiko dan terpilih 4 kejadian risiko yang merupakan risiko prioritas yang signifikan dengan kumulatif mencapai 24,47% yaitu material yang datang tidak sesuai dengan spesifikasi kebutuhan, gagal bayar, keterlambatan pengiriman material dari pihak supplier, dan material yang rusak. Kemudian teridentifikasi 10 mitigasi risiko berkaitan dengan 4 prioritas kejadian risiko yang menjadi penyebab timbulnya risiko pada rantai pasok pengadaan bahan baku non-logam pesawat angkut.
Bentuk Karya Tidak ada kode yang sesuai
Target Pembaca Tidak ada kode yang sesuai

 
Informasi: Di sini Anda dapat mengakses seluruh konten digital yang tersedia untuk koleksi ini. Tombol "Baca Buku" di bawah sampul hanya menampilkan file pertama sebagai preview.
No Nama File Nama File Format Flash Format Aksi
1 014bda0b56e002db91d7e04b332ce2d1.pdf 014bda0b56e002db91d7e04b332ce2d1.pdf pdf Baca
2 da499c47ae446060f0a976f72226b9ba.pdf da499c47ae446060f0a976f72226b9ba.pdf pdf Baca
3 5f4c0d4346cabb99073d30548cb6a355.pdf 5f4c0d4346cabb99073d30548cb6a355.pdf pdf Baca
4 9502418d2415378813950b9955b1aeb3.pdf 9502418d2415378813950b9955b1aeb3.pdf pdf Baca
5 42924103381b146c52d7b94e9899f4ef.pdf 42924103381b146c52d7b94e9899f4ef.pdf pdf Baca
Informasi: Di sini Anda dapat melihat ketersediaan eksemplar fisik koleksi ini di perpustakaan beserta lokasinya.
No No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan Aksi
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000000002922
005 20260212010715
008 260212################|##########|#|##
035 # # $a 0010-1225002922
041 $a id
082 # # $a NONE
100 0 # $a NADIA AURORA SORAYA
245 1 # $a MANAJEMEN RISIKO RANTAI PASOK PENGADAAN BAHAN BAKU NON-LOGAM PESAWAT ANGKUT UNTUK MENDUKUNG POSTUR TNI AU
260 # # :$b Universitas Pertahanan Republik Indonesia,$c 2023
500 # # $a PT Dirgantara Indonesia merupakan lead integrator dalam industri pertahanan nasional yang mana berfokus pada manufaktur transportasi udara. Dalam proses produksinya, PT DI memerlukan banyak material baik yang berasal dari dalam negeri maupun luar negeri. Namun dengan keterbatasan yang ada, sebagian besar material pesawat masih didatangkan dari luar negeri, khususnya material non-logam. Hal ini menimbulkan risiko-risiko dalam rangkaian rantai pasok proses bisnis PT DI khususnya dalam kegiatan pengadaan material non-logam. Tujuan penelitian berikut ialah menganalisis risiko pada proses rantai pasok pengadaan bahan baku non-logam untuk produksi pesawat angkut serta mengupayakan mitigasi risiko untuk potensi risiko terbesar. Penelitian dilakukan dengan metode kuantitaif. Analisis risiko dilakukan menggunakan model FMEA-TOPSIS berbasis Entropy Weight dan diagram Pareto untuk menyortir kejadian risiko yang menjadi prioritas. Didapatkan total 25 kejadian risiko dan terpilih 4 kejadian risiko yang merupakan risiko prioritas yang signifikan dengan kumulatif mencapai 24,47% yaitu material yang datang tidak sesuai dengan spesifikasi kebutuhan, gagal bayar, keterlambatan pengiriman material dari pihak supplier, dan material yang rusak. Kemudian teridentifikasi 10 mitigasi risiko berkaitan dengan 4 prioritas kejadian risiko yang menjadi penyebab timbulnya risiko pada rantai pasok pengadaan bahan baku non-logam pesawat angkut.
650 4 $a Industri Pertahanan -- Rantai Pasok -- Risiko -- Mitigasi -- FMEA-TOPSIS
700 0 # $a Aries Sudiarso
700 0 # $a Jupriyanto
700 0 # $a Khaerudin
700 0 # $a Novky
700 0 # $a Timbul Siahaan
Content Unduh katalog