Judul IDENTIFIKASI JENIS NYAMUK SECARA MIKROSKOPI KUNTUK PENERAPAN PADA SURVEILANS PENYAKIT
Pengarang TAUFIK HIDAYAT B
Iwan Trihapsoro
Arief Budi Witarto
Ismalia Husna
Penerbitan Bogor : Universitas Pertahanan Republik Indonesia, 2024
Subjek Kedokteran -- Nyamuk -- Surveilans -- Identifikasi Nyamuk -- UV light trap
Catatan Latar Belakang : Nyamuk merupakan vektor penyakit yang memiliki peran signifikan dalam kesehatan manusia dan lingkungan. Dengan lebih dari 3100 spesies tersebar di Indonesia, beberapa di antaranya, seperti Aedes, Culex dan Anopheles menjadi vektor penyakit terbanyak. Kondisi iklim yang berubah, terutama peningkatan kelembaban dan curah hujan, berpengaruh pada peningkatan kepadatan nyamuk. Keterbatasan anggota TNI yang beroperasi di lapangan memerlukan surveilans penyakit dan identifikasi nyamuk vektor. Dengan menggunakan teknologi mikroskopik dan UV light trap, identifikasi dapat dilakukan secara rutin oleh personel non-entomolog. Hal ini penting untuk memahami dan mengendalikan penyebaran penyakit di wilayah penugasan TNI, memberikan dampak positif bagi kesehatan personel dan masyarakat setempat. Kolaborasi TNI, lembaga kesehatan, dan peneliti semakin penting dalam mengatasi ancaman penyakit yang disebarkan oleh nyamuk di era globalisasi. Metode: Penelitian ini dilakukan secara deskriptif observatif untuk melihat performa UV light trap dan Gambaran/trend distribusi nyamuk di Unhan RI dan Papua (Manokwari,Jayapura) . Hasil dan Pembahan : Alat 4 (Mayaka Insect killer MK062LFS) memperoleh hasil nyamuk terbanyak. Meskipun menggunakan kipas sebagai aspirator nyamuk, Nyamuk yang terperangkap masih dapat diidentifikasi menggunakan mikroskop digital yang mudah untuk dibawa. Adapun gambaran/trend distribusi nyamuk didominasi oleh genus Culex dan Aedes karena pengambilan sampel dilakukan di daerah perkotaan. Kesimpulan : Penelitian ini memberikan wawasan tentang performa alat surveilans di lapangan yang dapat digunakan oleh tenaga non-entomolog secara rutin. Diharapkan kedepannya dapat dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mendeteksi penyakit yang dibawa oleh nyamuk sebagai vektor penyakit serta pemetaan distribusi nyamuk yang lebih luas untuk surveilans penyakit di daerah tersebut.
Bentuk Karya Tidak ada kode yang sesuai
Target Pembaca Tidak ada kode yang sesuai

 
Informasi: Di sini Anda dapat mengakses seluruh konten digital yang tersedia untuk koleksi ini. Tombol "Baca Buku" di bawah sampul hanya menampilkan file pertama sebagai preview.
No Nama File Nama File Format Flash Format Aksi
1 8530df9f50fcde3d5b92c259b3fd4546.pdf 8530df9f50fcde3d5b92c259b3fd4546.pdf pdf Baca
2 67d2f774cbf84e037b079dca6d9a9f1d.pdf 67d2f774cbf84e037b079dca6d9a9f1d.pdf pdf Baca
3 1dc59146199ccfd088c77e35defdcb69.pdf 1dc59146199ccfd088c77e35defdcb69.pdf pdf Baca
4 62fd5010bf67ac02bbc9a113821b39e4.pdf 62fd5010bf67ac02bbc9a113821b39e4.pdf pdf Baca
5 36cbbb3ff1d3e5fb1700370ba25e443a.pdf 36cbbb3ff1d3e5fb1700370ba25e443a.pdf pdf Baca
Informasi: Di sini Anda dapat melihat ketersediaan eksemplar fisik koleksi ini di perpustakaan beserta lokasinya.
