Judul PROFIL VISUS DAN KELAINAN REFRAKSI KADET MAHASISWA KEDOKTERAN UNIVERSITAS PERTAHANAN COHORT 1, 2, DAN 3 TAHUN 2023
Pengarang MOCHAMMAD JOVANKA ARYA PRADANA
Nirawan Putranto
Junicko Sacrifian Anoraga
Ismalia Husna
Penerbitan Bogor : Universitas Pertahanan Republik Indonesia, 2024
Subjek Kedokteran -- Miopia -- Gangguan Penglihatan -- Visus -- Kelainan Refraksi -- Hipermetropia -- Astigmatisma
Catatan Visual Impairment atau gangguan penglihatan merupakan gangguan dari berbagai fungsi penglihatan, mulai dari gangguan penglihatan hingga kebutaan total. Penyebab paling umum visual impairment di seluruh dunia adalah kelainan refraksi (43%). Gangguan penglihatan yang terjadi akibat kelainan refraksi dapat menimbulkan keterbatasan dalam aktivitas sehari-hari, termasuk kadet mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan karakteristik dan distribusi berbagai macam kondisi tajam penglihatan (visus) dan kelainan refraksi pada kadet mahasiswa kedokteran cohort 1, 2, dan 3 pada tahun seleksi per cohort (Angkatan) dengan tahun 2023. Penelitian ini menggunakan metode dekriptif cross-sectional dengan analisis univariat. Terdapat lebih dari 60% Kadet Mahasiswa Kedokteran Universitas Pertahanan cohort 1, 2, dan 3 yang mengalami kelainan refraksi, dan. Lebih dari 90% responden tersebut mengalami kelainan refraksi yang tidak terkoreksi optimal. Lebih dari 86% penderita myopia merupakan myopia ringan, 100% penderita hypermetropia merupakan hypermteropia ringan, dan lebih dari 79% penderita astigmatisma merupakan astigmatisma ringan, serta lebih dari 40% memiliki derajat sumbu against the rule. Ditemukan semua jenis kelainan refraksi pada cohort 1, tetapi tidak ditemukan penderita hipermetropia pada responden cohort 2 dan 3. Miopia adalah kelainan refraksi yang paling banyak ditemui di setiap cohort, dengan persentase lebih dari 40%.
Bentuk Karya Tidak ada kode yang sesuai
Target Pembaca Tidak ada kode yang sesuai

 
Informasi: Di sini Anda dapat mengakses seluruh konten digital yang tersedia untuk koleksi ini. Tombol "Baca Buku" di bawah sampul hanya menampilkan file pertama sebagai preview.
No Nama File Nama File Format Flash Format Aksi
1 13502bf445a04eafcaa014aba86f08bf.pdf 13502bf445a04eafcaa014aba86f08bf.pdf pdf Baca
2 7215954817f386b4b515c204130086bc.pdf 7215954817f386b4b515c204130086bc.pdf pdf Baca
3 f7013b2fe08ed0a6bbcd29c30e2ce189.pdf f7013b2fe08ed0a6bbcd29c30e2ce189.pdf pdf Baca
4 75172bda0ebe6a9ee894993346309b22.pdf 75172bda0ebe6a9ee894993346309b22.pdf pdf Baca
5 65f61878b2a4999e8a53773015596ab4.pdf 65f61878b2a4999e8a53773015596ab4.pdf pdf Baca
Informasi: Di sini Anda dapat melihat ketersediaan eksemplar fisik koleksi ini di perpustakaan beserta lokasinya.
No No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan Aksi
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000000003216
005 20260211011418
008 260211################|##########|#|##
035 # # $a 0010-1225003216
041 $a id
082 # # $a NONE
100 0 # $a MOCHAMMAD JOVANKA ARYA PRADANA
245 1 # $a PROFIL VISUS DAN KELAINAN REFRAKSI KADET MAHASISWA KEDOKTERAN UNIVERSITAS PERTAHANAN COHORT 1, 2, DAN 3 TAHUN 2023
260 # # $a Bogor :$b Universitas Pertahanan Republik Indonesia,$c 2024
500 # # $a Visual Impairment atau gangguan penglihatan merupakan gangguan dari berbagai fungsi penglihatan, mulai dari gangguan penglihatan hingga kebutaan total. Penyebab paling umum visual impairment di seluruh dunia adalah kelainan refraksi (43%). Gangguan penglihatan yang terjadi akibat kelainan refraksi dapat menimbulkan keterbatasan dalam aktivitas sehari-hari, termasuk kadet mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan karakteristik dan distribusi berbagai macam kondisi tajam penglihatan (visus) dan kelainan refraksi pada kadet mahasiswa kedokteran cohort 1, 2, dan 3 pada tahun seleksi per cohort (Angkatan) dengan tahun 2023. Penelitian ini menggunakan metode dekriptif cross-sectional dengan analisis univariat. Terdapat lebih dari 60% Kadet Mahasiswa Kedokteran Universitas Pertahanan cohort 1, 2, dan 3 yang mengalami kelainan refraksi, dan. Lebih dari 90% responden tersebut mengalami kelainan refraksi yang tidak terkoreksi optimal. Lebih dari 86% penderita myopia merupakan myopia ringan, 100% penderita hypermetropia merupakan hypermteropia ringan, dan lebih dari 79% penderita astigmatisma merupakan astigmatisma ringan, serta lebih dari 40% memiliki derajat sumbu against the rule. Ditemukan semua jenis kelainan refraksi pada cohort 1, tetapi tidak ditemukan penderita hipermetropia pada responden cohort 2 dan 3. Miopia adalah kelainan refraksi yang paling banyak ditemui di setiap cohort, dengan persentase lebih dari 40%.
650 4 $a Kedokteran -- Miopia -- Gangguan Penglihatan -- Visus -- Kelainan Refraksi -- Hipermetropia -- Astigmatisma
700 0 # $a Ismalia Husna
700 0 # $a Junicko Sacrifian Anoraga
700 0 # $a Nirawan Putranto
Content Unduh katalog