Judul KEBIJAKAN PUSAT PENERBANGAN TNI AD DALAM PEMELIHARAAN SUKU CADANG HELIKOPTER BELL 412 GUNA MENDUKUNG EKONOMI PERTAHANAN
Pengarang Feny Avisha
Sri Sundari
Yudi Sutrasna
Novky Asmoro
Muliahadi Tumanggor
Suwito
Penerbitan Bogor : Universitas Pertahanan Republik Indonesia, 2024
Subjek Kebijakan -- Ekonomi Pertahanan -- Pemeliharaan -- Suku Cadang -- Helikopter Bell 412
Catatan Pemeliharaan suku cadang merupakan hal yang sangat penting dalam mendukung kesiapan dan operasional Penerbangan TNI AD. Hal tersebut berkaitan dengan faktor keamanan dan pertahanan serta berpengaruh terhadap ekonomi pertahanan. Permasalahan selama ini yang dihadapi oleh Puspenerbad dalam melaksanakan pemeliharaan suku cadang helikopter khususnya jenis Bell 412, adalah terbatasnya anggaran dalam pengadaan suku cadang, industri pertahanan dalam negeri yang belum dapat memproduksi suku cadang Bell 412 karena keterbatasan lisensi Bell Textron, kebijakan Puspenerbad diperbolehkannya pemasangan suku cadang dari satu helikopter ke helikopter lain yang sama jenisnya, serta kurangnya kesempatan personel pemelihara untuk transfer of knowledge yang dilaksanakan di luar negeri. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis pelaksanaan komunikasi, sumber daya, disposisi dan struktur birokrasi dari Puspenerbad maupun BUMNIS (PT. Dirgantara Indonesia). Metode penelitian ini yaitu kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian tentang kebijakan pemeliharaan diperlukan hubungan komunikasi dan koordinasi antar pemangku kebijakan dengan baik seperti yang sudah terjalin selama ini, kemudian sumber daya manusia Puspenerbad telah memfasilitasi guna pelatihan secara berkelanjutan namun terbatas pada personel yang melaksanakan transfer of knowledge ke luar negeri. Adanya keterbatasan anggaran sehingga Puspenerbad membuat kebijakan untuk mendahulukan suku cadang yang urgensi. Dalam disposisi Puspenerbad menerapkan pendekatan seperti komunikasi secara terbuka, partisipasi, apresiasi, dukungan terhadap inovasi, dan keterlibatan aktif para pelaksana kebijakan dan struktur birokrasi yang diterapkan secara bottom up sehingga terstruktur. Dengan demikian, kebijakan ini tidak hanya mendukung keberlanjutan operasional helikopter Penerbad, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi sektor pertahanan di tingkat lokal.
Bentuk Karya Tidak ada kode yang sesuai
Target Pembaca Tidak ada kode yang sesuai

 
Informasi: Di sini Anda dapat mengakses seluruh konten digital yang tersedia untuk koleksi ini. Tombol "Baca Buku" di bawah sampul hanya menampilkan file pertama sebagai preview.
No Nama File Nama File Format Flash Format Aksi
1 bb6d55840e3dd9ab908c6b5b51ce4266.pdf bb6d55840e3dd9ab908c6b5b51ce4266.pdf pdf Baca
2 19c1b5390142c013b5da2c9baec70b66.pdf 19c1b5390142c013b5da2c9baec70b66.pdf pdf Baca
3 03b26adf7820f9cd2402bd7b321970f8.pdf 03b26adf7820f9cd2402bd7b321970f8.pdf pdf Baca
4 e21b7f2f8bd1f27bdf0ee73ea52733a8.pdf e21b7f2f8bd1f27bdf0ee73ea52733a8.pdf pdf Baca
Informasi: Di sini Anda dapat melihat ketersediaan eksemplar fisik koleksi ini di perpustakaan beserta lokasinya.
No No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan Aksi
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000000002996
005 20260212111928
008 260212################|##########|#|##
035 # # $a 0010-1225002996
041 $a id
082 # # $a NONE
100 0 # $a Feny Avisha
245 1 # $a KEBIJAKAN PUSAT PENERBANGAN TNI AD DALAM PEMELIHARAAN SUKU CADANG HELIKOPTER BELL 412 GUNA MENDUKUNG EKONOMI PERTAHANAN
260 # # $a Bogor :$b Universitas Pertahanan Republik Indonesia,$c 2024
500 # # $a Pemeliharaan suku cadang merupakan hal yang sangat penting dalam mendukung kesiapan dan operasional Penerbangan TNI AD. Hal tersebut berkaitan dengan faktor keamanan dan pertahanan serta berpengaruh terhadap ekonomi pertahanan. Permasalahan selama ini yang dihadapi oleh Puspenerbad dalam melaksanakan pemeliharaan suku cadang helikopter khususnya jenis Bell 412, adalah terbatasnya anggaran dalam pengadaan suku cadang, industri pertahanan dalam negeri yang belum dapat memproduksi suku cadang Bell 412 karena keterbatasan lisensi Bell Textron, kebijakan Puspenerbad diperbolehkannya pemasangan suku cadang dari satu helikopter ke helikopter lain yang sama jenisnya, serta kurangnya kesempatan personel pemelihara untuk transfer of knowledge yang dilaksanakan di luar negeri. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis pelaksanaan komunikasi, sumber daya, disposisi dan struktur birokrasi dari Puspenerbad maupun BUMNIS (PT. Dirgantara Indonesia). Metode penelitian ini yaitu kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian tentang kebijakan pemeliharaan diperlukan hubungan komunikasi dan koordinasi antar pemangku kebijakan dengan baik seperti yang sudah terjalin selama ini, kemudian sumber daya manusia Puspenerbad telah memfasilitasi guna pelatihan secara berkelanjutan namun terbatas pada personel yang melaksanakan transfer of knowledge ke luar negeri. Adanya keterbatasan anggaran sehingga Puspenerbad membuat kebijakan untuk mendahulukan suku cadang yang urgensi. Dalam disposisi Puspenerbad menerapkan pendekatan seperti komunikasi secara terbuka, partisipasi, apresiasi, dukungan terhadap inovasi, dan keterlibatan aktif para pelaksana kebijakan dan struktur birokrasi yang diterapkan secara bottom up sehingga terstruktur. Dengan demikian, kebijakan ini tidak hanya mendukung keberlanjutan operasional helikopter Penerbad, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi sektor pertahanan di tingkat lokal.
650 4 $a Kebijakan -- Ekonomi Pertahanan -- Pemeliharaan -- Suku Cadang -- Helikopter Bell 412
700 0 # $a Muliahadi Tumanggor
700 0 # $a Novky Asmoro
700 0 # $a Sri Sundari
700 0 # $a Suwito
700 0 # $a Yudi Sutrasna
Content Unduh katalog