No No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan Aksi
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000000003258
005 20260211020710
008 260211################|##########|#|##
035 # # $a 0010-1225003258
041 $a id
082 # # $a NONE
100 0 # $a TAUFIK HIDAYAT B
245 1 # $a IDENTIFIKASI JENIS NYAMUK SECARA MIKROSKOPI KUNTUK PENERAPAN PADA SURVEILANS PENYAKIT
260 # # $a Bogor :$b Universitas Pertahanan Republik Indonesia,$c 2024
500 # # $a Latar Belakang : Nyamuk merupakan vektor penyakit yang memiliki peran signifikan dalam kesehatan manusia dan lingkungan. Dengan lebih dari 3100 spesies tersebar di Indonesia, beberapa di antaranya, seperti Aedes, Culex dan Anopheles menjadi vektor penyakit terbanyak. Kondisi iklim yang berubah, terutama peningkatan kelembaban dan curah hujan, berpengaruh pada peningkatan kepadatan nyamuk. Keterbatasan anggota TNI yang beroperasi di lapangan memerlukan surveilans penyakit dan identifikasi nyamuk vektor. Dengan menggunakan teknologi mikroskopik dan UV light trap, identifikasi dapat dilakukan secara rutin oleh personel non-entomolog. Hal ini penting untuk memahami dan mengendalikan penyebaran penyakit di wilayah penugasan TNI, memberikan dampak positif bagi kesehatan personel dan masyarakat setempat. Kolaborasi TNI, lembaga kesehatan, dan peneliti semakin penting dalam mengatasi ancaman penyakit yang disebarkan oleh nyamuk di era globalisasi. Metode: Penelitian ini dilakukan secara deskriptif observatif untuk melihat performa UV light trap dan Gambaran/trend distribusi nyamuk di Unhan RI dan Papua (Manokwari,Jayapura) . Hasil dan Pembahan : Alat 4 (Mayaka Insect killer MK062LFS) memperoleh hasil nyamuk terbanyak. Meskipun menggunakan kipas sebagai aspirator nyamuk, Nyamuk yang terperangkap masih dapat diidentifikasi menggunakan mikroskop digital yang mudah untuk dibawa. Adapun gambaran/trend distribusi nyamuk didominasi oleh genus Culex dan Aedes karena pengambilan sampel dilakukan di daerah perkotaan. Kesimpulan : Penelitian ini memberikan wawasan tentang performa alat surveilans di lapangan yang dapat digunakan oleh tenaga non-entomolog secara rutin. Diharapkan kedepannya dapat dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mendeteksi penyakit yang dibawa oleh nyamuk sebagai vektor penyakit serta pemetaan distribusi nyamuk yang lebih luas untuk surveilans penyakit di daerah tersebut.
650 4 $a Kedokteran -- Nyamuk -- Surveilans -- Identifikasi Nyamuk -- UV light trap
700 0 # $a Arief Budi Witarto
700 0 # $a Ismalia Husna
700 0 # $a Iwan Trihapsoro
Content Unduh katalog
 
Karya Terkait :
PREDIKSI DAN SIMULASI IKATAN SENYAWA OBAT ANTIMALARIA TAFENOQUINE TERHADAP PROTEIN Plasmodium falciparum KODE 1-1500 DENGAN METODE MOLECULAR DOCKING DAN DYNAMICS DALAM UPAYA MENDUKUNG KESEHATAN MILITER HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE TERHADAP KEJADIAN PENYAKIT KULIT PADA KADET MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN COHORT 3 UNIVERSITAS PERTAHANAN REPUBLIK INDONESIA HUBUNGAN TAJAM PENGLIHATAN DENGAN NILAI MENEMBAK KADET MAHASISWA KEDOKTERAN UNIVERSITAS PERTAHANAN REPUBLIK INDONESIA COHORT 1, 2, DAN 3 DAMPAK PAPARAN CAHAYA GADGET TERHADAP KESEHATAN MATA KADET MAHASISWA PROGRAM STUDI KEDOKTERAN FAKULTAS KEDOKTERAN DAN KESEHATAN COHORT 1, 2, DAN 3 HUBUNGAN PEMELIHARAAN KEBERSIHAN KAKI DENGAN PREVALENSI TINEA PEDIS PADA PRAJURIT BATALYON INFANTRI PARA RAIDER 328 KOSTRAD CILODONG Show More