Judul PENGARUH INOVASI PRODUK ALUTSISTA DAN KEMANDIRIAN INDUSTRI PERTAHANAN TERHADAPPOSTUR PERTAHANAN NEGARA
Pengarang ARY LESTARI
Jupriyanto
Timbul Siahaan
Ade Muhammad
G Royke Deksino
Khaerudin
Penerbitan Bogor : Universitas Pertahanan Republik Indonesia, 2023
Subjek Industri Pertahanan -- inovasi -- Postur -- Kemandirian -- Tank Amphibi
Catatan Indonesia sebagai negara maritim meminta postur pertahanan yang kuat untuk dapat mempertahankan bukan hanya kedaulatan, namun juga keutuhan seluruh wilayah negara Indonesia. Korps Marinir Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut sebagai yang merupakan bagian dari komponen inti atau komponen utama postur pertahanan militer yang dilengkapi dengan kendaraan tempur Amphibi dalam melaksanakan operasi militer. Saat ini, Indonesia masih tergantung pada kendaraan tempur Amphibi tank PT-76 dan BMP-3F buatan Rusia. Jumlah tank Amphibi yang dimiliki korps marinir saat ini 431 unit, sedangkan yang harus dimiliki sebanyak 986 unit. Penelitian yang dilakukan memiliki tujuan untuk menganalisis dampak atau pengaruh inovasi produk alutsista dan kemandirian industri pertahanan kepada postur pertahanan negara. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif yang didesain untuk mengumpulkan, mengolah dan menganalisis data-data yang bersifat kuantitatif yang mana dianalisa menggunakan metode statistik. Dari penelitian yang telah dilakukan diketahui bahwasannya inovasi dari sebuah teknologi dan kemandirian industri pertahanan hanya memiliki pengaruh secara bersama sama sebesar 37% terhadap postur pertahanan negara. Artinya, inovasi teknologi alutsista (X1) dan kemandirian industri pertahanan (X2) terhadap postur pertahanan negara (Y) belum signifikan dilakukan. Inovasi teknologi alutsista tank Ampibi yang dilakukan oleh PT. PINDAD belum memenuhi spesifikasi dan harga yang diinginkan korps marinir TNI AL. Selain itu pemerintah dan pengguna masih mengimpor alutsista dari luar negeri. Sebesar 63% sisanya dipengaruhi oleh variabel lain, yaitu kebijakan anggaran dari pemerintah untuk membeli kendaraan tempur Ampibi. Hal ini berdampak pada terganggunya pembangunan postur berbasis teknologi pada kendaraan tempur Ampibi jika tergantung pada kendaraan tempur Amphibi produk industri pertahanan luar negeri.
Bentuk Karya Tidak ada kode yang sesuai
Target Pembaca Tidak ada kode yang sesuai

 
Informasi: Di sini Anda dapat mengakses seluruh konten digital yang tersedia untuk koleksi ini. Tombol "Baca Buku" di bawah sampul hanya menampilkan file pertama sebagai preview.
No Nama File Nama File Format Flash Format Aksi
1 990ba7daf923b45f6b433025bb61f750.pdf 990ba7daf923b45f6b433025bb61f750.pdf pdf Baca
2 72c9d71e2f489bb616ca1ae2817eb831.pdf 72c9d71e2f489bb616ca1ae2817eb831.pdf pdf Baca
3 912f47d759b0266fa0fd54eead7a3a2f.pdf 912f47d759b0266fa0fd54eead7a3a2f.pdf pdf Baca
4 098663e6cff7eecad411d67412da4d4b.pdf 098663e6cff7eecad411d67412da4d4b.pdf pdf Baca
5 88d87bfdfa125f32865d37d362481ac6.pdf 88d87bfdfa125f32865d37d362481ac6.pdf pdf Baca
Informasi: Di sini Anda dapat melihat ketersediaan eksemplar fisik koleksi ini di perpustakaan beserta lokasinya.
No No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan Aksi
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000000002936
005 20260212114922
008 260212################|##########|#|##
035 # # $a 0010-1225002936
041 $a id
082 # # $a NONE
100 0 # $a ARY LESTARI
245 1 # $a PENGARUH INOVASI PRODUK ALUTSISTA DAN KEMANDIRIAN INDUSTRI PERTAHANAN TERHADAPPOSTUR PERTAHANAN NEGARA
260 # # $a Bogor :$b Universitas Pertahanan Republik Indonesia,$c 2023
500 # # $a Indonesia sebagai negara maritim meminta postur pertahanan yang kuat untuk dapat mempertahankan bukan hanya kedaulatan, namun juga keutuhan seluruh wilayah negara Indonesia. Korps Marinir Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut sebagai yang merupakan bagian dari komponen inti atau komponen utama postur pertahanan militer yang dilengkapi dengan kendaraan tempur Amphibi dalam melaksanakan operasi militer. Saat ini, Indonesia masih tergantung pada kendaraan tempur Amphibi tank PT-76 dan BMP-3F buatan Rusia. Jumlah tank Amphibi yang dimiliki korps marinir saat ini 431 unit, sedangkan yang harus dimiliki sebanyak 986 unit. Penelitian yang dilakukan memiliki tujuan untuk menganalisis dampak atau pengaruh inovasi produk alutsista dan kemandirian industri pertahanan kepada postur pertahanan negara. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif yang didesain untuk mengumpulkan, mengolah dan menganalisis data-data yang bersifat kuantitatif yang mana dianalisa menggunakan metode statistik. Dari penelitian yang telah dilakukan diketahui bahwasannya inovasi dari sebuah teknologi dan kemandirian industri pertahanan hanya memiliki pengaruh secara bersama sama sebesar 37% terhadap postur pertahanan negara. Artinya, inovasi teknologi alutsista (X1) dan kemandirian industri pertahanan (X2) terhadap postur pertahanan negara (Y) belum signifikan dilakukan. Inovasi teknologi alutsista tank Ampibi yang dilakukan oleh PT. PINDAD belum memenuhi spesifikasi dan harga yang diinginkan korps marinir TNI AL. Selain itu pemerintah dan pengguna masih mengimpor alutsista dari luar negeri. Sebesar 63% sisanya dipengaruhi oleh variabel lain, yaitu kebijakan anggaran dari pemerintah untuk membeli kendaraan tempur Ampibi. Hal ini berdampak pada terganggunya pembangunan postur berbasis teknologi pada kendaraan tempur Ampibi jika tergantung pada kendaraan tempur Amphibi produk industri pertahanan luar negeri.
650 4 $a Industri Pertahanan -- inovasi -- Postur -- Kemandirian -- Tank Amphibi
700 0 # $a Ade Muhammad
700 0 # $a G Royke Deksino
700 0 # $a Jupriyanto
700 0 # $a Khaerudin
700 0 # $a Timbul Siahaan
Content Unduh katalog