Judul STRATEGI KEKUATAN LAUT UNTUK MENGHADAPI PERKEMBANGAN KEBIJAKAN MARITIME SILK ROAD CHINA DALAM UPAYA PERTAHANAN NEGARA
Pengarang Reghina Rizqy Syifaranie
Lukman Yudho Prakoso
M. Ikhwan Syahtaria
Ansori
I Wayan Warka
Buddy Suseto
Penerbitan Bogor : Universitas Pertahanan Republik Indonesia, 2024
Subjek Diplomasi -- Strategi Pertahanan Laut -- Maritime Silk Road -- Fleet in Being
Catatan Kebijakan Maritime Silk Road China bertujuan untuk meningkatkan konektivitas dengan negara-negara di sepanjang jalur maritim, termasuk Indonesia. Meskipun dijelaskan sebagai proyek perdagangan dan infrastruktur, kebijakan ini memiliki potensi ancaman bagi Indonesia karena meningkatnya pengaruh China di kawasan tersebut. Penggunaan kehadiran maritim dan proyek infrastruktur yang strategis oleh China dapat mengancam kedaulatan dan keamanan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) serta jalur laut vital Indonesia. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis strategi fleet in being dan diplomasi TNI AL yang digunakan Indonesia dalam menghadapi perkembangan kebijakan Maritime Silk Road China Metode Penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara. Implementasi fleet in being yang sudah diterapkan adalah melibatkan pembentukan armada siaga untuk mengatasi aktivitas ilegal di perairan Indonesia, seperti illegal fishing dan penyelundupan barang terlarang. Armada siaga berperan sebagai kekuatan yang siap bertindak, memberikan deterrence efektif dan menciptakan efek kehadiran untuk mencegah pelanggaran hukum di laut Indonesia. Pendekatan diplomasi angkatan laut yang telah diimplementasikan saat ini dalam menghadapi kekuatan China adalah pendekatan diplomasi lunak yang melibatkan coalition building, confidence building measures, pelayaran internasional, latihan bersama, dan pertukaran informasi. Fleet in being dan Diplomasi angkatan laut dapat menjadi strategi untuk menghadapi kebijakan MSR China jika Indonesia terkena imbas spill over dari konflik yang terjadi di kawasan. Namun, TNI AL beserta K/L pertahanan lainnya perlu meningkatkan kemampuannya sehingga strategi tersebut dapat diimplementasikan secara optimal.
Bentuk Karya Tidak ada kode yang sesuai
Target Pembaca Tidak ada kode yang sesuai

 
Informasi: Di sini Anda dapat mengakses seluruh konten digital yang tersedia untuk koleksi ini. Tombol "Baca Buku" di bawah sampul hanya menampilkan file pertama sebagai preview.
No Nama File Nama File Format Flash Format Aksi
1 267b88098f08afc6ba99a5a4aa83c40d.pdf 267b88098f08afc6ba99a5a4aa83c40d.pdf pdf Baca
2 153d74c918070b9bf11b608abfb5c834.pdf 153d74c918070b9bf11b608abfb5c834.pdf pdf Baca
3 7ca7f70176d26e8782b9028cd3349741.pdf 7ca7f70176d26e8782b9028cd3349741.pdf pdf Baca
4 6cf1f883a8de5d72f966ce0d0761a279.pdf 6cf1f883a8de5d72f966ce0d0761a279.pdf pdf Baca
5 83e26977f7be1cb50e7c8f66c2163770.pdf 83e26977f7be1cb50e7c8f66c2163770.pdf pdf Baca
Informasi: Di sini Anda dapat melihat ketersediaan eksemplar fisik koleksi ini di perpustakaan beserta lokasinya.
No No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan Aksi
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000000003234
005 20260211120440
008 260211################|##########|#|##
035 # # $a 0010-1225003234
041 $a id
082 # # $a NONE
100 0 # $a Reghina Rizqy Syifaranie
245 1 # $a STRATEGI KEKUATAN LAUT UNTUK MENGHADAPI PERKEMBANGAN KEBIJAKAN MARITIME SILK ROAD CHINA DALAM UPAYA PERTAHANAN NEGARA
260 # # $a Bogor :$b Universitas Pertahanan Republik Indonesia,$c 2024
500 # # $a Kebijakan Maritime Silk Road China bertujuan untuk meningkatkan konektivitas dengan negara-negara di sepanjang jalur maritim, termasuk Indonesia. Meskipun dijelaskan sebagai proyek perdagangan dan infrastruktur, kebijakan ini memiliki potensi ancaman bagi Indonesia karena meningkatnya pengaruh China di kawasan tersebut. Penggunaan kehadiran maritim dan proyek infrastruktur yang strategis oleh China dapat mengancam kedaulatan dan keamanan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) serta jalur laut vital Indonesia. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis strategi fleet in being dan diplomasi TNI AL yang digunakan Indonesia dalam menghadapi perkembangan kebijakan Maritime Silk Road China Metode Penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara. Implementasi fleet in being yang sudah diterapkan adalah melibatkan pembentukan armada siaga untuk mengatasi aktivitas ilegal di perairan Indonesia, seperti illegal fishing dan penyelundupan barang terlarang. Armada siaga berperan sebagai kekuatan yang siap bertindak, memberikan deterrence efektif dan menciptakan efek kehadiran untuk mencegah pelanggaran hukum di laut Indonesia. Pendekatan diplomasi angkatan laut yang telah diimplementasikan saat ini dalam menghadapi kekuatan China adalah pendekatan diplomasi lunak yang melibatkan coalition building, confidence building measures, pelayaran internasional, latihan bersama, dan pertukaran informasi. Fleet in being dan Diplomasi angkatan laut dapat menjadi strategi untuk menghadapi kebijakan MSR China jika Indonesia terkena imbas spill over dari konflik yang terjadi di kawasan. Namun, TNI AL beserta K/L pertahanan lainnya perlu meningkatkan kemampuannya sehingga strategi tersebut dapat diimplementasikan secara optimal.
650 4 $a Diplomasi -- Strategi Pertahanan Laut -- Maritime Silk Road -- Fleet in Being
700 0 # $a Ansori
700 0 # $a Buddy Suseto
700 0 # $a I Wayan Warka
700 0 # $a Lukman Yudho Prakoso
700 0 # $a M. Ikhwan Syahtaria
Content Unduh katalog